RIAUBOOK.COM - Sempat menembus US$ 19.000 pada Selasa malam lalu, harga bitcoin semakin meroket, fluktuasinya bak roller coaster.
Mengutip CNBC, harga cryptocurrency di situs perdagangan Coinbase menyentuh US$ 19.340 Kamis malam (7/12) sebelum terjun lagi 20%. Pada pukul 4 sore waktu New York, bitcoin diperdagangkan di US$ 16.362,99.
Kini, kapitalisasi bitcoin diperkirakan mencapai US$ 272 miliar.
Memang, harga bitcoin kian menggiurkan. Jika memiliki 1 bit saja, kini pemiliknya sudah menikmati Rp 216 juta.
Tapi, apakah seharusnya ikut berinvestasi di bitcoin? Berikut pandangan beberapa investor yang dirangkum CNBC.
Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase: Bitcoin adalah penipuan
Sementara itu, CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon menyebut, cryptocurrency adalah penipuan (fraud). Dengan begitu, bitcoin pun bukan sesuatu yang nyata, dan pada akhirnya akan ditutup.
"Ini bahkan lebih buruk ketimbang tulip bulbs, dan tidak akan berakhir dengan baik," katanya di salah satu konferensi Barclay, sebagaimana Riaubook.com melansir dari Kontan.co.id.
Salah satu manager hedge fund Fortress Michael Novogratz menilai, bitcoin akan menjadi aset dengan bubble terbesar.
"Jujur saja, ini bubble dan banyak fraud di dalamnya," katanya. Dia mengatakan, dengan tidak ada dasar fundamental, harga bitcoin bisa saja melejit sampai US$ 40.000 di akhir 2018.
Konglomerat Mark Cuban, sah-sah saja mengalokasikan 10% dana kita di investasi high-risk, termasuk bitcoin dan ethereum. "Anggap saja seakan-akan uang itu sudah hilang," kata Cuban pada Vanity Fair. (RB/Kontan.co.id)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…