(RB/RLS)

Jumat, 14 Juli 2017 - 07:39 WIB 4240000

Walhi Riau Minta Hakim yang Menangani Kasus Praperadilan Diganti

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau secara resmi mengirim surat dan bertemu langsung Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru meminta menggantikan Hakim Sorta Ria Neva dengan hakim lain dalam hal penanganan kasus praperadilan, Rabu (12/7/2017).

Hal ini dilakukan Walhi mengingat jika saat ini posisi Sorta sebagai terlapor mengenai pelanggaran kode etik hakim.

Menurut salah seorang Tim Kuasa Hukum, Suryadimengatakan jika posisi tersebut dikhawatirkan bisa mengakibatkan konflik kepentingan yang berujung pada hasil putusan yang tidak objektif dan tidak adil.

"Sayangnya, permohonan ini tidak dikabulkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru yang mempunyai kewenangan untuk menindaklanjuti permohonan ini," ujarnya saat melakukan temu pers di Kantor Walhi, Kamis (13/07/2017).

Melihat permohonan tersebut ditolak, maka Tim Kuasa Hukum Walhi Riau pada persidangan hari keempat, permohonan praperadilan Nomor: 17/Pid.Pra/2016/PN.Pbr mengambil sikap mencabut permohonannya, Kamis (13/07/2017) pagi.

"Terhadap sikap Ketua Pengadilan Negeri yang abai terhadap permintaan untuk mengganti Sorta Ria Neva sebagai Hakim dalam perkara praperadilan ini. Kami, Tim Kuasa Hukum dan Walhi selaku pihak prinsipal bersepakat untuk menolak melanjutkan proses peradilan ini," ujarnya.

Menurut Suryadi, bagaimana mungkin proses peradilan ini berjalan objektif dan membuahkan putusan yang adil, apabila hakim yang mengadili perkara ini diragukan integritasnya dan mempunyai posisi sebagai terlapor untuk perkara pelanggaran kode etik yang klien kami berkedudukan sebagai pelapor.

Sidang keempat praperadilan ini awalnya berjalan seperti biasa, dimana Hakim Sorta membuka persidangan dengan menyatakan sidang dibuka dan terbuka untuk umum sambil mengetok palunya.

Tidak lama setelah itu, Sorta membacakan permohonan pencabutan perkara praperadilan yang disampaikan Walhi Riau dan langsung mengucapkan penetapan pencabutan tersebut. Sayangnya, Sorta tidak menanyakan kepada Kuasa Hukum, apa alasan Walhi mencabut permohonan tersebut.

"Pilihan kami untuk keluar dan mencabut permohonan, karena kami tidak mau proses perjuangan melawan penghentian penyidikan perkara Karhutla yang berkaitan dengan kepentingan publik diadili oleh Hakim yang diragukan integritasnya. Selain itu, perlu kami tegaskan bahwa WALHI akan tetap melawan penghentian penyidikan perkara Karhutla yang dilakukan Polda Riau," kata Riko menambahkan.

Riko juga menyampaikan, dalam waktu dekat, Walhi Riau akan kembali mengajukan permohonan praperadilan terhadap tiga objek penghentian penyidikan yang diterbitkan oleh Polda Riau tersebut. (RB/Feri)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Shinta Sharlindra

Berita Terkini

Inilah, Jembatan Lintas Laut Terpanjang di Dunia

Kamis, 13 Juli 2017 - 21:08 WIB

PM Irak Umumkan Kemenangan Atas ISIS di Mosul

Rabu, 12 Juli 2017 - 17:15 WIB

2 TKW Asal Cianjur Hilang Kontak Selama 6 Tahun

Rabu, 12 Juli 2017 - 15:34 WIB

Catat, Harga TBS Minggu Ini

Selasa, 11 Juli 2017 - 13:17 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia