Johannes Marliem

Jumat, 11 Agustus 2017 - 21:04 WIB 5540000

Ini Sosok Johannes Marliem, Saksi Kunci Korupsi e-KTP yang Tewas di AS

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kabar mengenai tewasnya saksi kunci di kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem dibenarkan oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Benar, yang bersangkutan, Johannes Marliem, meninggal dunia, tapi kami belum dapat informasi yang lebih rinci, karena terjadinya di Amerika," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Johannes merupakan saksi kunci kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP yang kini ditangani KPK. Dalam kasus yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka itu, nama Johannes kerap muncul dalam beberapa waktu terakhir.

Nama Johannes muncul dalam kasus ini tak lama setelah KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka.

Sedikitnya 25 kali nama Johannes disebut Jaksa dalam persidangan kasus ini. Johannes disebut sudah aktif sejak awal dalam pertemuan dan pembahasan proyek yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu.

Dalam sebuah wawancara pada pertengahan Juli 2017, Johannes Marliem secara blak-blakan mengaku telah menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia juga menyebutkan memiliki bukti-bukti keterkaitan orang dengan kasus korupsi e-KTP.

"Hitung saja. Empat tahun dikali berapa pertemuan. Ada puluhan jam rekaman sekitar 500 GB," kata dia, kala itu.

Johannes merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat. Perusahaan ini bergerak sebagai penyedia layanan teknologi biometrik.

Johannes juga disebut sebagai pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek e-KTP. Dari tangan Johannes, KPK banyak mendapatkan bukti dan rekaman aliran uang proyek e-KTP ke anggota DPR dan pejabat Kemendagri.

Pada 2011 silam, Johannes bahkan pernah memberi uang kepada Sugiharto sebesar US$20 ribu. Uang yang diberikan melalui pegawai Kemendagri itu untuk menyewa seorang pengacara kondang. Kemudian pada Maret 2012, Johannes menyaksikan Andi Agustinus alias Andi Narogong menyerahkan US$ 200 ribu kepada Diah Anggraini.

Ketika proyek ini mulai bermasalah dan terbongkar oleh KPK, Johannes kemudian meninggalkan Indonesia. Sejak itu, ia tak pernah kembali ke Indonesia dan memilih menetap di sejumlah negara seperti Singapura dan Amerika Serikat.

Marliem disebut sebagai saksi kunci kasus megakorupsi ini karena ia mengantongi bukti pembicaraan para perancang proyek e-KTP selama empat tahun. Ia meyakini, rekaman pembicaraan itu dapat menjadi bukti untuk menelisik korupsi yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Marliem disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP. Ia pun sempat dimintai keterangan oleh penyidik KPK pada Februari 2017 di Singapura dan pada Juli 2017 di Amerika Serikat.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP ini.

Mereka di antaranya mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, serta Direktur Data dan Informasi Kemendagri, Sugiharto. Keduanya sudah divonis penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor.

Selain mereka, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka, yakni pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto, dan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari. (RB/tempo/cnn)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
muhardi

Berita Terkini

Harris Hebat, Kembali Terima Penghargaan

Jumat, 11 Agustus 2017 - 18:10 WIB

GP Anshor Gelar Silaturahmi Beserta TNI dan Polri

Jumat, 11 Agustus 2017 - 15:29 WIB

Wabup Zardewan Pimpin Apel HUT Provinsi Riau Ke-60

Kamis, 10 Agustus 2017 - 10:40 WIB

Siang ini, KPK "Obok-obok" Balaikota Malang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 15:35 WIB

Kapolsek Bangko Datang Anak Panti Asuhan pun Senang

Rabu, 09 Agustus 2017 - 12:19 WIB

Desa Sido Mukti Punya Gedung Serba Guna

Rabu, 09 Agustus 2017 - 01:06 WIB

Sapi Brahman Cross Cocok Dikembangkan di Kabupaten Siak

Selasa, 08 Agustus 2017 - 15:14 WIB

Ikut Tawuran, Belasan Ondel-ondel Diamankan Polisi

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:37 WIB

Rezim Jokowi, Apa Rezim Anti Kritik?

Selasa, 08 Agustus 2017 - 09:08 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia