Menekan angka buta aksara di Pekanbaru, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru akan lakukan sistim jemput bola agar anak usia sekolah mau bersekolah. Sehingga buta aksara dapat hilang dari Kota Pekanbaru.
Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal M Pd mengatakan, masih banyaknya angka buta aksara di usia sekolah, karena banyak yang berkecendrungan lantaran di luar yang dikehendaki. Seperti tindakan kriminalitas dan peyalahgunaan narkoba.
"Meski demikian, upaya agar mereka terbebas dari penyandang buta aksara tersebut, Disdik Pekanbaru menetapkan sistim jemput bola. Agar mereka mau bersekolah serta terhindar dari ketidakmampuan membaca," kata Jamal.
Dikatakan Jamal, banyak sekolah non formal bermunculan, seperti PKBM. Jika mereka merasa masih diusia wajib belajar maka mereka akan dibawa untuk mengikuti proses pembelajaran. Mereka akan ditempatkan di tempat untuk belajar, supaya tidak lagi menyandang buta aksara.
"Saat ini di Pekanbaru terdapat 40 PKBM, mereka akan di tampung ketika tidak ada lagi yang menampung, karena itu menjadi kewajiban bersama," kata Jamal.
Disdik Pekanbaru terus akan mendata keberadaan para penyandang buta aksara ini. Kini udah dilakukan kerjasama dengan lurah-lurah. Para lurah di minta mendata mereka yang buta aksara.
"Jika mereka yang didapati usia sekolah maka bisa disekolahkan di sekolah formal. Namun jika yang di dapati tidak lagi di usia sekolah maka akan diberikan pendidikan non formal," kata Jamal.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menyebut upaya itu sudah dilakukan sejak lama. Walikota yakin dengan begitu, tidak ada lagi anak di Pekanbaru yang putus sekolah. Upaya untuk meningkatkan pendidikan tidak itu saja yang sudah dilakukan Pemko Pekanbaru. Masih banyak lagi, seperti memberikan beasiswa kepada siswa yang tidak mampu.
Wali Kota Pekanbaru, menjamin kedepan tidak ada anak-anak Pekanbaru yang putus sekolah lagi. Pasalnya, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran 38 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru untuk pendidikan.
Selain itu, Pemko Pekanbaru akan memberikan bantuan alat sekolah kepada ribuan siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Namun ditegaskan Wako, jika ada anak putus sekolah itu kesadaran orang tua yang kurang peduli kepada pendidikan anaknya.
"Anggaran pendidikan tidak hanya ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pendidikan saja, tetapi ada juga di Bagian Kesejateraan Masyarakat (Kesra). Misalkan tahun lalu kita belum alokasikan beasiswa untuk siswa SD, tahun ini kita akan bantu kelengkapan sekolah bagi siswa pertama," katanya.
Disampaikan Wako, Pemko Pekanbaru juga anggarkan beasiswa kepada siswa miskin yang berprestasi, dan tahun sebelumnya anggaran ini belum ada. Jika dirincikan, tahun pertama Pemko bantu peralatan sekolah, sedangkan untuk tahun kedua dan ketiga Pemko akan bantu bagi siswa yang berprestasi, dengan jumlah siswa lebih dari 20 ribu.
"Dan ada juga bantuan-bantuan lain berada di SKPD yang menunjang pendidikan, seperti di Balai Diklat. Bentuk kegiatannya paling banyak untuk menunjangan peningkatan kompetensi bagi guru-guru," ujar Wako.
Ditegaskan Wako, atas dasar apa anak putus sekolah, bantuan peralatan Pemko bantu, jadi tidak benar itu. Bisa jadi ini bukan faktor ekonomi, melainkan perhatian orang tuanya yang kurang. Untuk itu, Wako mengimbau kepada seluruh orang tua, RT/RW untuk memberikan motivasi kepada anak-anak di lingkungannya.
"Bagi saudara-saudara kita yang baru datang, walaupun belum menjadi warga Kota Pekanbaru, kita juga tetap layani. Untuk itu kami harap, hendeknya bagi warga baru segera mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya, sehingga akan lebih mudah ketika berurusan dengan administrasi," harap Wako.
Ditambahkan Jamal, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru terus bergerak cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Pekanbaru. Hal tersebut dibuktikan Disdik Kota Pekanbaru yang saat ini sedang mendata anak putus sekolah di Pekanbaru. Tujuan dari pendataan tersebut, agar anak-anak di kota Pekanbaru tak satu pun yang putus sekolah.
"Kita masih mendata anak-anak yang putus sekokah. Akan kita biayai melalui sumber zakat guru secara berkelanjutan. Jadi tidak ada lagi anak-anak putus sekolah di Pekanbaru," kata Jamal, Jumat (4/3).
Dikatakan Jamal, pada umumnya anak-anak yang putus sekolah merupakan anak dari warga pendatang. Saat ini, Disdik Pekanbaru juga merangkul lurah untuk memastikan warganya yang putus sekolah kemudian dilaporkan ke Disdik. "Makanya kami meminta lurah juga aktif mendata, mana anak yang putus sekolah di wilayahnya agar selanjutnya kami data," terangnya.
Menurutnya, Disdik Pekanbaru sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah agar menyampaikan ke Disdik jika memang ada siswa yang tidak mampu. "Saya selalu sampaikan ke kepala sekolah, agar mendata dan sekolah lapor ke kita. Atau boleh juga siswa itu datang ke sini, kita akan bantu," janji Jamal.
Tidak hanya sekolah negeri di semua tingkatan, Disdik juga sampaikan ke sekolah swasta. "Berapa hutang anak ini di sekolah swasta itu kita bayarkan. Jadi tak ada tebang pilih dalam memberikan bantuan ini," tutut Jamal mengakhiri. (ADV)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…