RIAUBOOK.COM - Membangun perekonomian harus disertai dengan harapan yang positif sehingga menimbulkan gairah dalam dunia usaha, itu yang kini diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam membangun iklim investasi di wilayah setempat.
Pemprov Riau kini telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang menjadi harapan dan semangat baru untuk memikat para pengusaha supaya menanamkan modalnya di wilayah setempat.
"Intinya geliat ekonomi kan sudah mulai membaik, mungkin tidak bisa langsung masuk, tapi harapan yang baik itu akan menimbulkan gairah, kalau gairah itu muncul, semangat orang berusaha akan timbul, kalau banyak orang berusaha, maka terjadi dinamika, perputaran modal, ada gerakan usaha-usaha baru," kata Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Jumat (25/5/2018).
Tambahnya, dengan banyaknya investasi yang masuk akan menimbulkan daya serap terhadap tenaga kerja, nilai tambah dan produktivitas, diharapkan itu dapat membangun perekonomian daerah.
"Sekarang kita lagi mengevaluasi perizinan, mudah-mudahan dengan adanya RTRW perizinan usaha kita akan semakin baik, tinggal nanti kabupaten/kota memfasilitasi Tata Ruang mereka," ujar Sekda.
Pertumbuhan ekonomi Riau sekarang berada diangka 2.93 persen, diungkapkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Riau, Kamis (24/5/2018).
"Angka pertumbuhan ekonomi yang hari ini 2.93 persen tanpa investasi loh, sementara syarat untuk menumbuhkan ekonomi itu adalah investasi, dengan demikian pertumbuhan sebesar itu positif dan berkualitas," kata Masperi.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kualitas yang dimaksud dalam pertumbuhan ekonomi tersebut mengartikan bahwa sektor ril di "Bumi Lancang Kuning" terus bergarak dan masyarakat dapat mempertahankan daya belinya.
"Kendati ada fluktuasi (naik-turun), seperti mau lebaran misalnya, biasanya ada kenaikan harga, tapi masyarakat itu berproduksi, artinya pengeluaran mereka tidak melebihi pendapatan, masyarakat dapat menjaga saving (simpanan) mereka, tidak menambah kemiskinan, itulah yang namanya berkualitas," Masperi menuturkan.
Sementara, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2015-2019 lebih dari dari 5 persen, menanggapi ini Masperi tetap optimis, meski menyisakan waktu kurang lebih satu tahun lagi dalam memenuhi target, Perda RTRW dinilai akan menggenjot pertumbuhan ekonomi Riau.
"Kalu dulu memang pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen, tapi memang waktu itu semua komponen perekonomian kita sedang pada puncaknya, produksi kita minyak dan gas kita sedang banyak, harga minyak dunia sedang tinggi, sekarang kan tidak, karena itu, angka 29.3 persen hari ini lebih berkualitas karena ini tanpa investasi, terlepas dipolitisasi atau tidak" kata dia. (RB/Dwi)



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…