Riaubook - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul), Rabu (01/02/2017) telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran penyakit Demam berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.
Pernyataan Status KLB DBD tersebut disampaikan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rokan Hulu, H. Sukiman, saat memimpin Apel gabungan dalam rangka kegiatan TNI bersama Rakyat serta apel menghadapi Karlahut dan DBD.
Dijelaskanya, penetapan status KLB didasari peningkatan dua kali lipat kasus DBD bulan januari dibandingkan bulan desember 2016 dan Januari 2015.
Dari Laporan Dinas Kesehatan, jelas Sukiman, jumlah kasus DBD di Rohul akhir bulan Januari 2017 sudah mencapai 66 kasus. Jumlah tersebut, meningkat 2 kali lipat dibandingkan kasus DBD pada bulan Desember 2016 sebanyak 39 kasus serta bulan Januari 2015 yang hanya 9 kasus.
"Atas dasar itu, maka hari ini kita telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran DBD ini, maka dari itu saya instruksikan kepada seluruh komponen, mulai dari instansi pemerintah, camat, kepala desa hingga RT/RW dapat menggalakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah masing-masing," imbaunya.
Lebih lanjut diutarakanya, salah satu faktor penyebab peningkatan kasus DBD di Rohul, masih didominasi kurangnya kesadaran masyarakat dalam membersihkan lingkungan. Dari survey lapangan yang dilakukan Dinkes, masih banyak ditemukan ban bekas yang menjadi sarang nyamuk aedes aegypti di pemukiman penduduk.
"Kita bahkan temukan banyak ban bekas yang menjadi sarang jentik nyamuk, dari data kita ada sekitar 2.137 ban bekas yang sudah kita musnahkan di seluruh kecamatan di Rohul" tuturnya.
Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan ini, ditambah lagi dengan adanya pola pikir masyarakat bahwa kegiatan fogging merupakan satu-satunya cara memberantas DBD. Sehingga setelah lingkungan difogging mereka tidak lagi memperhatikan kebersihan lingkungan. Padahal, fogging hanya merupakan upaya membunuh nyamuk dewasa tidak membunuh jentik nyamuk aedes aegyti yang menjadi cikal bakal berkembangnya DBD.
Selain menghimbau instansi pemerintah, Sukiman juga menghimbau kepada masyarakat dapat menggiatkan kebiasaan baik, seperti kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, makan makanan yang bergizi dan olahrgaa cukup.
"Selain itu yang terpenting lakukan langkah-langkah pencegahan 3M Plus, penyebaran wabah DBD ini dapat kita cegah" pungkasnya.
Satukan visi seluruh instansi lakukan pencegahan KarlahutPada kesempatan itu juga Plt. Bupati Rohul menyinggung soal kebakaran lahan dan hutan (karlahut).
Dijelaskannya, berdasarkan Kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Provinsi Riau khusunya Kabupaten Rokan Hulu, masuk sebagai salah satu daerah Rawan bencana kebakaran lahan dan hutan.
Sebagai bentuk keseriusan pemkab Rohul menindaklanjuti instruksi Presiden terhadap karlahut, pemkab Rohul sudah menetapkan status siaga darurat kebakakaran Lahan dan Hutan sejak 16 januari lalu dan berlaku hingga 120 hari kedepan.
Dengan ditetapkanya status siaga darurat ini diharapkan seluruhnya mulai dari kepala desa, Babinsa, Babinkamtibnas, Kapolsek, dan Danramil dapat bersama-sama memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan mencegah bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Hal ini didasari besarnya dampak bahaya dan kerugian materil yang ditimbulkan dari Karlahut.
"Tahun 2015 musibah karlahut menyebabkan kerugian negera hingga Rp200 triliun" jelasnya.
Diakui Sukiman, saat ini Pemkab Rohul sudah mengaktifkan peran dari masyarakat peduli api sebagai garda terdepan penanggulangan bencana asap.
Selain itu dalam kegiatan pencegahan ini pemerintah juga mengharapkan peran serta dari TNI-Polri. Dia juga mengingatkan perusahaan agar tidak melakukan pembakaran lahan, karena pada tahun ini pemerintah akan benar-benar melakukan pengawasan yang ketat. Jika terbukti, maka perusahaan yang sengaja atau tidak sengaja membakar lahan akan dijatuhi sanksi.
"Jangan sampai ada lagi aktifitas pembakaran lahan, kita juga himbau perusahaan jangan ada yang bakar lahan, jika nanti ditemukan, maka sanksinya tegas kita bisa cabut izinya" ancam sukiman.
Lebih lanjut dikatakan, ada beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori Rawan Bencana Karhutla. Kecamatan rawan tersebut merupakan kecamatan yang berada di lereng bukit barisan seperti Rokan IV Koto, Pendalian, Kabun dan Tandun, serta kecamatan yang berada di kawasan gambut seperti kecamatan Bonai Darusalam dan Kepenuhan.
"Daerah-daerah Rawan ini, nantinya akan diberi perhatian khusus dimana Kepala Desa RT-RW nya kita minta untuk mengawal dan melarang aktivitas pembakaran sekecil apapun sehingga memperkecil ancaman terjadinya karlahut di wilayah tersebut,"pungkasnya. (RB/Beni/Shinta)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau




Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…