RIAUBOOK.COM - Kalangan pedagang yang menyewa stan di Riau Expo 2018 mengaku rugi karena kegiatan yang digelar di halaman belakang rumah dinas Gubernur Riau ini sepi pengunjung.
Seperti Novi (35), salah seorang pedagang atribut olahraga. Dia mengakui, sejak awal dibukanya Riau Expo pada Sabtu (3/11/18) malam, penjualannya sangat minim.
"Sepi pengunjung. Beda sama yang di Mal SKA tahun lalu," kata Novi saat ditemui di lokasi, Senin (5/11/18).
Dia menjelaskan, hasil penjualannya belum mampu menutupi biaya yang dikeluarkan untuk menyewa stan. Untuk stan yang disewa kata dia, harganya mencapai Rp5 juta. Harga itu untuk sewa dari awal, hingga berakhirnya pergelaran Riau Expo yang digelar hingga 9 November mendatang.
"Dari pagi sampai petang ini, belum ada yang beli. Kalau begini, kan rugi kita. Tak sebanding dengan biaya sewa tempat," ujarnya.
Sama halnya yang dirasakan oleh salah satu perusahaan kertas yang juga menyewa stan di Riau Expo. Menurut petugas yang menjaga stan, kondisi Riau Expo tahun ini jauh lebih sepi dibanding tahun lalu di Mal SKA.
"Sepi. Malam pembukaan saja sepi. Tadi malam (kemarin, red), pukul 21.00 WIB, kita sudah tutup karena tak ada orang lagi. Kalau dulu, sampai tengah malam, masih ramai orang," kata penjaga stan yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Saparuddin yang merupakan salah seorang pengunjung Riau Expo, juga merasakan hal yang sama. Dia menyayangkan kondisi Riau Expo yang sepi pengunjung. Hal ini kata dia, bisa membuat pedagang yang menyewa stan di lokasi merugi.
Menurut dia, sepinya pengunjung dipicu karena minimnya publikasi. Informasi terkait adanya Riau Expo, tak sampai ke masyarakat. "Orang banyak yang tak tahu kalau ada Riau Expo," ujarnya.
Selain itu kata dia, lokasi diadakannya Riau Expo juga tak strategis. Banyak masyarakat, yang enggan masuk ke lingkungan rumah dinas gubernur.
"Letaknya di dapur rumah gubernur. Kalau masyarakat biasa, segan-segan masuk ke sini," kata dia. (RB/mcr/mtr)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…