RIAUBOOK.COM- Pelabuhan laut Tanjung Buton yang terletak di wilayah Kabupaten Siak, saat ini terkesan tidak mampu lagi mengimbangi kepadatan lalu lintas kendaraan yang masuk dan ingin keluar dari pelabuhan.
Sebab jika dalam waktu bersamaan, kedatangan kapal roro dari wilayah Kepri dan juga kapal-kapal penumpang dari Batam dan dari daerah lain seperti Meranti, maka kondisi pelabuhan itu kian menjadi sangat sempit dan semraut.
"Jangankan kendaraan yang akan lewat, manusia atau calon penumpang yang akan menuju pelabuhan, maupun sebaliknya mau masuk ke dalam mobil saja sudah sangat sulit," aku Mahyudin warga Tanjung Pinang, kemarin.
Apalagi pada momen tertentu seperti keberangkatan haji maupun penyambutan haji dan juga kegiatan massal lainnya. Maka keberadaan pelabuhan itu menjadi sumpek dan macet mengakibatkan keterlambatan arus keberangkatan maupun kedatangan hingga berjam-jam.
Kesulitan tersebut ungkap Udin, akibat tumpukan kendaraan yang mau berangkat ke kepulauan maupun kedatangan kendaraan yang hendak menuju daratan.
Apalagi kendaraan truk maupun kendaraan pribadi yang hendak diseberangkan itu sudah ada yang menunggu antrean hingga satu minggu bahkan lebih. Terpaksa antre lama karena keterbatasan volume angkutan pada kapal roro tersebut.
Apalagi puluhan bahkan ratusan kendaraan truk yang mengantre tersebut juga terpaksa menyita badan jalan satu-satunya menuju pelabuhan. Situasi ini memaksa kawasan pelabuhan kurang kondusif bagi para pengendara maupun para pemilik kendaraan yang sengaja memarkirkan kendaraannya saat bepergian ke daerah kepulauan. (RB/jos)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…