Layakkah "Full Day School" diterapkan?

Riau Book- Pendidikan merupakan hal terpenting yang harus dimiliki seorang anak dan menjadi sebuah kewajiban bagi orang tua, guru, masyarakat dan pemerintah untuk mendukung hak anak tersebut. Pendidikan bisa didapatkan oleh anak salah satunya melalui sekolah. Sekolah merupakan rumah kedua bagi anak setelah keluarga untuk bermain sambil belajar, mendapatkan ilmu pengetahuan dan pendidikan moral. Setiap negara memiliki cara masing-masing dalam mencerdaskan dan membentuk karakter calon penerus bangsanya.

Banyak negara di dunia yang berhasil dalam pendidikan anak-anaknya karena sistem yang digunakan, seperti Filandia yang mewajibkan anak sekolah selama 5 jam/hari dan Jepang menerapkan jam sekolah selama 6 jam/hari kemudian sisa waktu digunakan oleh anak untuk bermain.

Lain halnya negara Indonesia yang sibuk dengan perombakan kurikulum, sehingga tujuan dari pendidikan itu sendiri tidak pernah tercapai. Anak-anak muntah menelan kurikulum yang selalu saja berganti, berganti Menteri maka berganti pula kurikulum yang merupakan acuan pendidikan dan sekarang harus kenyang dengan jumlah jam sekolah yang ditambah hingga masa bermain anak dikurangi dengan alasan agar anak tidak jadi liar di sekolah dan akan terbangun karakternya.

Alangkah lebih baik fokus pada kurikulum pendidikan Indonesia yang permanen, memberikan pendidikan kepada anak-anak jalanan yang sudah pasti tidak bisa bersekolah, memberikan sarana dan prasarana yang layak bagi siswa dan meningkatkan kualitas pendidik bangsa.

Wacana dari Bapak Muhajir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dipilih oleh Presiden RI Joko Widodo menggantikan Anies Baswedan pasca resuffle yaitu Full Day School pada Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah Petama sangat tidak cocok untuk diterapkan di negara Indonesia yang notabenenya adalah negara berkembang. Masih lemah di segala sektor kehidupan.

Jika masih harus diterapkan akan banyak kesulitan dan kerugian yang harus ditanggung oleh banyak pihak. Orang tua yang harus membayar lebih uang sekolah, kurangnya masa bermain anak dan anak pasti akan merasa kelelahan selama di sekolah walaupun katanya jika anak berada seharian di sekolah maka ia akan mendapatkan pendidikan yang maksimal.

Wacana Bapak Muhajir Effendy sama saja dengan merampas hak dan kewajiban serta tanggung jawab orang tua kepada anak untuk lebih dekat dan berinteraksi di rumah dengan anaknya, walaupun beberapa orang tua ada yang sibuk bekerja seharian di rumah. Namun pendidikan di rumah tetap nomor satu dalam membentuk karakter seorang anak.

Melihat alasan Bapak Muhadjir Effendy yang mengatakan bahwa Full Day School tidak ada mata pelajaran, orang tua bisa jemput anak ke sekolah dan membantu sertifikasi guru. Bukankah lebih baik jika anak bisa bermain di luar dengan teman-temannya tanpa ikatan dan tekanan karena orang tua bisa mengawasi anak setelah pulang bekerja. Tidak semua orang tua yang bekerja.

Jika alasannya karena kebanyakan orang tua di kota bekerja, nah bagaimana dengan orang tua di desa yang tidak bekerja? Cocok di kota belum tentu cocok di desa. Membantu sertifikasi guru? Alangkah lebih baik jika Bapak selaku Menteri lebih mengutamakan kualitas, profesionalitas dn pengabdian seorang guru dibandingkan kuantitas guru yang sertifikasi serta memantau calon peserta didik yang mengikut tes PNS. Masih banyak di luar sana anak yang tidak bersekolah karena biaya pendidikan, kenapa sibuk menambah jam bagi anak yang sudah mendapatkan pendidikan yang jelas?

Kualitas dan kuantitas pendidikan harus rata dan sama di seluruh pelosok negeri, agar anak sebagai penerus bangsa mendapatkan ilmu pengetahuan yang cukup, pendidikan moral yang maksimal dan yang terpenting semua anak dapat merasakan pendidikan, bukan hanya di kota namun juga di desa. Tidak hanya anak yang orang tuanya pejabat negara, kaya dan memiliki kekuasaan tetapi juga anak-anak jalanan yang tidak tersentuh dengan pendidikan. Menfokuskan calon pendidik bukan hanya di desa tertinggal tetapi juga fokus pada pendidikan minimal 9 tahun untuk anak-anak kota yang tidak sanggup membayar uang sekolah yang tinggi.

Semua aspek harus dipertimbangkan dari keaaan ekonomi orang tua, waktu anak dengan orang tua dan temannya dan kualitas pendidik bukan hanya dari segi lamanya anak berada di sekolah. Sehingga tujuan pendidikan di Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. (RB/yp)

Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan PG PAUD (FKIP) Universitas Riau Sekaligus Sekertaris Kementerian BEM Unri Kabinet Inspirasi: Siti Hajarwan Halimah

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Full Day School Tidak Pantas!

Riau Book- Di setiap Negara memiliki konsep tersendiri mengenai pendidikannya, mulai dari tujuan, kurikulum pendidikan, bahkan sampai sarana dan…

Foto

DBH Turun, Harus Ada Solusi untuk Pendapatan Daerah

Riau Book- Dana Bagi Hasil ( DBH ) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan…

Foto

Diantara 59 Tahun Riau Berdiri dan Suku Pedalaman Riau

Riau Book- Tepat pada tanggal 9 Agustus 2016, Riau menginjak usianya yang ke- 59 Tahun. Sederet persiapan disetiap daerah di…

Foto

Pokemon Ini Membuat Gamers Menjadi Lupa Diri

Riau Book- Akhir-akhir ini dunia dimarakan dengan permain Pokemon Go termasuk di Indonesia salah satunya, hal ini seharusnya menjadi perhatian…

Foto

Kawal Reklamasi

Riau Book- Pasca reshuffle kabinet kerja, banyak pendapat yang beranggapan bahwa pergantian pengurus yang dilakukan merupakan besar dari pengaruh politik…

Foto

Seharusnya Gubri Tegas!

Riau Book- Rendahnya Realisasi penggunaan APBD Provinsi Riau oleh Pemerintah provinsi Riau menjadi sorotan publik, Satuan Kerja Perangkat Daerah (…

Foto

Mereformasi Lembaga Politik dan Ekonomi

Riau Book- Di era terbuka saat ini dengan digaungkannya semangat konsolidasi demokrasi menguatnya fungi parlemen dalam sistem pemerintahan Indonesia adalah…

Foto

Jokowi Bermain Aman

Riau Book-Reshuffle kabinet banyak menuai tanggapan oleh rakyat Indonesia, tuntutan untuk di segerakan adanya reshuffle kabinet menuai sambutan hangat…

Foto

Kohati HMI Badko Riau-Kepri Sesalkan Keputusan SP3 15 Perusahaan

Riau Book- Pasca empat bulan dilantiknya Supriyanto sebagai Kapolda Riau, sungguh menjadi sebuah ironi bagaimana proses "ajaibnya" sehingga dikeluarkan kebijakan…

Foto

Mengkaji (Budaya) Perjalanan

Riau Book - Beberapa waktu lalu, di waktu senggang, saya iseng mencari penelitian-penelitian tentang backpacking di Indonesia. Hasilnya mengejutkan. Saya…

Foto

Hari Anak Nasional, BEM Unri: Lindungi dan Penuhi Hak-hak Anak

Riau Book- Anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dilindungi. Ke depan, anak-anak Indonesia diharapkan dapat terpenuhi segala…

Foto

Keluarkan Pernyataan Sikap, BEM Unri: "Jokowi Harus Copot Kapolda Riau"

PERNYATAAN SIKAP BEM UNIVERSITAS RIAU"Menagih Janji Jokowi & Copot Kapolda Riau"Assalammulaikum Wr. WbHidup Mahasiswa!!! Hidup Rakyat Indonesia!!!Riaubook- Hari ini Wakil…

Foto

Banyak Terjadi Musibah Longsor di Inhil, Bupati Wardan Harus Cari Solusi

Riau Book - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, harus mencari solusi mengatasi kejadian longsor dan selalu menyebabkan kerugian…

Foto

Dosa-dosa Kemerdekaan

Riau Book - Sekitar 21 tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, tapatnya tahun 1924, telah berdiri sebuah perusahaan minyak raksasa, Caltex…

Foto

Bagaimana Mau Menggali Potensi Desa, Kalau Dana DMIJ Terlalu Banyak Untuk Pelatihan

Riau Book - Program Pemerintah Inhil Dana Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) memang terdengar begitu besar, yang dipercaya bisa pendongkrak…

Foto

Pasca Raya BKD Inhil Akan Tindak Tegas Pegawai yang Bolos Dihari Pertama Masuk Kerja

Riau Book - Paska libur lebaran Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Fauzar menyatakan pihaknya akan memberikan…

Foto

Di Inhil, Pendamping Desa Program (DMIJ) Tidak Hadir 10 Hari Berturut-turut Diminta Untuk Mundur

Riau Book - Tidak hadir selama 10 hari berturut-turut ditempat bertugas (Desa, red) Pendamping desa Program Desa Maju Inhil Jaya…

Foto

DPRD Inhil Ingatkan Pemerintah Agar Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Harus Sesuai Jadwal

Riau Book - Wakil Ketua DPRD Inhil, DR Ferryandi ingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) agar dalam melaksanakan berbagai…

Foto

Menpan RB Bakal Terbitkan Aturan soal "Open House" Pejabat Negara

Riau Book - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan kementeriannya akan menerbitkan kebijakan yang mengatur penyelanggaraan…

Foto

Bom Solo Berkaitan dengan Bom Madinah?

Riau Book — Sekretaris Jenderal PPP, Arsul Sani mengecam bom bunuh diri yang terjadi di Mapolreta Surakarta, tadi pagi. Peristiwa…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan