Korupsi Tugu Korupsi Libatkan Keluarga Gubernur? Ini Jawaban Aspidsus Kejati Riau, Anto Rachman Bungkam

RIAUBOOK.COM - Dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) yang di dalamnya terdapat tugu antikorupsi senilai Rp8 miliar diindikasi menyeret keluarga Gubernur Riau setelah 'tercium' dugaan adanya permainan dalam pengadaan atas proyek tersebut.

Apakah benar?

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta kepada RiauBook.com di Pekanbaru lewat sambungan telepon, Kamis (23/11/2017) siang mengatakan, pihaknya tidak bisa berandai-andai, karena penetapan tersangka itu berdasarkan alat bukti yang cukup.

"Sejauh ini tersangkanya masih yang 18 orang itu," kata Sugeng.

Sementara itu, Arsyadjulianto Rachman (Anto Rachman), selaku pihak keluarga atau kakak kandung Gubernur Riau yang dikonfirmasi terkait informasi tersebut masih bungkam, belum bersedia menjawab telepon maupun pesan singkat yang dilayangkan.

Keterlibatakan keluarga gubernur dalam sejumlah proyek APBD Provinsi Riau telah mencuat sejak lama, bahkan sejumlah kelompok aktivis mahasiswa dan kelompok masyarakat sempat menggelar aksi demonstrasi menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjutinya.

rb

Sementara dalam proyek RTH dan tugu antikorupsi, nama keluarga gubernur kembali mencuat setelah Kejati Riau menetapkan 18 orang sebagai tersangka termasuk Staf Khusus Gubernur yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Riau.

Memeriksa Saksi-saksi

Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah memeriksa banyak saksi terkait dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) bekas Kantor Dinas PU Riau senilai Rp8 miliar yang melibatkan 18 orang sebagai tersangka.

Namun dari sejumlah tersangka yang diperiksa, penyidik hanya menahan satu tersangka berinisial RM, selaku konsultan pengawas proyek tersebut dengan alasan yang bersangkutan berpotensi mengganggu atau bahkan mengancam proses penyidikan.

"Kalau jumlah pastinya saya lupa, yang jelas sudah banyak, saksi-saksi yang diperiksa sudah banyak sejak Senin kemarin," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta kepada RiauBook.com di Pekanbaru lewat sambungan telepon, Kamis (23/11/2017) siang.

Sugeng menjelaskan, saksi-saksi yang diperiksa ada dari dinas, konsultan dan pengawas, semuanya yang terkait.

"Semuanya yang dipanggil kemarin kapasitasnya diperiksa sebagai saksi, hanya kebetulan mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka sebagian," kata Sugeng.

Dala perkara ini, demikia Sugeng, berkasnya dibagi-bagi sehingga memang dibutuhkan pemeriksaan saksi-saksi untuk tiap tersangka.

Berapa banyak tersangka yang sudah diperiksa sebagai saksi?

Sugeng menyatakan pihaknya tidak bisa menyebutkan secara detail karena sifatnya substansial.

"Yang ditahan satu itu karena diperiksa sebagai tersangka, sementara yang lainnya diperiksa sebagai saksi, makanya tidak ditahan," kata Sugeng.

Sebelumnya pada Senin (20/11/2017) pihak penyidik Kejati Riau juga telah memeriksa RM, konsultan pengawas sebagai terssangka hingga kemudian ditahan.

Dianggap Ancaman

RM selaku pihak swasta yang bertindak sebagai konsultan pengawas proyek ruang terbuka hijau yang di dalamnya terdapat tugu antikorupsi ditahan atas tuduhan korupsi proyek tersebut karena dianggap sebagai ancaman yang mengganggu proses penyidikan.

Sugeng di Kantor Kejati Riau di Pekanbaru, Senin (20/11/2017) menjelaskan, tersangka RM mulai ditahan pada hari ini dengan pertimbangan bahwa penyidik ingin memastikan perkara yang sidik ini dapat lancar penyidikkannya dan secepatnya dapat diberkas.

"Baru kemudian dilimpahkan ke pengadilan, oleh karena itu penyidik memastikan agar setiap rintangan, hambatan dan gangguan terhadap penyidikan itu dapat sejak dini dapat diantisipasi dan diminimalisir," kata Sugeng.

Kemudian, lanjut dia, kalau memang hambatan itu sifatnya sangat serius tentu harus dihadapi dengan tujuan untuk kepentingan penyidikan.

RM kata Sugeng diperiksa sejak pagi pukul 09.30 WIB dan baru selesai sekitar pukul 16.30 WIB.

Tersangka dalam perkara ini berperan di mana?

Sugeng menjawab: "Yang jelas secara bersama-sama dengan yang lain, klasifikasinya adalah sebagai orang yang melakukan atay yang turut serta melakukan tindakan korupsi".

Terkait fakta perbuatannya apa, kata Sugeng hal itu tentu akan disampaikan di pengadilan.

Belum jelas peranan tersangka RM dalam kasus ini, bisa dirincikan?

"Saya rasa tidak perlu disampaikan di sini, nanti di dalam berkas dakwaan yang akan disampaikan di pengadilan juga akan dimunculkan, jadi sabar saja," kata Sugeng.

Yang jelas menurut KUHP, demikian Sugeng, tidak dikenal yang namanya pelaku utama atau pelaku tidak utama, di Pasal 55 KUHP itu dikatakan, bahwa ada orang yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan korupsi.

Tentang kualifikasi berbuatan, kata Sugeng, tentu itu adalah substansi, nanti saat di pengadilan akan diketahui, bahwa yang bersangkutan melakukan apa, akan dijelaskan di sana.

"Ini adalah tersangka pertama yang kita panggil diperiksa dan kita tahan," demikian Sugeng.

Tidak Jelas Kesalahan

Eritha Indah Fauziyane selaku Kuasa Hukum tersangka RM kepada pers di Kejati Riau mengatakan, pihaknya menyayangkan penahanan atas RM yang dilakukan pihak penyidik Kejati Riau.

"Sebelum pemeriksaan kami sudah tanyakan, ini tersangka diperiksa dalam kasus apa, dalam hal apa," kata Eritha.

Kalau dilihat lagi ke belakang, demikian Eritha, saat jumpa pers kejaksaan, bahwa dinyatakan ada empat hal dalam dugaan tindak pidana dugaan korupsi proyek RTH Riau.

Apakah RM ini sebagai panitia lelang, lanjut Eritha, apakah sebagai ASN yang melakukan pelanggaran dengan mengikuti proyek atau sebagai apa sampai sekarang belum ada jawaban.

"Sampai hari ini (hingga RM ditahan) juga belum dapat dijelaskan kesalahannya itu apa," kata dia.

Mengenai rencana praperadilkan pihak Kejati Riau, Eritha mengakui pihak akan mempertimbangkan, namun yang jelas RM tadi telah menolak penahanan dengan tidak menandatangani surat penahanan.

"Kita tadi juga menolak RM diperiksa secara medis, namun pihak penyidik memaksa untuk dilakukannya pemeriksaan secara medis," kata Eritha.

Dia katakan, satu hal yang harus diketahui, jika pihak Kejati Riau hanya menahan satu dari 18 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, tentu hal ini patut dipertanyakan, apakah ada kaitannya dengan laporan RM di Polda Riau terkait penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Sugeng Riyanta.

"Apakah ada unsur balas dendam terkait RM melaporkan penyalahgunaan wewenang Aspidsus, tentu ini yang menjadi pertanyaan kita," kata dia.

Eritha mengatakan, pihaknya telah mempertanyakan itu semua, namun pihak penyidik kejaksaan tidak memberikan jawaban.

"Nah, ini tentu menimbulkan pertanyaan bagi publik, silahkan saja publik menilainya," kata Eritha.

Dia katakan, bahwa mengenai laporan dugaan penyalahgunaan wewenang ke Polda Riau itu karena masyarakat memiliki hak tersebut, hak ketika ada kejanggalan yang dirasakan.

"Kami menganggap ada penyalahgunaan wewenang terhadap penetapan tersangka RM ini, makanya kemudian dilaporkan ke polda," katanya.

Untuk perkembangan laporan tersebut, demikian Eritha, pihaknya masih akan menunggu, diharapkan kepolisian dapat secepatnya memproses penyidikan. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Ini Alasan Aspidsus Kejati Riau Tidak Tahan Tersangka Korupsi RTH Selain Konsultan Pengawas

RIAUBOOK.COM - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah memeriksa banyak saksi terkait dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) bekas…

Foto

Malam Pertama di Rutan KPK, Setya Novanto Lesu dan Susah Tidur

RIAUBOOK.COM - Malam pertama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) sebagai tahanan KPK, Ketua DPR RI Setya Novanto terlihat lesu dan…

Heriyanto Pelaku Mutilasi di Bengkalis Divonis Hukuman Mati

RIAUBOOK.COM-‎Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menjatuhkan vonis pidana hukuman ‎mati terhadap Heriyanto alias Heri (28) Rabu (22/11/2017). Dia dinilai terbukti…

Foto

Selain Ditahan KPK, Setya Novanto juga Bakal Diperiksa Polisi Terkait Nabrak Tiang Listrik

RIAUBOOK.COM - Urusan Setya Novanto tidak sampai pada penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya juga…

Foto

Ingat, Pemberantasan Pungli Bukan Cuma Tugas Polisi

RIAUBOOK.COM - Untuk penindakan terkait pungutan liar (pungli) bukan hanya wewenang kepeolisian, dan ini sudah disepakati secara bersama bagi mereka…

Foto

Hina Jokowi dan Iriana, Polri Tangkap Hazbullah

RIAUBOOK.COM - Hazbullah (38) ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri setelah dia diduga menyebarkan konten ujaran kebencian di…

Foto

Foto-foto Setya Novanto sejak Sakit hingga Pakai Rompi KPK

RIAUBOOK.COM - Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto menjadi perbincangan hangat bahkan menyedot warganet di…

Foto

Bunuh Janda, Mantan Kasat Reskrim Polsek Sinaboi Dipecat Tidak Hormat

RIAUBOOK.COM - Kepolisian Resor Rokan Hilir melakukan pemecatan tidak dengan hormat terhadap Aipda Jaendar Raja Gukguk dari anggota polisi. Sebab,…

Foto

Supir Travel Buton-Pekanbaru Dibekuk Polisi, 3 Paket Sabu Diamankan

RIAUBOOK.COM - Polres Siak berhasil membekuk seorang supir travel tujuan Buton-Pekanbaru, setelah kedapatan membawa barang haram narkoba jenis sabu.ANR alias…

Foto

Setya Novanto Gandeng Pengacara 'Kopi Sianida'

RIAUBOOK.COM - Usai resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketum Golkar Setya Novanto memperkuat pembelaan atas dirinya dengan menggandeng…

Foto

Konsultan Pengawas Proyek RTH Riau Diperiksa Sejak Pagi hingga Sore, Kata Aspidsus Ditahan Karena Menjadi Ancaman

RIAUBOOK.COM - RM selaku pihak swasta yang bertindak sebagai konsultan pengawas proyek ruang terbuka hijau yang di dalamnya terdapat tugu…

Foto

Kejati Riau Tahan Tersangka yang Laporkan Aspidsus ke Polda, Kapitra: Kami Praperadilkan

RIAUBOOK.COM - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan RM, seorang dari 18 tersangka kasus dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau…

Foto

Polres Bengkalis Buru Anak Buah Heri Jack si Gembong Narkoba

RIAUBOOK.COM - Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis kini memburu jaringan narkoba terkait pemasok sabu ke Lembaga Permasyarakatan Klas IIa Bengkalis.…

Foto

Bawa Senjata Api dan Ganja, Warga Rokan Hilir Ditembak Polisi

Riaubook.com - NKS (41) warga Simpang Kayangan Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir, Riau, ditembak polisi karena melawan saat akan…

Foto

Masalah Hukum Risiko Politikus, Bibit: Jika Setya Novanto Punya Integritas Maka Hadapi KPK

RIAUBOOK.COM - Tersangka kasus megaproyek e-KTP Setya Novanto terus memberikan perlawanan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPR itu terakhir…

Foto

Gadis 15 Tahun Dicabuli Ketua RT di Pelalawan, Dibawa ke Hiburan Malam dan Dicekoki Miras

RIAUBOOK.COM - KD, seorang ketua Rukun Tetangga (RT) di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, dilaporkan ke polisi lantaran diduga mencabuli gadis…

Foto

Korupsi Tugu Anti Korupsi Riau, Legislator: Kalau Trauma itu Wajar Saja

RIAUBOOK.COM - Dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) yang menyeret 18 orang tersangka termasuk beberapa ASN Pemprov Riau membuat…

Foto

2 Wanita Cantik Besuk Napi Bengkalis Bawa Sabu, 1 Ditahan Satu Lagi Dibebaskan

RIAUBOOK.COM - Polres Bengkalis, Riau, membebaskan wanita inisial NV (26) yang ikut membesuk salah seorang tahanan narkoba Heri Kusnadi alias…

Foto

Korupsi Riau di Mana-mana, Bagaimana Mengatasinya? Akademisi Mexsasai Berikan Solusi Kontrol Publik

RIAUBOOK.COM - Kasus-kasus korupsi di Riau merupakan persoalan yang sudah menjadi fakta dalam artian benar melibatkan sejumlah elit lokal yang…

Foto

Bejat, Ayah di Rohul Tega Cabuli Anaknya yang Masih SD Berkali-kali Sampai Kesakitan

RIAUBOOK.COM - MAS (36), ditangkap anggota Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul), Riau, karena dilaporkan telah mencabuli anak tirinya yang masih…

foto

Pendidikan