Korupsi Riau di Mana-mana, Bagaimana Mengatasinya? Akademisi Mexsasai Berikan Solusi Kontrol Publik

RIAUBOOK.COM - Kasus-kasus korupsi di Riau merupakan persoalan yang sudah menjadi fakta dalam artian benar melibatkan sejumlah elit lokal yang memang sudah diputus oleh pengadilan dan berkekuatan hukuman tetap.

Akademisi sekaligus Pengamat Hukum Tata Negara, Dr Mexsasai Indra mengatakan itu saat berbincang dengan RiauBook.com pada Sabtu (18/11/2017) menanggapi kondisi kritis para pejabat pemangku kepentingan di Pemerintah Provinsi Riau.

"Kalau kita hubungkan dengan konsep pemidanaan yang dikenal dengan hukum pidana, hukum yang dijatuhi para elit lokal itu tentu ada dua tujuan, pertama memberikan preferensi umum dan kedua adalah preferensi khusus," kata Mexsasai.

Preferensi umum yang dimaksud, demikian Mexsasai, yakni memberikan dampak takut atau 'ngeri' dalam melakukan pelanggaran hukum yang sama, kemudian kedua yakni preferensi khusus yakni mengubah prilaku bagi pelaku dari orang yang jahat atau korup menjadi lebih baik.

Mastinya, lanjut dia, bentangan perkara korupsi penyelahgunaan wewenang yang menjerat banyak elit lokal di Riau harus menjadi pembelajaran penting bagi yang lainnya, untuk kemudian tidak terulang tindak pelanggaran hukum yang sama.

Tujuan Hakiki

Namun ternyata, kata dia, tujuan hakiki dari adanya pranata pemidanaan itu untuk kasus-kasus di Riau tersebut tidak memberikan preferensi umum untuk pejabat lainnya untuk tidak melakukan hal sama.

Untuk diketahui, kasus-kasus korupsi di Riau kerap menjadi sorotan nasional bahkan dunia, hal itu tidak lepas dari banyaknya para pejabat atau elit lokal yang terjerat korupsi.

Bahkan sebelumnya, sudah ada tiga Gubernur Riau, yakni Saleh Djasit, Rusli Zainal, dan Annas Maamun yang terbukti di mata pengadilan terlibat kasus korupsi.

Kasus ketiga gubernur tersebut sebelumnya ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terakhir, tidak ketinggalan, pihak Kejaksaan Tinggi Riau juga mengungkap adanya dugaan koruspi pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) yang di dalamnya terdapat tugu perlawanan korupsi.

Dalam kasus ini, pihak Kejati telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka, sebagian adalah kalangan pengawai negeri sipil dan satu pejabat kuasa anggaran di Dinas Pekerjaan Umum setempat.

Apa problemnya sebenarnya?

Mexsasai menjawab, pihaknya melihat dalam kasus-kasus korupsi yang marak terjadi itu karena berbagai hal yang salah satunya adalah lemahnya kontrol publik.

"Pertama terkait soal kontrol publik terhadap proses penyelenggaran pemerintahan yang minim, kemudian sikap masyarakat yang mengangkap prilaku korupsi itu sesuatu yang biasa," kata dia.

Seolah-olah, demikian Mexsasai, masyarakata memaklumi, sehingga tidak ada sanksi sosial yang nyata ketika seseorang itu melakukan tindakan korupsi.

Sistuasi dan kondisi seperti ini menurut dia tidak memberikan efek psikologi terhadap para pelaku korupsi atau para pemangku kepentingan yang memiliki jabatan strategis di pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota sehingga situasi dan kondisinya selalu berulang.

Dalam konteks penegakkan hukum, kata dia, pihaknya menganggap hal tersebut adalah bukan suatu aib bagi daerah, dan harus ada pemikiran bagaimana kedepannya agar tidak terulang lagi.

"Sebenarnya dalam konteks regulasi sudah ada upaya yang dilakukan untuk melakukan pencegahan atau tindakan prefentif supaya prilaku korupsi tidak lagi terjadi," Mexsasai menambahkan.

Peranan TP4D

Seperti misalnya pemerintah sudah membentuk Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), tim pendamping ini berasal dari kejaksaan.

"Saya kira kalau memang misalnya problemnya tidak ada niat, atau seperti penyalahgunaan wewenang itu dilakukan berdasarkan ketidak sengajaan, tentu hal itu berbeda konstriksi hukumnya dengan yang benar-benar ada niat," kata dia.

Kemungkinan menurut dia, hal itu ada problem administratif yang seharusnya bisa diperbaiki secara bersama-sama lewat TP4D.

"Dalam perbuatan itu jika benar tidak niat, maka sebenarnya peranan TP4D ini perlu dimaksimalkan," kataya.

Artinya, lanjut kata pengamat, kedepan jangan sampai ada keraguan dari para pejabat penting pengguna anggaran dana kuasa pengguna anggaran untuk mengambil sebuah kebijakan karena akan berhadapan dengan hukum.

Namun kalau memang ada niat untuk menyalahgunakan wewenang, kata dia tentu ini yang menjadi problem berat karena tentu sudah ada turunannya.

Kontrol Publik

Maka yang perlu menurut dia adalah kontrol publik agar selalu mengingatkan para pejabat atau pemangku kepentingan itu untuk melaksanakan peranan mereka dengan tidak menyalahgunakan wewenang.

Publik yang dimaksud Mexsasai adalah para LSM atau NGO dan peranan kampus, mereka lah yang kemudian memberikan masukan-masukan positif tentang penyelenggaraan pemerintahan, kemudian tentu melakukan kontrol.

Dan pemerintah atau pejabat tersebut kata dia harus menerima saran dan kritik ini dengan bijak, jangan justru menjadikannya lawan yang kemudian berseberangan.

"Harus dibaca atau ditanggapi sebagai sesuatu hal positif yang mampu memberikan berupahan lebih baik termasuk meminimalisasi kasus-kasus korupsi atau penyalahgunaan wewenang," katanya.

Dalam konteks persoalan dugaan korupsi pembangunan RTH yang di dalamnya terdapat tugu anti korupsi, demikian Mexsasai, hal ini memang adalah sesuatu yang dilema.

"Dilema karena ketika kita menyatakan perlawanan terhadap korupsi lewat tugu tersebut, tapi malah proyek tersebut diduga dikorupsi," katanya.

Hal ini menurut dia sesuatu yang paradoks, dalam konteks penegakkan hukum yang dilakukan pihak kejaksaan tentu harus didukung, karena ini menjadi konsekwensi sebagai negara hukum.

"Untuk menciptakan tertib sosial, tentu dibutuhkan tindakan hukum, termasuk dalam penggunaan keuangan negara, dibutuhkan pantauan hukum," demikian Mexsasai. (RB/fzr)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Bejat, Ayah di Rohul Tega Cabuli Anaknya yang Masih SD Berkali-kali Sampai Kesakitan

RIAUBOOK.COM - MAS (36), ditangkap anggota Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul), Riau, karena dilaporkan telah mencabuli anak tirinya yang masih…

Foto

Jaringan Narkoba Kerinci Kanan Dibekuk Polres Siak

RIAUBOOK.COM - Polres Siak kembali membekuk jaringan narkoba di wilayah Kabupaten Siak, MWS alias Garingging (35) berhasil di tangkap setelah…

Foto

Pria Inhil Tanam Ganja di Pot Bunga

RIAUBOOK.COM - Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menangkap seorang pria inisial Ru (39), karena kedapatan menanam pohon ganja dalam…

Foto

Bandar 40 Kilogram Sabu di Bengkalis Dituntut Hukuman Mati

RIAUBOOK.COM - Jaksa Penuntut Umum  Kejaksaan Negeri Bengkalis menuntut Heri Kusnadi alias Eri Jack dengan hukuman mati setelah merasa yakin…

Foto

Mau Ditangkap KPK, Setya Novanto Kabur ke Luar Negeri?

RIAUBOOK.COM - Informasi beredar bahwa Setya Novanto telah kabur ke luar negeri setelah diterbitkan surat penangkapan terhadap Ketua DPR RI…

Foto

Siapa Pria Misterius yang Jemput Setya Novanto?

RIAUBOOK.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berada di kediaman Ketua DPR RI Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII,…

Foto

Lahan Pembibitan Muara Lembu juga Jadi Tempat Transaksi Narkoba

RIAUBOOK.COM - Peredaran narkotik dan obat terlarang di Riau kian mengkhawatirkan, bahkan para pelakunya menjadikan semua tempat sebagai lokasi perdagangan…

Foto

Terbit Surat Perintah Penangkapan, Setya Novanto Menghilang

RIAUBOOK.COM - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kemudian disusul…

Foto

KPK Datangi Rumah Setya Novanto, Tapi Malah Polisi Bentuk Barikade

RIAUBOOK.COM - Sebuah upaya mengejutkan, sebanyak 6 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi rumah tersangka kasus dugaan megakorupsi e-KTP Setya…

Foto

Polisi Bengkalis Tangkap Pengedar 4 Kilogram Sabu Lewat Operasi Zebra

RIAUBOOK.COM - Polres Bengkalis menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis sabu kelas kakap seberat 4 kilogram, empat pelaku menggunakan mobil Inova…

Foto

MA Kabulkan PK, Hukuman Rusli Zainal Bakal Dipangkas

RIAUBOOK.COM - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam kasus…

Foto

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Aspidsus Kejati Riau Diadukan ke Jokowi, Kapitra: Instruksi Presiden Dilanggar

RIAUBOOK.COM - Penyalahgunaan kewenangan dan kekuasaan yang diduga dilakukan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta terhadap…

Foto

ASN Kampar Terbukti Korupsi Pengadaan Meubeler, Hakim Vonis Penjara 1,5 Tahun

RIAUBOOK.COM - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru ‎menjatuhkan vonis 1,5 tahun terhadap Arif Kurniawan, Aparatur Sipil Negara di…

Foto

Hutan Riau Kritis, Tapi Pembalakan Ilegal Masih saja Terjadi di Kuansing

RIAUBOOK.COM - Data resmi pemeerintah menyatakan kondisi hutan di Riau sudah sangat kritis karena peralihan menjadi kawasan hutan industri dan…

Foto

Polisi Dumai Tangkap 2 Pengedar Ganja dan Sabu, Barang Buktinya 4,5 Kilogram

RIAUBOOK.COM - Pihak Polres Dumai, Riau, menangkap 2 orang pengedar narkoba ‎inisial Sah (55) dan ESS (38), mereka berencana mengedarkan…

Foto

Pelaku Pencuri Spesialis Gerai Ditembak Polisi Mandau Sampai Meringis

RIAUBOOK.COM - Kepolisian sektor Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, menangkap 2 orang pelaku pencurian spesialis toko dan gerai Indomaret dan toko…

Foto

Nasib Buni Yani Dibui 1,5 Tahun, Majelis Hakim Menilai Memenuhi Unsur UU ITE dan..

RIAUBOOK.COM - Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan…

Foto

Pak RT dan Pak RW pun Ikut-ikutan Aniaya Pasangan Mesum, Begini Ceritanya...

RIAUBOOK.COM - Pasangan muda-mudi berinisial R dan MA yang dituduh berbuat mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang mengaku juga dianiaya oleh…

Foto

Kapitra: Langgar Perintah Presiden, Sugeng Bisa Dicopot Jabatannya Sebagai Aspidsus

RIAUBOOK.COM - Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau (Aspidsus) Sugeng Riyanta diduga melanggar Perintah Presiden hingga terancam dicopot dari jabatannya…

Foto

1.637 Senjata Api Dimusnahkan, Kapolda Riau: Ini Hasil Operasi Sapu Jagad

RIAUBOOK.COM - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau memusnahan beragam senjata api (senpi), mulai dari rakitan hingga standar aparat yang jumlahnya…

foto

Pendidikan