Nasib Jembatan Siak 4

Oleh: Bagus Santoso

(Anggota DPRD Provinsi Riau, Fraksi PAN)

Angka 4 untuk menamai jembatan yang menghubungkan jalan Sudirman - Rumbai . Nama ini mungkin untuk mempermudah menandai karena sudah berhasil terbangun jembatan 1,2 dan 3.

Entah apa hubungannya angka 4 dengan nasib jembatan yang telah mangkrak memasuki tahun ke 4. Meski tidak percaya dengan istilah angka sial, kebetulan angka 4 oleh sebagian orang dianggap tidak baik.

Malahan saking kurang simpatinya dengan angka 4. Boleh dipastikan hotel- hotel berbintang, apartemen dan rumah susun tidak mau menggunakan angka 4, meski posisinya jelas di lantai 4.

Penulis yakin mangkraknya jembatan Siak 4 bukan tersebab klenik angka 4 . Jembatan 4 adalah peogram keberpihakan pro rakyat yang digagas dan digesa dengan niat mulia pada masa Gubernur Riau Rusli Zainal.

Sayang seiring dengan berhentinya Rusli Zainal, maka stop pula pembangunan jembatan 4. Padahal secara fisik proses pembangunan sudah mencapai 79 persen.

Kalau kita lihat ke ujung jalan Sudirman jembatan yang sudah dibiayai sekitar Rp 459 miliar. Seperti remaja sedang berciuman tapi tak jadi. Pas ditengah- tengah sungai Siak terconggok bangunan dari dua sisi yang belum menyambung.

Berhentinya proses pembangunan jembatan siak 4, mengingatkan sejarah dibangunnya jembatan Golden Gate. Jembatan merah sepanjang 2,7 Km yang menghubungkan Sanfransisco ke seberang sebelah selat menghubungkan salah satu kabupaten di Amerika Serikat.

Jembatan yang dikenal pada awal pembangunan juga terjadi tarik ulur. Karena berbagai kepentingan yang menggelayuti. Disana ada usaha jasa ferry penyeberangan yang merasa akan dirugikan.

Kepentingan politik juga sangat kental. Begitu juga soal kepentingan transportasi dan ekonomi bahkan isyu lingkungan hidup . Perlu proses untuk bisa satu suara. Belum lagi dari mana sumber pembiayaannya. Sangat komplek kendala yang dihadapi ketika akan membangun jembatan Golden Gate.

Sementara jika ditilik dari fakta, mangkraknya jembatan siak 4, bukan karena soal seperti yang dihadapi Golden Gate. Jembatan Siak 4 sudah dimulai malahan fisiknya sudah mencapai 79 persen. Tiba- tiba terhenti seiring berhentinya Gubri Rusli Zainal.

Rusli Zainal digantikan Annas Ma'mun. Belum genap satu tahun Gubernur Riau dari Kabupaten Rokan Hilir terkena kasus hukum harus berurusan dengan KPK. Sampai masa ini jembatan Siak 4 masih tetap terusik. Bermakna nasibnya masih sama belum disentuh lagi.

Sampai akhirnya Wagub Riau Arsyajuliandi Rachman atau lebih populer dipanggil Andi diangkat menjadi Gubernur Definitif. Ternyata nasib jembatan siak 4 - hingga proses pembahasan APBD perubahan tahun 2016 ini, belum juga kunjung pasti.

Syafril Tamun Kadis Bina Marga dengan semangat menggebu saat hearing dengan Pimpinan dan anggota Komisi D tentang rencana teknis dan pembiayaan jembatan 4.

Ia menjelaskan bahwa telah berupaya keras agar pembangunan jembatan dapat segera digesa. Banyak diskusi dan pertemuan telah dilakukan, sampai Kapolda dan Kajati Riau turut urun rembug demi jembatan 4.

Tinjauan secara teknis pembangunan jembatan 4 tidak ada kendala jika akan dilanjutkan kembali. Hal ini dikemukakan konsultan PT LAPPI Ganeshatama ITB Bandung. Konsultan yang memang ahli dibidang teknis jembatan.

Hanya saja karena pembangunannya sudah terhenti berjalan hitungan 3 tahun, maka dibutuhkan biaya dan waktu menyesuaikan dengan kondisi sekarang.

Pihak konsultan ITB yang pernah menangani jembatan Sultanah Latifah di Kabupaten Siak dalam riview kelanjutan jembatan Siak kepada pimpinan dan anggota komisi D mengatakan setidaknya dibutuhkan waktu 18 bulan, waktu yang lama. Sedangkan biaya yang diperlukan lagi mencapai Rp 121,873 miliar lagi.

Kami menerima pekerjaan ini ibarat menghidupkan pasien yang sudah sekarat. Kami terima pekerjaan karena kami memang ahli teknis, dan ketika ada permintaan kami berkewajiban untuk menolong - tidak mungkin soal teknis jembatan akan di bawa ke dukun, ujar Dina konsultan ITB menjawab pertanyaan terkait konsitensi dan komitmen pekerjaanya.

Melihat fisik bangunan yang sudah terbangun saat ini, sudah mencapai 79 persen. Dan telah menelan pembiayaaan sekitar Rp 460 miliar. Saking lamanya mangkrak. Hitungan Pembiayaan kekurangan antara konsultan ITB dan konsultan lainnya berbeda angka. Ada audit pihak lain hitungannya Rp 98 miliar. Maka selisih Rp 22 miliar dengan lonsultan ITB.

Ini hanya perkara menghitung, perkara ini yakin dapat diselesaikan mana yang lebih tepat dan akurat. sebab harga satuan dan jumlah volume ada rumus matematekanya.

Justeru yang menjadi persoalan besar bukan pada pembiayaan tetapi regulasi atau payung hukum sebagai dasar untuk penganggaran.

Dikatakan Syafril Tamun, sebagai Kadis Bina Marga ia telah persiapkan dah gunakan banyak aturan sebagai syarat dilanjutkannya bangunan jembatan Pertama audit dari banyak lembaga dan instansi terkait yakni ; inspektorat, BPKP dan Konsultan Independen. Disamping juga rekomendasi dari Kementerian PU dan BPPT.

Syafril Tamun bahkan juga berkonsultasi dari sisi hukum. Dengan mengadakan pertemuan bersama Kapolda dan Kajati Riau. Hasilnya tidak ada aturan hukum yang dilanggar.

Mengingat biaya besar dan memakan waktu yang lama sampai 18 bulan. Maka mekanisme pengerjaan jembatan 4 tidak ada cara lain kecuali dengan pekerjaan Multi Year atau tahun jamak.

Hanya saja Syafril Tamun mengakui pada proses tersebut belum ada MOU antara Gubernur dengan Lembaga DPRD Provinsi Riau. Celakanya lagi hingga diserahkannya KUA PPAS dengan RAPBDP tahun 2016 tetap tidak ada Mou anatara Gubernur dengan Pimpinan DPRD RIau.

Anehnya dalam rencana plafon anggaran SKPD Dinas Marga ada duit Rp 22 miliar dengan program kegiatan pembangunan jembatan Siak 4 dan managemen kontruksi pembangunan jembatan Siak 4 sebesar Rp 700 juta.

Sementara pada proses pembahasan RAPBD tahun 2016 sudah terkunci oleh Peendagri No 21 tahun 2011 tentang pengelolaan Keungan Daerah perubahan kedua khususnya pasal 54 Huruf A, menyatakan bahwa nota kesapakatan antara Gubernur dan Lembaga DPRD terkait pekerjaan tahun jamak ditanda tanahanu bersamaan dengan nota kesepakatan KUA PPAS Pada tahun pertama.

Kejadiannya, MOU KUA PPAS dan RAPDP tahun 2016 sudah diteken bersama Gubernur dan Pimpinan DPRD Provinsi Riau pada tanggal 29 sepetember yang lalu.

Inilah persoalan yang muncul tatkala hearing antara Komisi D DPRD dengan Dinas Bina Marga. Hardianto wakil ketua Komisi A menyebut ada kecelakaan akibat Pemprov tidak menggesakan tahaban sehingga payung hukum penganggaran tidak dipatuhi.

Sementara Abdul Wahid anggota Komisi D selain menyayangkan keseriusan Dinas Bina Marga yang terkesan tidak adanya koordinasi dengan Gubernur atau TAPD.

Abdul Wahid dan komisi D menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Bina Marga dan TAPD. Keinginan DPRD bulat seperti suara rakyat Riau, jembatan Siak 4 secepatnya bisa fungsikan.

Nasib jembatan Siak 4 belum juga jelas. Kapankah jembatan yang sudah didepan mata rakyat Riau tetap akan terlunta- lunta. Regulasinya jelas terabaikan, tetapi pengesahan RAPBD tahun 2016 dijadwalkan besok, hari ini senin 10 oktober 2016. Kita masih dipaksa menahan nafas akan dilaksanakan atau tidak pembangunan jembatan Siak pada tahun 2016.***

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Ahok, !

Riau Book - -- tulisan Novriantoni Kahar Kalau tidak ada aral melintang atau kondisi force majeure menjelang Pilkada Gubernur DKI…

Foto

Pekanbaru Butuh Pemimpin Penebar Cinta Bukan Penebar Janji

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahap kedua dilaksanakan tahun 2017 mendatang, akan diikuti 101 daerah seluruh penjuru Indonesia, termasuk Kota…

Foto

Motor China, Becak Jakarta

MOTOR CINA, BECAK JAKARTA Riau Book - Kita mengenal dengan baik istilah mocin, motor cina. Lebih sepuluh tahun lalu, Indonesia…

Foto

Gerwani, Tarian Harum Bunga hingga Propaganda Pasca 65

Riau Book- Hingga saat ini, apa yang terjadi dibalik peristiwa G/30 S masih menjadi misteri yang sulit diungkapkan. Termasuk di…

Foto

Pembohongan Puluhan Tahun Dibalik Kekejaman Gerwani

Riau Book- Sainah, seorang gadis 17 tahun, menjadi sorotan media dua bulan setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan tujuh perwira Angkatan…

Foto

Pilkada Pekanbaru, 'Pertarungan' Madani dan Bertuah, Menyusup 'Kuda Hitam'

Riau Book - 'Panas', kata ini layak untuk kondisi Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau saat ini jelang Pemilihan Umum Kepala…

Foto

Teka-teki Pilkada Kampar, Yang Muda Atau yang Tua?

Riau Book - Jelang Pemilihan Kepala Dearah Kabupaten Kampar, Riau, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat telah membuka dan menerima pendaftaran…

Foto

Dalam Waktu Dekat STOK di Inhil Akan Alami Penambahan

Riau Book - Struktur Organisasi Tata Kerja Perangkat Daerah (SOTK) di Kabupaten Indragiri Hilir akan mengalami penambahan. Diungkapkan hal…

Foto

Masih Ingat Akil Mochtar?

Riau Book - Karirnya mentereng di semua ladang kehidupan. Di politik ia lama menjadi anggota DPR, di dunia akademik ia…

Foto

Singapura !

Riau Book - Pada sebentang peta dunia, Singapura hanyalah setitik noktah dan Indonesia adalah sejengkal skala. Dari ujung Papua…

Foto

7 Tanda Orang Mendekati Ajal atau Kematian

Riau Book - Sang pencipta selalu memiliki alasan ketika menghidupkan manusia dari zat paling hina, dan tentu semua yang hidup…

Foto

Kunjungan dan Ramah Tamah dengan Masyarakat Kemuning, AW di Elu-Elukan jadi Bupati Inhil

Riau Book - Kunjungi Kecamatan Kemuning belum lama ini, Abdul Wahid. MSI mendapat sambutan spesial dari masyarakat, hal itu tidak…

Foto

Uang Panai, Mahar? Mahal?

Riau Book - Uang Panai, saya tak paham bagaimana mengartikannya dalam khasanah Indonesia. Uang mahar perkawinan yang di dalamnya ada…

Foto

Ancaman Degradrasi Moral

Riau Book- Kemerdekaan dari pejajahan merupakan suatu keinginan dan cita-cita luhur dari Bangsa Indonesia. Proses mencapai kemerdekaan yang dipelopori…

Foto

Refleksi 71 Tahun Indonesia Merdeka: Secercah Harapan?

Riau Book- Tak di sadari usia Republik ini sudah memasuki umur ke 71 tahun. Usia yang sudah tua kalau kita…

Foto

Spirit Pengkaderan Mencetak Aktor Kebaikan

Riau Book- Lelaki lembut, dermawan, dan penyayang itu pun mulai mengajak orang-orang dekatnya untuk bergabung kejalan kebenaran yang telah…

Foto

Menagih Janji Jokowi, Riau Bebas Asap?

Riau Book- Negara Indonesia bukan lagi negara yang sehat, negara Indonesia saat ini adalah negara berpenyakit. Mengapa demikian? Sekian…

Foto

Pilkada Pekanbaru, Ajang Menyatukan Duo Kekuatan Golkar Lewat Ramli Walid-Irvan Herman

Riau Book - Partai Golongan Karya (Golkar) sempat terpuruk usai kekalahan pada Pilpres lalu, 'kehancuran' partai berlambang pohon beringin ditandai…

Foto

Licik, Perusahaan Asing "Mau" Curi Uang Negara Indonesia

Riau Book- Indonesia merupakan Negara dengan ladang investor asing terbesar saat ini, hampir di setiap daerah di Tanah Indonesia beranekaragam…

Foto

Mencuri Dalih Cost Recovery

Riau Book- Jelang berakhirnya masa kontrak PT Chevron Pasifik Indonesia diperkirakan akan hengkang dari bumi lancang kuning 2021 mendatang. Data…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan