Pungli !

Riau Book - Pada hari ulang tahunnya yang ke-lima-puluh, 20 September 1977, Laksamana Soedomo menerima hadiah kejutan dan dianggapnya begitu berharga: Satgas Operasi Tertib di bawah komandonya, menangkap basah seorang jaksa yang menerima uang sogok satu juta rupiah di kantor Kejaksaan Tinggi, Jalan Gajah Mada, Jakarta.

Operasi tangkap tangan ini diumumkan ke seantero negeri sebagai peringatan bahwa rezim Presiden Soeharto sudah begitu tak nyaman dengan pungutan liar di setiap sudut Indonesia. Suap menyuap, pungutan liar, kongkalikong, telah menggerogoti berbagai ladang kehidupan. Karena itu, di usia muda kekuasaannya -- baru enam tahun dari Pemilu 1971, dan sebelas tahun dari sejak tumbangnya Orde Lama -- pada 5 September 1977, Soeharto membentuk Operasi Tertib yang dikepalai oleh seorang jenderal, Pangkopkamtib Laksamana Soedomo.

Soedomo bergerak cepat, ia membentuk satuan tugas yang hanya beranggotakan 23 orang terpilih. Mereka berbagi tugas: menerima laporan masuk, menguntit, mengumpulkan data, bahkan turun menangkap sasaran. Mereka mendatangi secara mendadak kantor-kantor pelayanan pajak, bea cukai, imigrasi, sekolah serta bandara. Soedomo sendiri kerap turun ke kantor kecamatan dan kelurahan.

Satgas Opstib membuka Kotak Pos 999 yang segera menerima ribuan surat pengaduan dari seluruh Indonesia. Umumnya soal sengketa tanah, perkebunan, atau rumah. Misalnya, informasi soal formulir kependudukan yang di jual di kelurahan seharga Rp 150, padahal seharusnya hanya Rp 100. Dari hasil pengaduan itu, misalnya, Satgas Opstib menjaring Bupati Tegal yang berasal dari militer, yang menerima setoran pungli dari perkebunan tebu.

Opstib yang berlangsung selama periode 1977-1981 itu sungguh menggetarkan, dan menciutkan nyali pejabat daerah. Apalagi, dalam menggelar operasi, Soedomo bergandengan dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, JB Sumarlin.

Begitulah.

Setiap zaman di negeri ini, selalu ada masa ketika pungutan liar merajalela, rakyat jadi susah dan pemerintah pun gerah. Menjelang akhir Orde Lama, di tahun 1957, Soekarno membentuk Panitia Retooling Aparatur Negara atau PARAN yang dipimpin langsung oleh presiden.

PARAN gagal memberantas pungli sampai Orde Lama tumbang dan Soeharto naik tahta.

Baru beberapa tahun berkuasa, Soeharto membentuk Komite Empat, merujuk pada empat tokoh yang dianggap bersih dan berwibawa di masa itu, yakni Prof. Johannes, I.J. Kasimo, Mr. Wilopo, dan A. Tjokroaminoto. Tugas mereka semacam KPK saat ini: menemukan dan memberantas tindak pidana korupsi serta pungutan liar besar. Tapi Komite Empat tak berdaya membongkar korupsi di Pertamina.

Setelah itulah, lahir Satgas Opstib.

Apa yang membedakan masa-masa itu dan setelahnya? Tak jauh-jauh dari Soeharto sendiri. Opstib bertaji karena anak-anak sang presiden -- para pangeran dan putri keluarga Cendana -- masih kanak-kanak. Belum tergiur indahnya hidup berlimpah harta.

Saat mereka telah beranjak besar, segenap pungutan liar di negeri ini jadi tak kelihatan, tertutup oleh pungutan "seolah-olah resmi" tapi sesungguhnya adalah pungli: sebagian besarnya mengalir ke kantong pribadi. Ada pungutan iuran petani cengkeh, cukai minuman keras, tata niaga jeruk, iuran TVRI, dan lain-lain.

Sejak itulah, Indonesia tak pernah bisa menegakkan kepala sebagai negara yang bersih dari pungutan liar dan korupsi. Nama Indonesia dalam berbagai peringkat korupsi di dunia selalu bersisian dengan negara-negara terkebelakang, jauh mengekor di bawah negeri-negeri seperti Denmark dan Singapura.

KPK yang berdiri di zaman Presiden Megawati sampai kini telah memenjarakan sedikitnya 20 gubernur, 9 menteri ratusan bupati dan puluhan anggota DPR. Kebiasaan korupsi perlahan terkikis, tapi pungutan liar tetap saja bagai cendawan di musim hujan: tumbuh dan kasat mata di mana-mana, di setiap kantor pelayanan masyarakat, setiap ruang orang-orang mengurus perizinan usaha dan mendirikan bangunan. Bahkan di setiap kelokan jalan berupa parkir liar dengan tarif sesukanya.

Saya tak tahu, apakah Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli yang dibentuk Presiden Jokowi, pekan lalu akan bergema luas atau sekadar tindakan sesaat. Tapi setidaknya, di balik suaranya yang lantang -- "Bukan hanya Rp 500.000 atau Rp 1.000.000, urusan Rp 10.000 pun akan saya urus" -- saya menangkap nada resah suara seorang kepala negara.

Resah oleh pungutan liar yang menggerogoti segala kegiatan dalam negara, resah karena pungutan liar sudah dianggap biasa. (RB/habir)

Kita hanya bisa menunggu.

Selamat siang masyarakat anti pungli ...

(dikutip dari FB Bang Tomi Lebang https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208957365505999&id=1072002562)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Pungli Birokrasi dan Gaya Hidup

Oleh: Bagus Santoso, anggota DPRD Provinsi Riau.Guncangan pungli begitu dahsyatnya. Meluas dan melebar ke penjuru sudut negeri. Selama ini pungli…

Foto

Pesta Jakarta

Riau Book - Sylviana Murni menawarkan buah-buahan di atas meja kepada Ahok. Senyum sang mantan None Jakarta tersungging manis. Ahok…

Foto

Gedung Sebelumnya yang Diperuntukkan untuk Unisi akan Difungsikan

Riau Book - Gedung tinggi yang terletak di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, sebelumnya diperuntukkan untuk UNISI menjadi wacana baru tentang…

Foto

Rekanan !

Riau Book - M. Sanusi, bekas ketua komisi di DPRD DKI, punya banyak mobil, di antaranya sedan Audi A5 dan…

Foto

2 Tahun di Sisa Kepemimpinan, Bupati Inhil HM Wardan Rencanakan Buka Isolasi

Riau Book - Jalur transportasi darat memang masih menjadi masalah utama di Indragiri Hilir (Inhil). Seperti masih banyaknya desa yang…

Foto

Simalakama Biaya Pilkada

Oleh : Bagus SantosoTahapan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) serentak kabupaten/ kota tahap kedua sudah dimulai. Di provinsi Riau…

Foto

Agama Tersakiti Ketika Hukum dan Agama Dipolitisasi

Kehidupan politik di Indonesia saat ini diibaratkan sebuah bola salju , seperti yang kita ketahui ada 1001 permasalahan yang di…

Foto

Wow !!! Becak Akan Diganti Bemo atau Kendaraan Bermesin, di Inhil

Riau Book - Kendaraan becak yang sudah lama menghiasi jalan Kota Tembilahan sebagai alternatif transportasi menyita perhatian Dewan Perwakilan Rakyat…

Foto

Xiaomi, China Sudah Jauh "Berlari" !

Riau Book - Tiga hari lagi, 25 Oktober 2016, salah satu raksasa teknologi China, Xiaomi, hendak meluncurkan produk telepon genggam…

Foto

Lebih Besar Pasak dari Tiang

Oleh: Bagus Santoso(Anggota DPRD Provinsi Riau, Fraksi PAN)Perda RAPBDP Provinsi Riau tahun 2016 akhirnya resmi " diketuk palu" pada angka…

Foto

Dua Tahun Jokowi, Indonesia yang Selalu Mengejutkan

Riau Book - Dua tahun sudah Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla berkuasa. Dua tahun pula mereka bertahta…

Foto

Tempe Bacem

Riau Book - Citra itu bukan sulap-menyulap. Tak ujug-ujug berubah menjadi bukan dirimu sendiri. Lama dikenal gampang marah, meledak-ledak,…

Foto

Tragedi Bencana Asap, jangan Ada Perayaan Berulang Duka

Pesan tegas dari Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayor Jenderal Lodewyk Pusung: "Saya marah, bubarkan Satgas Karlahut (Kebakaran Hutan dan…

Foto

Nasib Jembatan Siak 4

Oleh: Bagus Santoso(Anggota DPRD Provinsi Riau, Fraksi PAN)Angka 4 untuk menamai jembatan yang menghubungkan jalan Sudirman - Rumbai . Nama…

Foto

Ahok, !

Riau Book - -- tulisan Novriantoni Kahar Kalau tidak ada aral melintang atau kondisi force majeure menjelang Pilkada Gubernur DKI…

Foto

Pekanbaru Butuh Pemimpin Penebar Cinta Bukan Penebar Janji

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahap kedua dilaksanakan tahun 2017 mendatang, akan diikuti 101 daerah seluruh penjuru Indonesia, termasuk Kota…

Foto

Motor China, Becak Jakarta

MOTOR CINA, BECAK JAKARTA Riau Book - Kita mengenal dengan baik istilah mocin, motor cina. Lebih sepuluh tahun lalu, Indonesia…

Foto

Gerwani, Tarian Harum Bunga hingga Propaganda Pasca 65

Riau Book- Hingga saat ini, apa yang terjadi dibalik peristiwa G/30 S masih menjadi misteri yang sulit diungkapkan. Termasuk di…

Foto

Pembohongan Puluhan Tahun Dibalik Kekejaman Gerwani

Riau Book- Sainah, seorang gadis 17 tahun, menjadi sorotan media dua bulan setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan tujuh perwira Angkatan…

Foto

Pilkada Pekanbaru, 'Pertarungan' Madani dan Bertuah, Menyusup 'Kuda Hitam'

Riau Book - 'Panas', kata ini layak untuk kondisi Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau saat ini jelang Pemilihan Umum Kepala…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan