RIAUBOOK.COM - Kembali diwartakan oleh South China Morning Post, pihak otoritas Provinsi Henan telah melakukan pelacakan kontak terderkat dari tiga orang carier yang ditemukan di Kota Jia.
Ketiga carier ini berprofesi sebagai dokter di rumah sakit setempat.
Mereka dinyatakan positif virus corona pada akhir pekan lalu.
Keberadaan pasien positif virus corona ini membuat otoritas setempat menaikkan level kewaspadaan soal adanya kemungkinan gelombang kedua.
Sampai saat ini, China telah mengumumkan 31 kasus baru dan empat kematian setelah dua hari yang lalu nol kasus positif Covid-19.
Data ini dirilis oleh Wolrdometers per Jumat (4/3/2020) pukul 14.13 WIB.
Lebih lanjut, China mencatat adanya 81.620 kasus total dengan angka kematian sebanyak 3.322 jiwa serta pasien sembuh berjumlah 76.571 orang.
Sementara dikutip dari Intisari, kini pasar Huanan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China mulai beroperasi dan kembali menjual hewan liar.
Beberapa bulan yang lalu, pasar ekstrem di Wuhan, China yang menjual daging hewan-hewan liar seperti kelelawar, ular, anjing, tikus, dan lainnya, ditutup setelah dikaitkan dengan munculnya wabah virus corona.
Namun, hanya beberapa bulan setelah wabah virus corona menyebar dan menyebabkan puluhan ribu kematian di seluruh dunia, pasar daging di China kembali menjual daging kelelawar dan kalajengking.
Selain itu, daging hewan-hewan liar yang kembali dijual di pasar Huanan di antara lainnya adalah ular, anjing, tikus dan lainnya.
Padahal pasar seafood Huanan di Wuhan, China merupakan tempat pertama kali di mana virus corona muncul pada bulan Desember.
Virus corona mulai menyebar dan menyebabkan puluhan ribu kematian di seluruh dunia.
Pemerintah China terpaksa menutup pasar Wuhan pada Januari 2020.
Di bulan Februari, pemerintah juga menyatakan larangan pada perdagangan dan konsumsi hewan liar.
Bahkan seluruh China saat itu juga lockdown hingga 2 bulan lamanya.
Namun setelah dinyatakan tidak ada kasus virus corona yang baru di negaranya, pasar Huanan kembali menjual hewan-hewan liar.
Saksi mata mengklaim kerumunan besar turun ke pasar dalam ruangan di Guilin, China barat daya, dan Dongguan, China selatan, ketika mereka dibuka kembali kemarin.
Banyak daerah di China telah merayakan "kemenangan" atas virus corona.
Bisnis yang sebelumnya ditutup karena wabah corona pun kembali dibuka untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu.
Melansir Dailystar, Minggu (29/3/2020), kegiatan itu disaksikan oleh koresponden Mail on Sunday, yang menggambarkannya sebagai "sangat meresahkan".
Koran itu melaporkan bahwa tampaknya tidak ada upaya yang dilakukan untuk mencegah wabah di masa mendatang dengan meningkatkan standar kebersihan.
Di Dongguan, kelelawar yang terkait dengan wabah Covid-19 bahkan diiklankan oleh penjual obat.
Pemerintah telah mengumumkan pada penduduk China untuk kembali menjalani kegiatan secara normal.
Hal itu dilakukan setelah hanya ada sejumlah kecil infeksi baru yang dilaporkan.
Koresponden yang tidak disebutkan namanya yang berbasis di Tiongkok itu mengatakan, "Semua orang di sini percaya wabah telah berakhir dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi".
"Itu hanya masalah di luar negeri sekarang sejauh yang mereka khawatirkan."
Dan di Dongguan, mereka menyatakan, satu-satunya perubahan adalah bahwa penjaga menghentikan orang-orang mengambil gambar.
"Pasar telah kembali beroperasi dengan cara yang persis sama seperti yang mereka lakukan sebelum virus corona," kata mereka.
sumber tribunnews


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…