RIAUBOOK.COM - Salah satu penyebab paling mendasar yang mengakibatkan terjadinya tindak kekerasan pada anak adalah tidak adanya pembekalan tentang informasi pengasuhan anak bagi para calon orang tua.
Berdasarkan survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada 3000 calon pengantin tahun 2016 lalu, hanya 35 persen calon mempelai wanita yang mempelajari cara mengasuh anak, sedangkan untuk calon pria hanya sebanyak 30 persen.
"Jadi kalau kita lihat data ini, sesungguhnya sangat kecil persiapan pranikah untuk keluarga-keluarga baru, akhirnya, ketika dia menikah dan tidak siap punya anak, muncul problem-problem itu (kekerasan pada anak), karena dia tidak memiliki informasi pengasuhan yang baik," kata Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra kepada RiauBook.com (11/10/2018) di Pekanbaru.
Dari survei yang dilakukan KPAI tersebut, kata Jasra, pihaknya juga menemukan, pasangan suami-istri yang masih mengadopsi pola asuh para orang tuanya.
"Sebenarnya tidak ada yang salah, tapi dengan model anak-anak zaman sekarang ini kan butuh di upgrade lagi kapasitas informasinya dari pola pengasuhan orang tua masa lalu, karena tantangan saat ini juga berbeda dengan dulu," ujarnya.
Untuk itu, KPAI berharap, pendampingan dan optimalisasi penyampaian informasi pengasuhan anak kepada calon orang tua harus dapat dimaksimalkan sebagai upaya pencegahan kekerasan pada anak di sektor hulu.
Dengan begitu, kata Jasra, fungsi keluarga seperti halnya ekonomi, agama, budaya, dan biologis akan berjalan dengan baik.
"Jadi di hulunya dulu kita selesaikan, kalau dari keluarganya sudah bagus, dia punya kapasitas informasi yang bagus, kalau seandainya informasi tentang itu tidak cukup, tentu problem anak ini akan terus muncul," ungkapnya. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…