RIAUBOOK.COM - Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau menyatakan wilayah tersebut mengalami inflasi 0,31 persen pada Juli 2018.
"Inflasi sebesar itu dipicu oleh naiknya harga daging ayam potong mencapai Rp32.000/kg di Riau," kata Kepala BPS Riau S Aden Gultom di Pekanbaru, Rabu (1/8/2018).
S Aden Gultom menjelaskan Inflasi Riau bulan Juli 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami inflasi sebesar 0,73 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,56 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,25 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,18 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen, dan kelompok perumahan, air, Iistrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.
Adapun komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi bagi Riau antara lain daging ayam ras dengan andil sebesar 0,29 persen, jengkol dengan andil sebesar 0,07 persen, telur ayam ras dengan andil sebesar 0,05 persen, ayam hidup dengan andil sebesar 0,03 persen, susu untuk balita dengan andil sebesar 0,02 persen, beras, petai, tomat buah dan tomat sayur dengn andil masing-masing sebesar 0,01 persen dan beberapa komoditas lainnya yang memberikan andil deflasi kurang dari 0,01 persen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,41. Sehingga dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 1,49 persen, dan lnflasi Year on Year (Juli 2018 terhadap Juli 2017) sebesar 3,15 persen.
"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, dua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,39 persen dan Tembilahan sebesar 0,22 persen. Sedangkan kota Dumai mengalami deflasi sebesar 0,10 persen," ujarnya.
Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, delapan belas kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu dengan inflasi sebesar 0,87 persen, diikuti oleh tanjung Pandan sebesar 0,85 persen dan Meulaboh sebesar 0,71 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,08 persen.
Di Indonesia, dari 82 kota yang menghitung IHK, enam puluh delapan kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,47 persen, diikuti Bau-bau sebesar 1,20 persen, dan Balikpapan sebesar 1,03 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Depok, Banyuwangi dan Surabaya masing-masing sebesar 0,03 persen. (ver)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…