RIAUBOOK.COM - Banyaknya masyarakat yang mengeluh tentang kebijakan restoran dan rumah makan di Siak yang suka-suka hati mereka meletakkan harga tanpa menggunakan harga standar.
Hal itu mendapat sorotan orang nomor satu di Kabupaten Siak. Syamsuar mengaku, pedagang retoran dan rumah makan di Siak tidak meletakan harga standar setiap porsi makanan yang dijual kepada pembeli.
"Untuk restoran dan rumah makan di Siak ini Banyak harga yang tidak standar, suka-suka dia saja yang membuat harga. Sehingga Siak dapat mendapat "image" yang buruk, orang tak mau makan di Siak, bawa makan dari luar dan pada akhirnya buang sampah di kota Siak," ucap Bupati Siak H Syamsuar, saat pidato usai pelantikan pejabat eselon II, III dan IV dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak, Jumat (6/7/17).
Kemudian lanjut Syamsuar, sampah-sampah yang dibuat oleh pengunjung, dibersihkan petugas kebersihan, sehingga daerah lain diuntungkan, Siak di rugikan.
"Maka saya imbau kepada Dinas Dagprin untuk mengumpulkan pemilik restoran dan rumah makan, sampaikan ini hal ini, buat ketegasan dan kesepakatan harga. Misalnya gulai ayam, satu porsi Rp 10 ribu, semuanya harus Rp 10 ribu," ucapnya.
Syamsuar juga meminta ketegasan dari piha Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagprin) untuk membuat kebijakan itu.
"Sebagai contoh, ada rumah makan di Jogja, ditutup oleh UPTD nya karena pedagang tidak meletakkan harga standar. Nah, Jogja saja bisa, masak Siak tidak bisa," tuturnya.
"Ini soal kemauan saja, kalau kita tidak mau, seperti inilah kita, kita pejabat pemerintah harus tegas, kalau tidak sanggup berhenti sajalah, saya teken surat pemberhentiannya," tegas Syamsuar.
Jogja itu kata Syamsuar, pedagangnya tersebut karena cuma menaikkan harga sikit saja, langsung ditindak tegas.
"Disanakan terkenal makanan yang murah-murah, jadi ada pedagang yang menaikkan harga, langsung didatangi petugas dan ditutupi kedai tersebut," terang Syamsuar.
Syamsuar perpesan, hal seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sementara saat ini, Siak bagaimana cara orang datang ke Siak senang untuk berwisata.
"Banyak yang diperoleh disitu, bukan makan minum saja, melainan kerajinan dan sebagainya, inikan punya nilai ekonomi yang sangat besar," kata Syamsuar.
"Jadi hal ini kedepan, saya harap ada perubahan lah. Kita saat ini bagaimana cari PAD, kalau tidak kita cari duit bagaimana kedepannya Siak ini, harap dana dari pusat, tidak bisa lagi," kata Syamsuar. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…