Suasana kegiatan pacu sampan kempo.

Jumat, 24 November 2017 - 12:09 WIB 2880000

Pacu Sampan Kempo Warisan Tradisi Masyarakat Teluk Meranti

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Kegiatan ini berawal dari pemikiran untuk mengembangkan dan melestarikan angkutan tradisional masyarakat dan sekaligus memperkenalkan bahwa Sampan Kampo merupakan alat transportasi masyarakat sepanjang masa di Sungai Kampar. Selain itu juga untuk membangkitkan dan menggairahkan aktifitas budaya dan pariwisata di Kabupaten Pelalawan, khuausnya Desa Sungai Ara.

Maka dari itu pelaksanaan acara Pacu Sampan Kampo Kabupaten Pelalawan merupakan hal yang tepat untuk dilakukan, mengingat adanya kecendrungan masyarakat untuk melupakan Sampan Kampo sebagai alat transportasi karena pengaruh modernisasi sehingga masyarakat lebih suka menggunakan perahu bermotor.

Dengan dilaksanakannya perlombaan sampan kempo ini juga jelas akan lebih memperkenalkan kepada Masyarakat bahwa Sampan Kampo merupakan alat transportasi Masyarakat sepanjang Sungai Ara.

Namun yang pastinya akan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah terutama di bidang kepariwisataan. Dan even budaya masyarakat ini merupakan tujuan wisata pelalawan kedepan karena dengan berhasilnya menarik kunjungan wisatawan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dan juga meningkatkan hubungan silaturahmim antara sesama masyarakat,

Selain itu banyaknya pendukung dan penonton yang datang ke Desa Sungai Ara ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat setempat. Ini merupakan kesempatan bagi warga desa untuk mendapatkan keuntungan dengan berjualan dan melakukan usaha lain yang mendatangkan penghasilan. Hal ini memang merupakan tujuan dari pengembangan wisata yang seharusnya membantu meningkatkan perekonomian masyrakat.

Dalam perlombaan yang dilaksanakan di laut Desa Sungai Ara itu terasa meriah, karena dapat menghibur ratusan masyarakat yang menyaksikan dengan antusias.

Dikesempatan ini katagori yang dipertandingkan ini adalah, Pacu Sampan Kampo Kategori Umum dan Pacu Sampan Kampo antar Kecamatan.

Para peserta membawakan 1 ( Satu ) Tim yang beranggotakan 13 Orang ( 12 orang pendayung dan 1 orang pemandu/kemudi ). Diantara persyaratan bagi peserta adalah tidak memiliki penyakit ayan dan setiap peserta harus mempunyai kemampuan berenang demi keselamatan dalam mengikuti lomba.

Kepada peserta yang menjadi juara dalam pacu sampan kampo ini selain piala diberikan juga hadiah uang pembinaan serta piala bergilir bagi juara satu sesuai urutan pemenang dan katagori.

Walaupun ada beberapa kecamatan dan desa yang tidak dapat mengikuti perlombaan ini, namun kemeriahan pelaksanaan perlombaan pacu sampan kampo ini tidak berkurang bahkan telah menyedot perhatian banyak pengunjung yang menyaksikan jalannya lomba. Bukan hanya dari masyarakat setempat yang ingin menyaksikan langsung perlombaan ini, melainkan masyarakat dari luar kecamatan pelalawan serta dari luar kabupaten juga turut serta menjadi penonton hingga akhir acara. Karena mereka ingin mengetahui siapa yang akan menjadi pemenang dan memenangkan piala bergilir pada perlombaan tahun ini.

Salah seorang warga masyarakat Sungai Ara yang juga merupakan panitia penyelenggara, khairul mengatakan, lomba sampan kempo ini sudah lama digagas dan telah beberapa kali dilaksanakan.

Menurut khairul tahun ke tahun para peserta, kegiatan pacu sampan kempo tersebut makin ramai, sehingga panitia mulai membagi kategori pacu dan asal peserta. "Saat ini para peserta sudah mrncapai puluhan, sehingga ]aktu pelaksanaannya maupun hadiah menjadi lebih banyak," ujar Khairul.

Khairul sangat berharap, Pemkab Pelalawan dalam tahun-tahun akan datang dapat lebih bisa berperan aktif agar pacu sampan kempo ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata di Indonesia khususnya Riau. "Ini adalah wisata yang dapat menjadi pendukung wisata Gelombang Bono, dan tentunya kegiatan ini harus tetap dipertahankan sejalan dengan program Pelalawan Eksotis," terang Khaiul.

Sementara itu Kadisbudparpora Andi Yuliandri disela-sela pembukaan dan pelepasan pacu sampan kempo pada Riaubook.com mengatakan bahwa even budaya pacu sampan kempo di alur sungai kampar ini merupakan kegiatan upaya untuk melestarikan budaya dan olahraga masyarakat pesisir dengan mengemas produk lokal sebagai atraksi yang menarik bagi pariwisata yang ada di Kecamatan Pelalawan. "Pertandingan ini di ikuti oleh 48 Peserta diantaranya 32 Putra dan 16 Putri. Peserta kita bagi beberapa kategori mengingat cukup banyaknya peminat," ujar Andi Yuliandri.

Masih menurut Andi, Pemkab pelalawan sangat mengapresiasi pihak-pihak yang telah menggelar even tersebut yang secara program cukup layak untuk digelar dan dijadikan suatu even resmi dalam memajukan dunia pariwisata, juga budaya lokal di Indonesia. "Kegiatan ini sangat berpotensi menjadi destinasi wisata mendampingi gelombang bono. Mudah-mudahan bisa terus digelar setiap tahun," harapnya.

Senada dengan Kadisporabudpar, Wakil Ketua DPRD Pelalawan Indra Kampe berharap dengan dilaksanakannya perlombaan sampan kampo merupakan bentuk cara kita melestarikan tradisi masyarakat lokal di Kabupaten Pelalawan ini, sehingga kegiatan ini kedepannya dapat menjadikan budaya anak pesisir suatu mata rantai dalam meraih kunjungan wisata yang datang menyaksikan keunikan dari gelombang bono yang juga ada di alur sungai kampar ini. "Dengan keunikan ukiran sampan yang diguratkan disetiap sampan membuat hal ini sangat berbeda dengan even pacu jalur di Kabupaten Kuansing," ujar Indra.

Begitu juga halnya Bupati Pelalawan HM Harris saat membuka even perlombaan pacu Sampan Kempo juga mengatakan bahwasanya Kabupaten Pelalawan memang sedang giat membangun destinasi wisata untuk dipromosikan secara besar-besaran.

Salah satu cara terbaik yang bisa mendatangkan ratusan ribu wisatawan, ke Kuala Kampar dan Teluk Meranti adalah dengan mempersiapkan segala fasilitas sarana dan prasarana. Kemudian tinggal ditingkatkan dengan strategi pemasaran dan promosinya yang mengacu pada strategi yang dijalankan, seperti mempromosikan destinasi yang dapat sekali jalan atau time, origin atau asli, Promosi atau advertising.

Kembali disebutkannya bahwa Kabupaten Pelalawan khususnya alur sungai Kampar mempunyai satu rankaian Destinasi wisata, yang dimulai dari eksotis dan uniknya fenomena alam Gelombang Bono lalu menuju wisata sejarah dengan melihat Istana Sayap Kerajaan Pelalawan. Kemudian menyaksikan even budaya tua Pacu Sampan Kempo di Sungai Ara dan terakhirnya menenangkan pikiran di Danau Tawjid yang penuh dengan pesona alam. "Semua wisatawan akan dimanjakan dengan menikmati empat lokasi wisata yang semua memiliki kelebihan mading-masing," sebut Harris.

Selanjut Harris juga mengajak seluruh pihak untuk dapat membuka Persaingan, melakukan Atraksi dan membuka Akses. "Dengan berani bersaing pasti akan dapat meningkatkan keinginan dengan motto mengalah rival," sebutnya.

Lanjutnya lagi, kemudian Aktraksi. Bagi daerah yang mempunyai destinasi wisata apalagi memiliki keunikan tersendiri, harus berani untuk menggelar even maupun Festival. Lalu Akses, inilah yang terpenting baik itu sarana dan prasarana maupun promosi keluar. "Dengan memiliki 3 keinginan tersebut saya yamin lelalawan dapat mengandalkan destinasi wisata hingga ke mancanegara," kata Bupati Harris.

Akhirnya Bupati Harris berharap dengan melalui even sampan kampo ini kita menghargai dan melestarikan kebudayaan masyarakat lokal sekaligus melihat kondisi masyarakat di pinggiran sungai yang menggunakan sampan sebagai alat transportasi.

Dijelaskannya lagi, dengan keterbatasan dan dampak penurunan dari APBD saat sekarang ini, pelaksanaan event harus tetap berjalan karena ini adalah perwujudan dari komitmen pemerintah daerah menjadikan festival sampan kampo sebagai warisan kebudayaan asli kabupaten pelalawan yang perlu dilestarikan,dan akan menjadi agenda tahunan pemkab pelalawan. [RB/ton/ADV].

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Redaksi Riaubook 2

Berita Terkini

Tahukah? Ternyata Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke 18

Senin, 20 November 2017 - 23:34 WIB

Singgah ke Aceh? Cobain Ayam Royal yang Lagi Populer Ini..

Minggu, 12 November 2017 - 10:42 WIB

Dari Riau untuk Pariwisata Nasional, Ini Orangnya

Minggu, 05 November 2017 - 10:15 WIB

Menyusuri Jejak Sejarah Raja Rambah di Rohul

Rabu, 01 November 2017 - 13:46 WIB

Bupati Suyatno Minta APBD Riau untuk Pulau Jemur

Senin, 16 Oktober 2017 - 20:20 WIB

Tabuik Piaman Merupakan Budaya, Bukan Ritual Agama

Senin, 16 Oktober 2017 - 19:40 WIB

Walikota akan Membuat Pesta Budaya di Kota Dumai

Senin, 16 Oktober 2017 - 18:09 WIB

Makanan Khas Melayu Ada di Riau Expo

Senin, 16 Oktober 2017 - 07:38 WIB

Sadar, Fotografi itu Penting Dukung Pariwisata Riau

Minggu, 15 Oktober 2017 - 23:48 WIB

Produk Kampar Banyak Dicari Orang Jawa, Kata Azis Zaenal

Minggu, 15 Oktober 2017 - 17:16 WIB

Tabuik di Dumai Merupakan yang Termegah di Dunia

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:55 WIB

Riau Juara di Batam

Senin, 02 Oktober 2017 - 09:51 WIB

Taman Putri Kaca Mayang Berubah Jadi Waterboom Dadakan

Minggu, 01 Oktober 2017 - 14:36 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia