Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). (ANTARA FOTO/WIBOWO ARMANDO)

Jumat, 17 November 2017 - 18:55 WIB 5450000

Generasi Muda Golkar Menganggap Ada 4 Kejanggalan Kecelakaan Setya Novanto

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Ada 4 kejanggalan dari kecelakaan yang menimpa Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto(SN), demikian dikatakan Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia.

"Banyak sekali kejanggalan yang bisa kita saksikan dengan peristiwa kecelakaan SN tadi malam itu," ujar Doli melalui keterangan tertulis, dilansir dari Kompas.com, Jumat (17/11/2017).

Pertama, jenis mobil yang ditumpangi Novanto menurutnya bukan level Novanto. Saat kecelakaan terjadi, Novanto berada di dalam mobil Toyota Fortuner hitam.

"Selama ini SN itu hidup dengan kemewahan dan harta melimpah. Saya tidak pernah melihat dia memiliki atau mau berkendaraan mobil sekelas Fortuner," kata dia.

Kedua, lanjut Doli, Novanto selalu didampingi banyak ajudan serta dikawal patroli dan pengawalan polisi lalu lintas jika bepergian kemana-mana. Sedangkan saat itu mobil yang ditumpangi Novanto tak mendapat pengawalan.

Ketiga, pihak Novanto beralasan terburu-buru mau pergi ke KPK. Padahal satu hari sebelum kejadian, Novanto justru tak ditemukan keberadaannya karena menghindari penjemputan paksa.

Keempat, jika dilihat dari kerusakan mobil yang ditumpangi Novanto, maka Doli menilainya tergolong ke kategori kecelakaan ringan. Dari kerusakannya, kata dia, bahkan seperti disengaja ditabrakkan.

Ia pun menilai aneh Novanto bisa terluka parah dengan kategori kecelakaan ringan seperti itu.

"Sulit untuk tidak bisa kita simpulkan bahwa semua itu adalah rekayasa untuk SN kembali menghambat proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menduga Novanto akan menampilkan skenario baru agar dia terbebas dari proses hukum.

"Saya menduga skenario berikutnya setelah kecelakaan ini adalah SN akan menyatakan dirinya gegar otak, amnesia, lupa ingatan, dan berharap kasusnya tidak dapat diteruskan," kata Doli.

Ia menambahkan, bukan tidak mungkin setelah itu Novanto berupaya meminta izin berobat ke luar negeri sebagai bagian dari upaya melarikan diri.

Namun, Doli meyakini masyarakat sudah cerdas dan mampu menganalisa berbagai informasi yang ada.

"Dan memang tidak perlu terlalu cerdas juga untuk menganalisis akal bulusnya SN itu," tuturnya. (RB/Kompas.com)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini

Menuju Riau 1, Pasangan Harris-Yopi Makin Harmonis

Jumat, 17 November 2017 - 17:21 WIB

Di Rohul, SIUP Berlaku Seumur Hidup

Jumat, 17 November 2017 - 09:03 WIB

Kepala Sekolah Diminta Waspadai Penipuan

Kamis, 16 November 2017 - 18:48 WIB

Kasat Binmas Polres Inhu Sambangi Desa Se Inhu

Kamis, 16 November 2017 - 18:44 WIB

DPRD Siak Sahkan Prolegda 2018

Kamis, 16 November 2017 - 18:04 WIB

Sudah Satu Minggu, Gas 3 Kg di Siak Langka

Kamis, 16 November 2017 - 18:03 WIB

Mendagri Akan Copot Bupati Rohul Suparman, Asal...

Kamis, 16 November 2017 - 16:02 WIB

Terjaring Razia BNN, 4 PNS dan 2 Jaksa Positif Narkoba

Kamis, 16 November 2017 - 13:00 WIB

Tengah Malam Aziz Syamsudin Datangi Rumah Setya Novanto

Rabu, 15 November 2017 - 23:50 WIB

RAPP Gelar Media Gathering Jalin Keakraban dengan Media

Rabu, 15 November 2017 - 13:35 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia