Petai. (RB)

Jumat, 19 Mei 2017 - 02:00 WIB 11960000

Harga Petai di Pekanbaru 2 Kali Lipat Ayam, Malah Setara Parfum Prancis

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM - Tingginya minat warga Kota Pekanbaru, Riau, terhadap petai membuat harganya pun begitu tinggi, bahkan sebanding dua kali lipat harga ayam, dan malah setara harga parfum asal Prancis.

"Enggak ada petai murah sekarang pak," kata Arifin, seorang pedagang sayuran di pasar 'kaget' --sebutan untuk pasar yang didirikan secara dadakan di sekitar pemukiman warga-- kepada RiauBook.com, Kamis (18/5/2017) sore.

Saat itu, di sekitar wilayah Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, pedagang menawarkan harga petai Rp60 ribu per kilogram, sementara pedagang ayam di pasar yang sama mematok harga Rp30 ribu per kg untuk ayam potong/pedaging.

Pedagang ayam mengatakan, untuk ayam potong, sejauh ini harganya Rp30 ribu/kg, relatif stabil, meski mendekati Bulan Ramadan.

Padagang itu memprediksi, harga ayam baru akan naik saat memasuki Ramadan, terlebih mendekati Hari Raya Idul Fitri.

"Itu karena saat puasa nanti, sama sebelum Lebaran, biasanya pasokan berkurang, peternak ayam sudah liburan," kata Butet, panggilan seorang pedagang wanita paruh baya.

Padagang sayuran tadi mengakui, mahalnya harga petai hingga sebanding dengan dua kilogram ayam potong disebabkan kelangkaan sayuran yang memiliki bau khas tersebut.

"Sekarang sulit cari petai, sementara warga banyak yang suka petai," pedagang itu menambahkan.

Harga petai yang 'melangit' jika dibandingkan lagi, malah setara dengan harga parfum asal Prancis Axe yang tidak sampai Rp60 ribu per botol, menurut penelurusan di toko online. (RB/fazar)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 34.5 %
Syamsuar-Edy Nasution 16.7 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 3.2 %
Lukman Edy-Hardianto 45.6 %
Hasil berdasarkan dari 6840 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Kemenkeu Terkesan PHP DPRD Siak

Rabu, 17 Mei 2017 - 13:19 WIB

Harga CPO Astra Agro Lestari Turun

Rabu, 17 Mei 2017 - 11:04 WIB

Bukan Uang, ini 5 Kunci Utama Jika Ingin Sukses!

Rabu, 17 Mei 2017 - 10:37 WIB

Harga Beras di Dumai Masih Normal

Selasa, 16 Mei 2017 - 22:15 WIB

Pasar Liar di Siak Berpotensi Kurangi PAD

Selasa, 16 Mei 2017 - 11:07 WIB

Kabar Baik, Harga Minyak Dunia Naik

Senin, 15 Mei 2017 - 12:17 WIB

Bank Riau Kepri Mulai Antisipasi Virus WannaCry

Senin, 15 Mei 2017 - 11:18 WIB

Mantap! Indonesia Mulai Ekspor Gurita ke Jepang

Senin, 15 Mei 2017 - 08:54 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia