Ilustrasi. (net)

Rabu, 06 Desember 2017 - 09:12 WIB 4420000

9 Media Ini Diklaim sebagai Agen Asing CIA

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Perang dingin masih berlanjut antara Rusia dan Amerika Serikat, kali ini kedua pemerintahan atas negara itu saling mencari para pendukung yang menyusup termasuk media menjadi sasaran.

Bahkan Rusia telah menetapkan sembilan media Amerika Serikat, meliputi Voice of America dan Radio Liberty, serta yang terafiliasi dengan keduanya, sebagai agen asing (foreign agents).

Tujuh media lain yang mendapat perlakuan serupa adalah mereka yang memiliki afiliasi dengan VOA dan Radio Liberty, meliputi Current Time TV, Azatliq Radiosi, Sibir Realii, Idel Realii, Factograf, Kavkaz Realii dan Krym Realii

Secara hukum, sembilan organisasi media itu diwajibkan oleh Kementerian Kehakiman Rusia untuk mengkategorikan hasil pekerjaan mereka, yang berbentuk berita, sebagai 'karya agen asing (work of foreign agents)'. Demikian seperti dilansir dari BBC dan liputan6, Rabu (5/12/2017).

Rusia juga mewajibkan kesembilan media itu -- yang berbentuk portal berita, stasiun radio, dan televisi -- untuk mengungkap sumber pendanaan perusahaan/organisasi mereka.

Selain itu, Parlemen Rusia juga mengindikasikan bahwa mereka akan menerapkan sejumlah pembatasan terhadap sejumlah organisasi media asal Amerika Serikat terkait akses ke lembaga legislatif Negeri Beruang Merah.

Kebijakan itu ditetapkan oleh Rusia sebagai sebuah aksi balasan terhadap langkah serupa yang pernah dilakukan oleh Kementerian Kehakiman AS kepada dua media Negeri Beruang Merah, RT dan Sputnik.

Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) telah menuduh RT terlibat skandal intervensi Rusia dalam Pilpres AS 2016 lalu. Kendati demikian, RT membantah tudingan tersebut.

Presiden Rusia Sahkan UU yang Targetkan Media Asing

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin telah menandatangani amendemen undang-undang yang memungkinkan media asing di Rusia dimasukkan dalam daftar "agen asing." Hal tersebut diungkapkan oleh kantor berita pemerintah, Sputnik.

Pejabat Rusia mengatakan bahwa perubahan tersebut merupakan respons atas permintaan pemerintah Amerika Serikat untuk memasukkan jaringan televisi Rusia, RT, sebagai "agen asing" di bawah UU Foreign Agents Registration Act (FARA).

Seperti dikutip dari CNN pada Minggu 26 November 2017, Sputnik melaporkan amandemen yang ditandatangani oleh Putin sebelumnya telah disetujui oleh parlemen Rusia.

"Menurut UU tersebut, media yang menerima bantuan keuangan dari negara atau organisasi asing dapat dicap sebagai 'agen asing', sementara itu keputusan tentang media mana saja yang akan diklasifikasikan sebagai 'agen asing' akan ditentukan oleh Kementerian Kehakiman."

Operasi RT --yang sebelumnya dikenal sebagai Russia Today-- dan kantor berita Sputnik di AS mendapat banyak sorotan sejak setahun lalu. Nama RT disebut dalam sebuah laporan komunitas intelijen terkait dengan upaya Rusia untuk memengaruhi pemilu AS 2016. Laporan ini dirilis pada Januari lalu.

RT dituduh "menyalurkan pesan strategis pemerintah Rusia" dan "berusaha memengaruhi politik serta menyulut emosi". Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Sputnik merupakan media yang didanai oleh pemerintah asing yang memproduksi radio dan konten daring pro-Kremlin.

"Warga Amerika berhak tau siapa yang beroperasi di AS untuk memengaruhi pemerintah AS atau kepentingan publik atas nama pihak asing," ungkap Dana J. Boente, Wakil Jaksa Agung AS untuk Keamanan Nasional.

Duta Besar AS untuk Rusia Jon Huntsman yang diwawancarai Radio Free Europe bulan lalu mengatakan bahwa Washington "sangat prihatin" dengan undang-undang baru ini, menurut Kent.

Pada pertengahan September, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengeluarkan sebuah peringatan bahwa Rusia akan membalas jika AS mengambil tindakan terhadap media yang didanai Rusia, seperti RT dan Sputnik.

"Ketika bertengkar tanpa peraturan, saat undang-undang tersebut dipelintir dan diubah menjadi instrumen untuk menghancurkan sebuah perusahaan TV, setiap langkah melawan media Rusia akan mendapat tanggapan yang sesuai," katanya. (RB/lp6)



Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM


100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Duh, Pilot Lion Air Isap Sabu dan Konsumsi Miras

Selasa, 05 Desember 2017 - 23:59 WIB

Mutasi Pejabat Kampar, Katanya Bebas Suap

Selasa, 05 Desember 2017 - 16:32 WIB

Bupati Rohil Resmikan Giat Sosial Oprasi Katarak Gratis

Sabtu, 02 Desember 2017 - 22:49 WIB

Ditanya Tanggapan Acara Reuni 212, Anies diam

Sabtu, 02 Desember 2017 - 07:28 WIB

Polsek Bangko Ringkus Dua Pelaku Narkotika Jenis Ganja

Jumat, 01 Desember 2017 - 13:16 WIB

Satres Narkoba Ringkus Pengedar Sabu di Rengat

Jumat, 01 Desember 2017 - 13:13 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia