RIAUBOOK.COM - Kedutaan besar Belanda di Tunisia mendukung Asosiasi Shams, organisasi di Tunisia yang membela hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transgender ( LGBT), untuk meluncurkan stasiun radio khusus.
Diberitakan Kompas.com, stasiun radio internet yang diberi nama Radio Shams tersebut diluncurkan pada Senin (11/12/2017) pekan lalu dengan diiringi kecaman dan kontroversi dari masyarakat.
Sebagai radio khusus gay pertama di negara Arab, Radio Shams dinilai telah mencederai identitas masyarakat dan memperkenalkan serta mempromosikan hal negatif.
Namun tidak sedikit pula yang mendukung dengan menyebutnya sebagai wadah ekspresi kaum minoritas.
Ketua Asosiasi Shams, Bou Hadid Hadi mengatakan, tujuan diluncurkannya stasiun radio tersebur adalah untuk menangani hal yang terkait dengan gay dan kesulitan mereka di masyarakat.
"Kami ingin menyuarakan bahwa minoritas ini dapat hidup dalam masyarakat yang toleran. Stasiun radio ini akan menjadi suara mereka," kata Hadid Hadi dikutip dari Al Arabiya, Senin (18/12/2017).
Hadi menambahkan, Radio Shams juga akan mengakomodasi kepentingan masyarakat Tunisia melalui program politik dan ekonomi.
Terkait peluncuran stasiun radio tersebut, aktivis sosial Osama Hamdy mengatakan, kaum minoritas seksual tetap memiliki hak mendapatkan media untuk menyuarakan dan membela hak mereka.
Agar mereka dapat hidup dengan bangga dan tidak menghabiskan hidup mereka dengan bersembunyi.
"Masyarakat Tunisia yang berusaha meningkatkan demokrasi di negaranya harus mau berusaha menerima orang lain, menghargai kehadiran mereka di masyarakat dan membela hak mereka."
"Karena menghormati minoritas merupakan prioritas untuk memberdayakan demokrasi," tambahnya.
Sementara, aktivis lain, Tounsi Hor menolak peluncuran stasiun radio tersebut. Dia mengatakan ada perbedaan antara kebebasan dengan kerusakan moral.
Menurutnya, homoseksual bertentangan dengan identitas dan budaya Tunisia.
"Pihak berwenang harus campur tangan dan menangguhkan siaran radio tersebut demi mengakhiri pesan minoritas yang tidak menghormati agama masyarakat dan mendorong perbuatan buruk," ujarnya. (RB/Kompas.com)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…