Kapitra Ampera dan Sugeng Riyanta. (RB)

Senin, 20 November 2017 - 18:25 WIB 10300000

Kejati Riau Tahan Tersangka yang Laporkan Aspidsus ke Polda, Kapitra: Kami Praperadilkan

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan RM, seorang dari 18 tersangka kasus dugaan korupsi proyek ruang terbuka hijau (RTH) di lingkup Pemerintah Provinsi Riau.

"Sore ini penyidik di Kejaksaan Tinggi Riau melakukan penahanan seorang tersangka yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi pembangunan ruang terbuka hijau eks Kantor Dinas PU Riau," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta di Kantor Kejati Riau di Pekanbaru, Senin (20/11/2017) sore.

Sugeng menjelaskan, tersangka atas nama RM akan dilakukan penahanan selama 20 hari sejak hari ini hingga 20 hari kedepan.

Tersangka RM adalah satu dari 18 orang tersangka yang ditetapkan Kejati Riau dalam kasus dugaan korupsi RTH.

RM bersama pengacaranya sempat melaporkan Aspidsus Kejati Riau ke Polda dengan sangkaan penyalahgunaan wewenang karena memberikan informasi bohong ke media terkait nominal kerugian negara dan pernyataan lainnya berkaitan dengan tersangka.

Kuasa Hukum RM, Kapitra Ampera juga sebelumnya melaporkan Aspidsus Kejati Riau ke Presiden Joko Widodo setelah ditemukan dugaan pelanggaran instruksi presiden.

Menurut dia, kejahatan itu harus pasti dan jelas, tidak boleh menyangka-nyangka kemudian menetapkan orang yang disangka tanpa alat bukti yang pasti kemudian diproses hukum.

Terkait ditahannya RM, menurut Kapitra itu adalah kewenangan penyidik, namun klien juga punya hak untuk tidak menandatangani surat penahanan yang diajukan.

"Jadi RM tidak bersedia untuk ditahan, itu ditunjukkan dengan tidak bersedia menandatangani surat penahanan yang diajukan," katanya.

Kapitra mengatakan, pihaknya juga akan menempuh jalur hukum terkait indikasi kriminalisasi yang dialami RM ke pengadilan.

"Tentu, dalam waktu dekat kami akan praperadilkan masalah penahanan yang tidak berlandaskan dan sepihak, secepatnya," kata Kapitra.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta mengatakan, penyidik berhak melakukan penahanan maksimal empat bulan, ini sesuai dengan KUHP karena ancaman terhadap tersangka ini cukup berat, dugaan korupsi secara bersama-sama sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 dan UU 20 tahun 2001, yaitu hukuman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Kemudian, lanjut dia, juga ada indikasi melanggar Pasal 3 UU Anti Korupsi, minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun, dan atau sangkaan kedua yakni melanggar secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi memalsukan surat daftar yang digunakan khusus untuk pemeriksaan administrasi melanggar Pasal 9 UU Nomor 20 tahun 2001.

"Sesuai dengan ketentuan Pasal 29 KUHAP, terhadap tersangka diancam pidana maksimal diatas 9 tahun, dia bisa diperpanjang penahanannya dengan sampai 4 bulan," katanya.

Sugeng menjelaskan, tersangka RM mulai ditahan pada hari ini dengan pertimbangan bahwa penyidik ingin memastikan perkara yang sidik ini dapat lancar penyidikkannya dan secepatnya dapat diberkas.

"Baru kemudian dilimpahkan ke pengadilan, oleh karena itu penyidik memastikan agar setiap rintangan, hambatan dan gangguan terhadap penyidikan itu dapat sejak dini dapat diantisipasi dan diminimalisir," kata Sugeng.

Kemudian, lanjut dia, kalau memang hambatan itu sifatnya sangat serius tentu harus dihadapi dengan tujuan untuk kepentingan penyidikan.

Apakah gangguan yang dimaksud berkaitan dengan dilaporkannya Aspidsus ke Polda Riau berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang?

Sugeng membantahnya: "Oh tidak, saya tidak berbicara spesifik, Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 dan Undang-undang 31 tahun 1999, bahkan ada ancaman khusus terhadap setiap pihak yang menggagalkan, dan mengganggu jalannya penyidikan, pemeriksaan menuju proses persidangan, itu bisa saja diancam dengan tindak pidana yang diberlakukan tentang anti korupsi," katanya.

Sugeng menjelaskan, bahwa setiap tindakan yang dapat berpotensi mengganggu penyidikan harus disikapi secara hukum, dan penahanan ini dilakukan untuk memastikan agar penyidikan dapat berjalan lancar, dan cepat diselesaikan hingga kemudian dilimpahkan ke pengadilan.

Sugeng menjelaskan lagi, bahwa tersangka RM adalah pihak swasta yang bertindak sebagai konsultan pengawas dalam proyek RTH Riau eks Kantor Dinas PU Riau.

Apakah tersangka lainnya juga akan ditahan?

Sugeng menjawab: "Penyidik memiliki strategi dan rencana perkara ini ada banyak tersangka, 18 orang tersangka, sehingga memang bukan perkara sepele, tentu penyidik punya strategi termasuk kapan yang lain akan dilakukan tindakan pemeriksaan dan lainnya". (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Jaringan Narkoba Kerinci Kanan Dibekuk Polres Siak

Jumat, 17 November 2017 - 09:35 WIB

Pria Inhil Tanam Ganja di Pot Bunga

Kamis, 16 November 2017 - 19:01 WIB

Mau Ditangkap KPK, Setya Novanto Kabur ke Luar Negeri?

Kamis, 16 November 2017 - 09:29 WIB

Siapa Pria Misterius yang Jemput Setya Novanto?

Kamis, 16 November 2017 - 08:52 WIB

MA Kabulkan PK, Hukuman Rusli Zainal Bakal Dipangkas

Rabu, 15 November 2017 - 17:05 WIB

Setya Novanto Dilaporkan ke KPK, Termasuk Pengacaranya

Senin, 13 November 2017 - 20:54 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia