ilustrasi jamaah haji

Senin, 12 Juni 2017 - 10:47 WIB 7030000

Benarkah Arab Larang Jamaah Haji Qatar Masuk Masjidil Haram?

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Konflik timur tengah makin berimbas ke berbagai sektor. Bahkan dikabarkan sudah sampai ke ranah hak asasi untuk beribadah. Pemerintah Arab Saudi dikabarkan melarang jemaah haji asal Qatar memasuki dan beribadah di Masjidil Haram, Mekkah.

"Ini merupakan pelanggaran HAM karena mencegah jemaah Qatar melaksanakan ibadah," kata Komhas HAM Qatar atau NHRC, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (12/6/2017).

NHRC sendiri sangat mengecam tindakan Arab Saudi tersebut. Mereka bahkan menyebut tindakan tersebut adalah 'pelanggaran yang mencolok'.

Biasanya pemerintah Arab Saudi tak pernah menanyakan etnis atau asal negara jemaah yang akan memasuki Masjidil Haram. Namun, saat ini, mereka menanyakan dari mana asal jemaah tersebut. Jika dari Qatar, mereka dilarang masuk.

Menanggapi tudingan ini, General Presidency Dua Masjid Suci mengatakan bahwa arahan otoritas Saudi menekankan penyediaan semua layanan kepada jemaah dari semua negara di dunia, termasuk yang berasal dari Negara Qatar. Tuduhan dari media Doha itu dianggap tak berdasar.

"Para jemaah Qatar saudara kami berada di dalam hati saudara-saudara Saudi mereka sejak mereka memasuki kerajaan dan sampai mereka meninggalkan. Sejak hari Minggu lalu, kerajaan menerima 1.633 jemaah Qatar yang telah melakukan umrah," bunyi pernyataan General Presidency Dua Masjid Suci yang diterbitkan di situs resminya.

Bahkan, Jurnalis Al Arabiya, Hani al-Sufayan, melaporkan bahwa Arab Saudi mengizinkan 206 jemaah asal Qatar untuk menyeberangi perbatasan Salwa pada Jumat lalu sehingga mereka dapat melakukan umrah di Makkah.

Pada Senin 5 Juni, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menjatuhkan sanksi atas negara Arab tersebut dengan alasan Doha mendukung terorisme, sementara Libya, Yaman dan Maladewa mengikuti langkah Arab Saudi. Qatar telah membantah tuduhan itu sebagai "tidak benar" dan "tanpa dasar".

Konflik ini pun diperkirakan akan berlanjut agak lama. Pasalnya, baru saja Qatar meradang karena Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain mengeluarkan daftar teroris di mana 59 warga dan 12 organisasi warga mereka yang dianggap sebagai pendukung teroris. (metro)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

KPK Usut Dugaan Keterlibatan Jaksa Lain di Bengkulu

Sabtu, 10 Juni 2017 - 13:22 WIB

BBPOM Sidak Takjil, Ini Hasil Temuannya

Sabtu, 10 Juni 2017 - 00:54 WIB

AKD DPRD Inhil Berubah, Ini Formasi Hasil Perubahan

Selasa, 16 Mei 2017 - 13:12 WIB

Tunjiarto: Sulit Berhadapan dengan Warga Suku Akit

Kamis, 08 Juni 2017 - 22:42 WIB

Presiden Jokowi Salat Maghrib di Pos Polisi

Kamis, 08 Juni 2017 - 12:03 WIB

Pansus KPK Resmi Terbentuk, ini Susunan Anggotanya

Kamis, 08 Juni 2017 - 11:40 WIB

9 Pejabat OPD Dilantik Gubri, Kerja Menanti

Kamis, 08 Juni 2017 - 10:49 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia