RIAUBOOK.COM - Defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) per Mei 2019 terus mengalami pembengkakan dibanding periode sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama, pada Mei tahun lalu besaran defisit Indonesia tercatat pada angka Rp93,5 triliun, naik menjadi Rp 127,5 triliun pada Mei tahun 2019 atau lebih besar 0,79 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan defisit ini terjadi lantaran pertumbuhan pendapatan sekarang lebih kecil dibanding pertumbuhan belanja, yakni hanya sebesar 6,2 persen atau Rp728,5 triliun.
Sementara, belanja negara per Mei ini mencapai Rp855,9 triliun atau lebih tinggi 9,8 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp779,5 triliun.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tahun lalu, di mana, pertumbuhan pendapatan negara berada pada angka 15,5 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan belanja yang hanya 7,9 persen.
"Keseimbangan primer ini tercatat minus Rp400 miliar, hampir mendekati nol tapi sedikit nol. Padahal tahun lalu (keseimbangan primer) kami positif Rp19 triliun," jelas Sri Mulyani, Senin (19/3/2019).
Ia menjelaskan perlambatan pertumbuhan terjadi di seluruh pos penerimaan, dari penerimaan pajak tercatat hanya sebesar Rp496,6 triliun, tumbuh 2,4 persen dibanding tahun lalu. Padahal, penerimaan pajak tahun lalu tumbuh hingga 14,2 persen.Â
Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan pertumbuhan pajak melambat, salah satunya adalah penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) turun sebesar 4,4 persen karena kebijakan restitusi pajak dipercepat.Â
Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hanya tumbuh 8,6 persen dibanding tahun lalu yang mencapai Rp158,4 triliun lantaran harga batu bara dan minyak mentah Indonesia ini masih terbilang rendah.Â
"Dan kami hati-hati dengan penerimaan karena pertumbuhan ekonomi yang melemah, untungnya ada sentimen positif dari bulan Ramadan yang ada pengaruhnya ke perpajakan. Kami juga waspada dengan PNBP," jelas dia.Â
Sumber: CNN Indonesia



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…