Riau Book- Keberadaan Negara demokrasi, seperti Indonesia ini tentu tidak akan pernah hilang akan kehadiran partai politik. Secara Teoritis menurut undang-undang nomor 2 Tahun 2008 Partai Politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa, dan negara serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Indonesia.
Dengan keberadaan Partai politik ditengah-tengah masyarakat Indonesia tentu secara tidak langsung telah memberikan Pendidikan politik, selain dari pada itu penjaringan aspirasi masyrakat untuk disampaikan kepada Pemerintah dirasa sangat membantu masyrakat terhadap kesulitan yang mereka hadapi. Tentu dengan kehadiran Partai politik dapat mempermudah akses masyrakat dalam penyampaiaan aspirasinya.
Namun Fakta yang dihadapi sekarang, Peranan Partai Politik sangatlah tidak sesuai yang diharapkan masyrakat. Partai Politik saat ini hanya hadir ditengah masyrakat ketika akan diselenggarakannya Pemilihan Umum (Pemilu), baik pemilihan Gubenur, Bupati, Anggota Dewan hingga Presiden.
Didalam Sistem Demokrasi Indonesia, ada beberapa peranan Partai politik, seperti Partai Sebagai Komunikasi Politik. Hal tersebut dimaksud sebagai penyalurkan aneka ragam pendapat dan inspirasi masyarakat dan mengatur dari pada kesimpangsiuran pendapat dari masyarakat. Pendapat yang telah disalurkan akan ditampung dan disatukan agar tercipta kesamaan tujuan. Proses penggabungan pendapat dan inspirasi tersebut dinamakan penggabungan kepentingan (interest aggregation). Sesudah penggabungan tersebut.
Di sisi lain partai politik juga sebagai bahan perbincangan dalam menyebarluaskan kebijakan-kebijakan pemerintah. Di sisi ini politik sebagai wahana perantara anatara pemerintah dengan warga negara. Dimana wahana ini berfungsi sebagai pendengar bagi pemerintah dan sebagai pengeras suara bagi masyarakat. Namun yang terlihat saat ini, komunikasi Partai Politik hanya berbicara sebatas dimulut tanpa ada realisasi yang hasilnya dapat dinikmati oleh masyrakat.
Komunikasi Partai Politik jika dipandang, hanya sesama elit politik yang berkesepakatan untuk menepatkan salah satu kader politik mereka agar bisa duduk disalah satu Kursi Legislatif bahkan kursi Eksekutif. Orientasi Partai Politik hanya untuk keuntungan kelompok semata, soal rakyat dinomor duakan. Ini tentu bertentangan dengan harkikat partai politik yang semuanya telah diatur di uu nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik.
Kita bisa lihat disiaran televisi, radio, dan media online serta cetak terus membicarakan pertarungan Partai Politik, yang akan bertarung untuk merebut simpati rakyat. Cobalah kita cermati bersama, jika para elit politik yang berada dalam partai politik benar-benar tulus untuk menyaring aspirasi masyrakat, kenapa tidak dimulai dari awal, kenapa harus ketika akan diselenggarakan pemilahan umum. Contohnya saja Pemilahan Gubenur Jakarta, yang menjadi trending topik nasional.
Partai politik sibuk berhias diri, mempercantik mukanya mereka dihadapan masyrakat. Seakan mereka Partai Politik akan memperjuangan rakyat dan segala macam dogma-dogma yang bertebaran untuk menghipnotis masyrakat agar mau mendukung kader dari partai mereka. Bahkan calon yang diusung oleh Partai Politik yang dulu berwajah garang, bersuara lantang, gusur sana gusur sini kini terlihat manis dan kemayu dihadapan rakyat Jakarta untuk meminta dukungan. Bahkan tak segan-segan kampanye hitam untuk menjekkan partai A dan B juga diperlihatkan oleh elit-elit Partai Politik. Bukan hanya di Jakarta saja, bahkan diseluruh daratn Indonesia juga demikian. Partai Politik hadir hanya ketika Pemilu saja. Selebihnya keberadaan mereka hilang.
Untuk itu kemurnian partai politik harus dikembalikan sebagai wahana masyrakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Partai politik juga harus hadir ditengah sendi-sendi masyrakat Indonesia bahkan sampai kepelosok daerah terpencil sekali pun untuk menjaring aspirasi mereka. (RB/yp)
Penulis adalah Menteri Sosial dan Politik (Mensospol) BEM Universitas Riau: Aditya Putera Gumesa
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…