RIAUBOOK.COM - Jone Simanungkalit salah seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti kembali memberi masukan bahwa Meranti dalam tempo singkat akan bisa menjadi salah satu daerah penghasil dari berbagai produk pertanian maupun perkebunan, juga kebutuhan daging.
Ia mengatakan, seperti pengembangan tanaman sayuran misalnya tentu sangat bisa dilakukan. Seperti jenis sayur terong, kangkung, bayam, kacang panjang dan lainnya yang dibutuhkan masyarakat setiap hari.
Bahkan tidak hanya untuk kebutuhan lokal saja, tapi Meranti berpeluang besar menjadi daerah penghasil untuk menutupi kebutuhan masyarakat di kawasan pesisir.
"Seperti kebutuhan masyarakat Batam dan Tanjung Pinang bahkan tidak terlalu muluk kalau Meranti akan bisa menembus pasar seperti negara tetangga Singapura. Sebab bisa kita kembangkan pola pertanian tersebut dengan menggunakan pupuk organik atau tanpa penggunaan bahan kimia," kata Manungkalit.
Menurut dia, saat ini Meranti masih memiliki lahan yang cukup luas untuk diolah menjadi lahan pertanian di luar kebutuhan lahan tanaman padi.
Seperti lahan tidur yang masih terdapat luas di Desa Kampung Balak. Kalau saat ini tentu saja pembebasannya masih tergolong mudah dan murah ketimbang 5 atau 10 tahun mendatang.
"Inilah sudah modal awal yang bisa dimiliki Pemda, namun dengan catatan harus ditangani langsung oleh pemerintah daerah itu sendiri,"saran dia.
Selain itu, Meranti saat ini juga telah memiliki jumlah PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang lumayan banyak dan tersebar di berbagai desa yang ada.
Hanya dengan sedikit meningkatkan ilmu mereka pada bidang-bidang komoditi tertentu dan fokus menangani jenis komoditas yang akan dikembangkan, maka dipastikan dalam waktu singkat Meranti akan bisa berhasil.
"Demikian juga terhadap PPL lainnya tetap dimanfaatkan sesuai dengan rencana ke depan dalam program pengembangan atau budidaya pertanian jenis lainnya yang akan digalakkan," ujarnya lagi.
Menurut dia, seperti komoditi cabe, jahe merah, pisang dengan kualitas ekspor, begitu juga peternakan hewan seperti kambing ettawa, sapi, maupun babi, semua komoditi tersebut memiliki potensi pasar yang menjanjikan di kawasan pesisir ini. Apalagi Meranti didukung transportasi laut yang tidak terhalang kemanapun tujuannya.
Untuk itu ia cukup prihatin terhadap berbagai kebutuhan buah lokal maupun sayur-mayur yang harus terus didatangkan dari luar Meranti. Pada hal ungkap dia, jangankan untuk menutupi kebutuhan lokal, untuk menutupi kebutuhan masyarakat Kepri-pun akan bisa dipasok dari Meranti.
Dengan catatan tambah dia, Pemerintah daerah harus serius menuju ke arah itu. Dan bersedia membangun atau mengadakan laboratorium atau klinik pertanian dan peternakan.
Selanjutnya dengan ketersediaan lahan sekira seluas 100 Ha itu, maka semua harapan itu akan bisa diwujudkan. Dan target pencapaian hasilnya pun tidak terlalu lama. Kita bisa targetkan selama lima tahun berbagai kebutuhan komoditas itu akan bisa swasembada.
"Demikian juga terhadap kebutuhan daging lokal juga akan tercukupi, sebab kita akan mengembangkan peternakan unggul dari berbagai jenis hewan ternak, dimana bibitnya akan didatangkan dari daerah yang telah memiliki sertifikasi," pungkas dia. (RB/Jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…