Wah !!! Tipu 17 Orang dengan Iming-iming Kerja di Dinsos, Pria di Inhil Diringkus Polisi

Jumat, 16 Juni 2017 - 08:47 WIB 2780000

Wah !!! Tipu 17 Orang dengan Iming-iming Kerja di Dinsos, Pria di Inhil Diringkus Polisi

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Di Jalan Batang Tuaka Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan​ Tembilahan Kabupaten Inhil - Riau menjadi tempat, SAR (30) saat diamankan oleh Sat Reskrim Polres Inhil, Kamis (15/6/2017) sekira pukul 18.00 WIB.

Penangkapan pria yang merupakan warga Jalan Waspada Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahann ini karena diduga menjadi pelaku tindak pidana penipuan dan dilaporkan oleh 17 orang korbannya.

Adapun modus penipuan yang dilakukannya,​ ia meminta sejumlah uang kepada korbannya dengan mengiming-imingi pekerjaan di Dinas Sosial Inhil yakni Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

Sementara uang yang dimintai kepada korban tersebut bervariasi, masing - masing berkisar antara Rp. 1.400.000.- sampai dengan Rp. 2.400.000.- , dengan total kerugian kurang lebih Rp. 24.000.000.-

Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Arry Prasetyo, S.H, M.H, menceritakan penangkapan terduga pelaku berdasarkan laporan para korban ke Polres Inhil.

"Kejadian penipuan tersebut berawal pada pertengahan bulan April 2017, ketika terduga pelaku, mulai menghubungi para korban, melalui handphone, dan menawarkan pekerjaan sebagai tenaga PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hilir," tukasnya.

Dalam interogasinya, pelaku menyebutkan bahwa para korban akan mendapat gaji sebesar Rp. 800.000.- perbulan. Selain itu mereka juga dijanjikan langsung mengikat kontrak, dan mendapat fasilitas berupa baju dinas Pemda, baju batik dan baju olah raga.

Kronologi ketahuannya​ aksi pelaku, seiring berjalan waktu selama kurang lebih 1,5 bulan, beberapa korban yang seharusnya sudah menerima gaji. Merasa penasaran korban mendatangi terduga pelaku, namun pelaku beralasan, bahwa karena baru bulan pertama, masih dianggap training atau percobaan dan mereka belum menerima gaji.

Malah setelah itu, pelaku kembali memberi angin segar kepada para korban, dengan mengatakan guna mendapatkan tunjangan lebih, para korban tersebut yang sudah terlebih dahulu berkerja, disuruh lagi mencari kawannya yang lain, untuk meminta kerja kepada terduga pelaku.

Setelah ditunggu-tunggu sekian lama, para korban yang mulai merasa curiga, karena hanya disuruh mengisi blangko yang itu - itu saja dan tidak memiliki kantor yang tetap mereka berinisiatif untuk mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten​ Inhil guna mengonfirmasikan status mereka sebagai PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), yang selama ini dikordinir oleh terduga pelaku.

Setelah mendapat keterangan resmi dari Dinsos, betapa kecewanya para korban mendapati kenyataan, bahwa untuk saat ini tidak ada pembukaan lowongan kerja sebagai PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

Dan para korban juga mendapatkan penjelasan dari pihak Dinas Sosial, bahwa untuk penerimaan lowongan sebagai PSM (kontrak) pendaftaran melalui online dan tidak sama sekali dipungut biaya (gratis).

Selain itu cara kerja sebagai PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) juga tidak seperti yang diperintahkan pelaku kepada para korban, hanya mengisi blangko, melainkan setiap satu orang PSM akan di tempatkan di satu kecamatan, bertugas mendata masyarakat yang memerlukan bantuan.

Setelah mendapat konfirmasi dan klarifikasi dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Inhil, para korban akhirnya menyadari, bahwa mereka telah ditipu oleh terduga pelaku dan selanjutnya melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Inhil.

"Berdasarkan laporan resmi yang diterima dari pihak korban, selanjutnya unit Pidum Sat Reskrim melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku," ulasannya.

"Saat ini, terduga pelaku, sudah diamankan di Polres Inhil, dan terhadap dirinya akan disangkakan dengan pasal 378 KUHP, yang berbunyi "Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun," imbuhnya. (RB/Habibie).



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
habibie

Berita Terkini

Pekan Depan, Pansus Angket KPK Panggil Miryam

Rabu, 14 Juni 2017 - 20:25 WIB

Patrialis Akbar Jalani Sidang Perdana Kasus Suap

Selasa, 13 Juni 2017 - 12:05 WIB

Buni Yani Didakwa Sengaja Menyebarkan Fitnah

Selasa, 13 Juni 2017 - 11:44 WIB

Hary Tanoe Diperiksa Polisi Terkait 'SMS Gelap'

Senin, 12 Juni 2017 - 10:40 WIB

Akhirnya...Banding Vonis Ahok Resmi Dicabut

Kamis, 08 Juni 2017 - 19:56 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia