RIAUBOOK.COM - Perkembangan Kota Pekanbaru, Riau, begitu pesat, gedung-gedung tinggi 'mencakar langit' terus 'bertumbuhan' di tengah Kota Madani, namun siapa sangka, di sudut-sudut kota kondisinya justru berbalik 90 derajat.
Malam itu, sebelum Ramadan, Dayat, yang baru diangkat menjadi Ketua Rukun Tetangga (RT) di Perumahan Bertuah Sejahtera, Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, sibuk memanggil sejumlah warga yang dianggap sebagai tokoh masyarakat setempat, cukup untuk mewakili lebih dari 500 keluarga atau sedikitnya seribu jiwa di perumahan sangat sangat sederhana ini.
Panggilan Dayat membuat belasan pria akhirnya berkumpul di rumahnya yang sederhana. Aspizon, seorang kuli bangunan, menjadi 'moderator' dalam debat malam itu, membicarakan rencana penggunaan Mushola tanpa atap untuk menyambut malam-malam Ramadan.
Akmal, seorang sopir angkot. Dia 'ngotot', Mushola yang diberi nama Al-Fatah itu digunakan saat Ramadan. Ungkapan pria beranak itu disambut baik sejumlah warga lainnya.
Asep, pekerja serabutan menyetujui, karena menurutnya ibadah yang khusyu bukan berdasarkan tempat, namun keyakinan dan keseriusan.
Ungkapan sejumlah pemuka masyarakat itu akhirnya mendapat persetujuan seluruh warga, mereka kemudian memaksa mendekatkan raga kepada Allah SWT dalam rumah ibadah tanpa atap, tanpa lantai.
Malam-malam Ramadan dilalui warga dengan suka cita, mereka membuktikan khusyu sebuah ibadah ternyata juga ada dalam kebersamaan.
"Kemarin sewaktu mau pemilihan wali kota, ada calon yang datang ke perumahan kami ini, mereka berjanji akan menyalurkan bantuan untuk mushola ini," kata Dayat.
Sejumlah warga begitu antusiastis, mereka menaruh harapan yang besar pada pasangan calon yang menang itu. "Tapi janji tinggal janji, sudah terpilih hingga sekarang, serupiah pun tak terbukti," Dayat berujar.
Kemarin, demikian Dayat, seorang wartawan media cetak yang mengaku prihatin dengan kondisi warga, juga sempat berusaha, mencoba untuk mengadukan nasib ke gubernur.
"Tapi saya bilang ke warga, jangan terlalu berharap, wali kota saja tak memandang, bagaimana seorang gubernur?" kata dia.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam perjalanan Safari Ramadan telah mengunjungi sejumlah wilayah kabupaten/kota. Dia juga telah menyalurkan sejumlah bantuan ke masjid dan mushola di setiap daerah yang menjadi rute kunjungannya.
Seperti di Dumai, gubernur yang akrab disapa Andi Rachman ini menyalurkan bantuan dari Bank Riau Kepri dan dana pribadinya senilai total Rp50 juta.
Begitu juga di Bengkalis, Indragiri Hilir dan beberapa daerah lainnya. Andi tidak lupa menyumbangkan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah.
"Saya dapat kabar tentang gubernur yang banyak menyalurkan bantuan di masjid-masjid luar kota. Tapi kami yang dekat dengan rumah beliau, masih sangat berharap perhatian yang sama diakhir-akhir Ramadan ini," Dayat mengakhiri. (RB/MC)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…