RIAUBOOK.COM - Rosita, salah satu siswi di MTS Negri 1 Tumpang, Pono, Malang nyaris bunuh diri karena panik uang tabungan Rp 42 juta tak diakui pihak sekolah. Namun pihak sekolah memiliki catatan tabungan Rosita hanya sebesar Rp 135 ribu.
Kasek MTS Negeri 1 Tumpang, Pono, tidak memungkiri ada dua catatan soal tabungan Rosita, catatan pertama dimiliki orang tua dan sekolah.
"Rosita mengaku pernah memberikan uang tabungan di depan kamar mandi dan kelas. Versi wali kelas, tabungan diberikan di dalam kelas yang nilainya tidak sama dengan catatan orang tua Rosita. Itu hasil keterangan yang saya miliki," terang Pono dikutip dari detikcom, Rabu (21/6/2017).
Sebagai Kasek, Pono memang berpegang kepada catatan yang dimiliki sekolah atau wali kelas. Kendati dirinya tidak pernah menginstruksikan adanya kegiatan menabung siswa di sekolah.
"Wali kelas selalu mencatat berapapun uang tabungan yang disetor siswa. Buku tabungan sengaja tidak diberikan, takut disalahgunakan. Hampir semua siswa di kelas Rosita menabung," jelas Pono.
Klaim Tabungan Rosita Rp 42 Juta, Tanpa Ada Saksi dan BuktiIbunda Rosita Menunjukan catatan jumlah tabungan anakanya/Foto: Muhammad Aminudin
Munculnya dua catatan tabungan, memang membuat masalah sulit menemukan titik terang. Upaya menguji persoalan ini melalui jalur hukum ditolak keluarga Rosita, bahkan mereka justru menuntut pembuktian dengan sumpah pocong.
"Bapaknya yang minta, ibunya menolak dan tetap ingin uang diberikan. Sudah jadi tradisi di wilayah mereka tinggal, pembuktian sumpah pocong, mereka lebih mempercayai itu. Kami mengikuti saja," terang Pono. Disampaikan juga, sumpah pocong akan dilakukan oleh Rosita dan wali kelas.
Rosita didampingi ibunya mengaku, telah menyetorkan uang tabungan kepada wali kelas. Tanda bukti atau buku tabungan tidak diberikan. Awalnya mereka menyangka tidak akan seperti saat ini.
"Iya kami percaya saja, karena menabung di sekolah," ujar Wijiyati mendampingi Rosita.
Wijiyati tetap bersikukuh, akan menagih uang tabungan sesuai dengan catatan tabungan yang dimilikinya. Menurut dia, catatan itu benar.
"Anak saya sudah mau bunuh diri, saya tetap akan menagih," ujar Wijiyati. (dtc)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…