Riau Book-Beberapa pedagang terlihat letih dan lunglai, menangisi barang-barang mereka yang ludes terbakar bersamaan dengan kebakaran hebat yang meluluh-lantakkan Pasar Senen, Kamis (19/1) malam. Lebih menyedihkan, sebagian dari mereka, barang-barang yang terbakar adalah barang-barang stok baru.
Rinto tampak kelelahan di depan gedung yang terbakar di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1), malam. Lelaki 32 tahun itu menjaga sisa barangnya yang sempat diselamatkan sebelum si jago merah melahap semuanya dengan ganas.
Sekitar pukul 04.20 dinihari, api mulai melalap bangunan blok I, terus membesar hingga menyambar blok II. "Toko saya di lantai II. Pas saya datang ke toko jam setengah enam api sudah membesar. Mau nyelametin sudah ada yang ambruk plafon-plafon," kata Rinto sedikit terengah. "Jadi hanya bisa nyelametin empat karung saja."
Bukan Rinto seorang yang mengalami nasib tak baik hari ini. Ratusan pedagang lain pun tampak hanya bisa meratapi barang dagangannya yang telah luluh-lantah tersebut. Kamis (19/1) sore, mereka masih tampak menjaga barang-barang mereka yang bisa diselamatkan.
Rinto adalah pedagang perlengkapan ABRI di pasar tersebut. Saat ia mengetahui pasar itu kebakaran, ia langsung memakai langkah seribu menuju tokonya. Sayang, ia sedikit terlambat. Jika dirinya nekat masuk, bisa jadi reruntuhan bangunan yang terbakar mengenainya.
Rinto mengaku sudah berdagang selama dua tahun di Pasar Senen Blok I tersebut. Ia pun belum bisa menghitung berapa total kerugian yang dialaminya. "Pokoknya kalau bisa diselamatkan semua, bisa 20 karung. Ini hanya empat karung saja yang selamat," kata Rinto.
Pedagang lainnya, Herianto (34 tahun), mengaku sampai nekat loncat dari kereta yang ia tumpangi ketika masih berjalan di stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Ia nekat loncat lantaran ingin segera mendatangi kiosnya yang juga terbakar.
Pria yang mengaku tinggal di Tambun, Bekasi itu mengaku mempunyai dua kios buku yang terletak di lantai 4 blok I dan II Pasar Senen. Namun nahas, meski sudah melakukan aksi nekat tersebut, barang dagangannya ternyata sudah menjadi abu.
Tiba di depan tokonya, Herianto hanya bisa meratap. Ia tak kuasa menahan tangis melihat barang dagangannya dilalap si jago merah yang membara. "Baru belanja kemarin Rp 5 juta. Sekarang udah ludes habis kebakar," katanya.
Herianto tak menyangka, tempatnya mencari nafkah harus mengalami kebakaran hebat. Tak terlintas sama sekali di benaknya bahwa kebakaran akan melalap semua dagangan dia dan teman-temannya.
Ratapan lain keluar dari mulut Away (45), pedagang lainnya. "Tak terhitung kerugian ini, mungkin miliaran semuanya, saya saja kalau diperkirakan rugi Rp 150 juta," ujar pria asal Bandung tersebut saat ditemui di lokasi.
Di dalam Pasar tersebut, Away juga mengaku menjual perlengkapan ABRI dan Polisi di toko bernama Toko Tiga Saudara. Menurut dia, bisnis tokonya tersebut sudah berjalan 20 tahun.
Sejak Away berjualan, sudah dua kali ia menyaksikan kebakaran di dalam Pasar Senen. Namun, pada kebakaran tahun 2014 tokonya tersebut tidak terkena kobakaran api karena kebakaran saat itu terjadi di Blok III. "Yang tahun 2014 kan blok III, jadi enggak kena, ini kan blok I," ucapnya.
Kendati mengalami kerugian yang cukup besar, Away tidak terlalu berharap terhadap bantuan dari pemerintah. Pasalnya, pemerintah saat ini memang tidak bisa diharapkan. "Saya tidak mau berharap pada pemerintah, enggak mungkin pemerintah mau bantu, harus berusaha sendiri," kata Away.
Pukul 19.00 WIB, asap hitam masih tampak keluar dari Pasar Senen. Petugas terus mencegah agar api tidak merembet ke blok III sehingga lokasi kebarakan pun tidak semakin luas. Sejauh ini belum ada laporan terdapat korban jiwa akibat kebakaran di sana, meski diketahui kebakaran cukup dahsyat.
Di antara hiruk pikuk petugas yang tengah memadamkan si jago merah dan suara ratapan para korban, seorang berseragam pemadam terlihat menggendong seekor kucing. Rupanya si kucing telah lama terjebak di antara api.
"Ya namanya mahluk hidup, walaupun dia hewan pasti kita selamatkan, tidak pandang bulu," ujar salah seorang petugas pemadam kebakaran bernama Adit.
Saat didekati kucing tersebut ternyata hampir mati terpanggang di dalam gedung. Terlihat dari bulunya yang hangus oleh api. Beruntung dengan kesigapan petugas pemadam kebakaran, kucing itu dapat dibawa dari lokasi kebakaran dengan selamat. Bulunya yang terbakar itu pun disirami petugas dengan air dari mobil damkar.
Kondisi kucing malang tersebut pun membuat haru anak-anak yang melihat aksi petugas. Anak-anak itu ikut menghampir kucing itu, dan menyirami air di tubuhnya agar tidak kepanasan akibat bulunya yang terbakar. Mereka juga sempat melontarkan pujian karena petugas yang tak pandang bulu dalam menolong mahluk hidup dalam kebakaran itu. "Keren pak, keren, keren," teriak anak-anak tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Subejo menjelaskan awal kebakaran tersebut, sebelum api membesar sebenarnya hidran (instalasi pemadam kebakaran) di gedung itu sudah menyala. Namun karena api cepat menjalar, lantas masyarakat pun menghubungi petugas pemadam kebakaran.
"Tadi pada pagi hari sudah gunakan hidran. Tetapi karena perambatan lebih cepat dibandingkan upaya pemadaman, mereka lalu memanggil petugas damkar. Jam 4.20 kejadian, kami sampai di TKP 4.28 WIB," ujar Bejo di lokasi.
Berdasarkan cacatan terakhir yang diberikan Subejo, untuk memadamkan api tersebut pihaknya sudah mengerahkan 568 personel dan 70 mobil pemadam kebakaran turut dikerahkan ke Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Sementara, Kabid Humas Polda Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut polisi masih menunggu penyelidikan dari petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri. "Kebakaran itu nanti menunggu Labfor dulu, yang penting hari ini menyelamatkan jiwa yang ada di situ dan harta benda yang ada," ujar Argo.
Argo mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sampai saat ini, polisi masih menunggu pemeriksaan Labfor. "Belum ada korban jiwa. Kita kan belum periksa-periksa, kita nunggu Labfor dulu," kata mantan kabid Humas Polda Jawa Timur tersebut.(ria)
sumber: Republika.co.id
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…