Setya Novanto. (net)

Kamis, 16 November 2017 - 21:08 WIB 1630000

Kali Ini Setya Novanto Benar-benar Tak Sadarkan Diri, Bisa 'Game Over'

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kondisi Setya Novanto cukup parah usai mengalami kecelakaan sekitar pukul 19.00 WIB di kawasan Permata Hijau, Jakarta barat bahkan tidak sadarkan diri, demikian Kuasa Hukum Setya Novanto atau Setnov, Fredrick Yunadi.

Fredrick menyatakan, Setnov saat ini Setya Novanto dalam penanganan khusus dokter serta perawat Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.

"Tensinya tinggi, tadi waktu diperiksa dokter 190," kata dia, Kamis (16/11/2017) malam.

Fredrick mengaku sudah membeber riwayat kesehatan Setnov kepada tim dokter, termasuk saat dirawat di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Dia kan ada riwayat hipertensi, jantung dan vertigo. Ini kita sampaikan ke dokter. Dokternya bilang, 'wah bahaya, ini bisa game over kalau tidak segera ditangani'," kata Fredrick menirukan ucapan dokter, dilansir RiauBook.com dari liputan6.

Dia menyatakan, Setnov mengalami kecelakaan saat akan mendatangi KPK untuk pemeriksaan kasusnya. Fredrick mengaku diminta untuk mendampingi Setnov saat di KPK.

"Di tengah jalan menuju KPK, ajudannya tiba-tiba kasih kabar bilang Bapak kecelakaan," kata dia.

Akan Datangi KPK

Sebelumnya, rekaman yang diklaim sebagai suara Setnov muncul dalam wawancara eksklusif dengan Metro TV. Suara dalam rekaman wawancara itu mengatakan dirinya akan datang ke gedung KPK.

"Saya akan datang. Insya Allah," kata Setnov dalam wawancara eksklusif itu.

Namun, dia tidak menyebut kapan akan datang ke KPK, Setnov hanya menegaskan tidak pernah lari dari kasus e-KTP yang menjeratnya.

Pada bagian lain wawancara itu, Setnov mengaku terkejut dengan upaya KPK menjemput paksa dan menggeledah kediamannya pada Rabu malam.

Hal ini membuatnya heran, karena dia mengaku baru sekali dipanggil sebagai tersangka.

"Sebagai tersangka saya juga kaget, karena baru tersangka baru pertama kali panggilan terus tahu-tahu pas saya melucu lagi dari masalah-masalah hukum untuk hari ini, ternyata ada penggeledahan," kata dia.

Karena itu, dia merasa kasus korupsi yang menjeratnya berbau politis. Bahkan, mantan Ketua Fraksi Golkar ini merasa dizalimi dengan penetapannya sebagai tersangka oleh KPK.

"Saya lihat ini nuansa politisnya tinggi, saya merasa dizalimi. Saya tidak pernah sama sekali, tidak pernah menerima uang, bisa dicek di BPK maupun BPKP," kata Setnov dalam wawancara lewat telepon itu.

Dia juga menegaskan dirinya saat ini tengah melakukan upaya hukum untuk menghadapi penetapan tersangka oleh KPK.

"Saya sudah melakukan langkah-langkah, selain judicial review masalah yang berkaitan dengan ini di MK, saya juga melakukan langkah perlindungan hukum kepada Presiden dan lembaga lainnya," kata Setnov. (RB/lp6)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Kepala Sekolah Diminta Waspadai Penipuan

Kamis, 16 November 2017 - 18:48 WIB

Kasat Binmas Polres Inhu Sambangi Desa Se Inhu

Kamis, 16 November 2017 - 18:44 WIB

DPRD Siak Sahkan Prolegda 2018

Kamis, 16 November 2017 - 18:04 WIB

Sudah Satu Minggu, Gas 3 Kg di Siak Langka

Kamis, 16 November 2017 - 18:03 WIB

Mendagri Akan Copot Bupati Rohul Suparman, Asal...

Kamis, 16 November 2017 - 16:02 WIB

Terjaring Razia BNN, 4 PNS dan 2 Jaksa Positif Narkoba

Kamis, 16 November 2017 - 13:00 WIB

Tengah Malam Aziz Syamsudin Datangi Rumah Setya Novanto

Rabu, 15 November 2017 - 23:50 WIB

RAPP Gelar Media Gathering Jalin Keakraban dengan Media

Rabu, 15 November 2017 - 13:35 WIB

Lowongan CPNS di Seluruh Daerah untuk Tahun Depan

Rabu, 15 November 2017 - 00:28 WIB

Tegas Berantas Narkoba, Anies Tutup Diamond Karaoke

Selasa, 14 November 2017 - 17:14 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia