RIAUBOOK.COM - OlehHardianto Zulfan, S.H
Dalam suatu tulisan, Prof Tjipta Lesmana menuliskan, "Sejak merdeka, bangsa kita mengenal 6 (enam) Presiden (sebelum periode Joko Widodo), masing-masing memiliki pola komunikasi yang berbeda. Pola komunikasi yang berbeda-beda itu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dalam disiplin komunikasi politik, yang diteliti oleh ilmuwan biasanya: (a) karakterirtiknya; (b) konsistensinya; (implementasinya). Pada aspek karakteristik, kita melihat konteksnya (konteks tinggi atau rendah), emosinya (cepat marah atau cool), sikap terhadap kritik (alergi kritik, atau menghargai kritik), dan kecepatan mengambil keputusan. Pada aspek konsistensi, kita melihat apakah ucapan atau pernyataan pemimpin biasanya konsisten atau sering berubah-ubah.
Pada aspek implementasi, kita ingin mengetahui apakah terdapat konsistensi antara pernyataan/ucapan dengan kebijakan. Pola komunikasi seorang pemimpin diakui tidak bisa dilepaskan dari tipe kepemimpinan orang itu: apakah dia termasuk pemimpin otoriter, demokratik atau laissez-faire. Oleh karena itu, dalam buku ini disinggung juga sedikit mengenai masalah kepemimpinan, khususnya menurut teori Edward T. Hall, seorang antropog Amerika yang banyak meneliti karakteristik bangsa-bangsa di dunia ini, baik Timur maupun Barat".
Berkaitan dengan hal tersebut, setidaknya penulis sampaikan bahwa menjadi seorang pribumi di negeri ini sangat mempengaruhi karakterisik seorang pemimpin yang berkaitan dengan pola tingkah laku serta kebiasaan yang biasa dilakukan di dalam komunitas masyarakat tertentu, dan tentu saja seorang pemimpin yang lahir dari lingkungan yang kita sebut dengan lingkungan "daun kering" dan "daun basah". Dalam konteks ini, pemimpin yang terlahir dan besar dalam keadaan lingkungan daun kering seperti ini setidaknya memiliki criteria yang mudah terbakar disisi lain tipe seperti ini lebih mudah untuk dipatahkan semangat juangnya disamping ia sendiri sulit mengendalikan dirinya sendiri seperti halnya daun kering yang mudah terbakar mudah patah dan hancur serta tidak akan mampu mempertahankan dirinya sendiri
Sementara itu, seorang pemimpin yang ditempa dalam lingkungan daun basah, akan lebih kuat terhadap berbagai terpaan ujian dan tidak akan mudah patah oleh berbagai guncangan. Dalam kondisi ini, seorang pemimpin akan dianggap lebih ideal dan baik serta akan lebih konsisten terhadap keputusan yang diambil serta bertanggung jawab secara penuh yang tentu saja dengan pengamatan yang sangat hati-hati dan cermat terhadap apa yang akan menjadi kebijakannya.
Nah, inilah resikonya menjadi orang pribumi di negeri ini, masyarakat secara umum memiliki kewajiban membentuk leader yang berkualitas secara keilmuan dan terlebih lagi berkualitas dari segi ahlak dan moral sehingga diharapkan lahir pemimpin yang berkualitas dan dipercaya. Komunikasi yang baik dan terjaga juga akan bergaris lurus dengan munculnya pemimpin yang pandai pula berkomunikasi dengan masyarakatnya, karena konsep ini tidak cukup dipelajari di sekolah formal saja. Dan yang sangat berperan dalam menciptakan rel ini adalah lingkungan keluarga serta paralel dengan komunitas masyarakat dimanapun mereka berada.
"So in every real sense, leadership effectiveness, both for presidents and anyone in a position of authority, depends to a high degree upon good communication skills," tulis Jhon Baldoni dalam kata pengantar bukunya berjudul Great Communication Secrets of Leaders (2003). Begitu penting factor komunikasi, menurut Baldoni, keberhasilan seorang pemimpin, termasuk Presiden, sesungguhnya sangat ditentukan oleh kepiawaian berkomunikasi. Melalui komunikasi, pemimpin membangun trust (kepercayaan) pada rakyat atau pengikutnya. Trust, menurut Crosman (seorang ahli propraganda) merupakan modal utama pemimpin .
Terakhir penulis sampaikan, kita secara pribadi maupun komunitas masyarakat harus memahami dengan baik bahwa, "Tumpukan sampah berbau busuk untuk selamanya tidak akan menghasilkan bau selain dari bau busuk pula. Dan untuk selamanya pula parfum yang berbau harum untuk selamanya tidak akan menghasilkan bau selain dari parfum pula.
*Penulis adalahMahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Riau. Fakultas Hukum. (RB/yopi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…