Hal itu diketahui setelah KPU menggelar sosialisasi terkait penataan Dapil dan Simulasi penghitungan suara di Pemilu Legislatif 2019 mendatang, Minggu (24/12/17) di Hotel Grand Royal Siak, yang dihadiri hampir seluruh Parpol dan undangan beberapa lembaga kemasyarakatan di Kabupaten Siak.
"Sosialisasi ini kita gelar sesuai permintaan Parpol beberapa waktu lalu untuk membahas tentang aspirasi keinginan sejumlah pihak agar Dapil Satu Siak di pecah untuk menjadi dua Dapil," kata Ketua KPU Siak Agus Salim disela sosialisasi.
Diajang itu, KPU Siak mensosialisasikan terkait simulasi penghitungan suara dan perolehan kursi Parpol sesuai jumlah suara sah di Dapil. Sebelumnya KPU juga menyampaikan hasil pendataan penduduk sebagai peserta Pemilu yang justru mengalami pengurangan untuk disejumlah Kecamatan.
"Setelah kita teliti, jumlah pemilih di kabupaten Siak justru berkurang mencapai angka 22.337 jiwa. Dan seiring terjadi di Kandis dan Tualang, maka ada pengurangan kursi di Dapil tersebut," kata Agus.
Dalam rapat lanjutan yang digelar KPU Siak tersebut, rencana pemekaran Dapil Satu Siak seiring adanya penambahan jumlah kursi, tidak mendapat dukungan dari sejumlah besar partai politik. Hanya partai Gerindra dan PKB yang menyarankan agar KPU Siak menjadikan Dapil Siak I yang terdiri dari enam kecamatan untuk dimekarkan.
Ketua DPC Gerindra, Sutarno mengaku telah mempelajari beberapa opsi tawaran yang dibuat KPU Siak, bahkan menurutnya ada sekitar 5 opsi dalam penataan ulang daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Siak.
"Mempertimbangkan jumlah kecamatan di Dapil satu Siak yang sudah beberapa kali Pemilu diterapkan mencapai 6 kecamatan, maka kita sependapat dengan opsi ke empat yang ditawarkan KPU untuk dipecah menjadi dua Dapil dan dimasukkan Kecamatan Sungai Mandau ke Dapil Satu hasil pemecahan dengan jumlah kursi yang akan diperebutkan 7 kursi di DPRD Siak nantinya," kata Sutarno.
Namun menurutnya justru sejumlah parpol menolak hal tersebut. Dan tetap pada opsi Dapil sama berjumlah 4 Dapil dengan catatan ada perubahan jumlah kursi di Dapil 1 Siak menjadi 11 Kursi dan digabungkannya Sungai Mandau ke Dapil Siak Tiga (Tualang-Sungai Mandau) yang juga merebutkan 11 kursi.
Seiide dengan Partai Gerindra, Ketua DPC PKB Siak, Muhatarom juga mendukung jika KPU memekarkan Dapil Siak I dalam dua Dapil dengan batas belah Sungai, dan masuknya Sungai Mandau yang akan membuat porsi kursi DPRD dapil satu 7 kursi dari empat kecamatan, Siak, Bungaraya, Sabak Auh dan Sungai Mandau.
"Sedangkan Dapil pemekaran atau menjadi sebutan Dapil Siak Dua terdiri dari 3 kecamatan, Sungai Apit, Pusako dan Mempura untuk merebutkan 5 porsi Kursi nantinya," Muhtarom menerangkan.
Namun pendapat kedua Ketua Parpol tersebut bertolak belakang dengan sudut pandang Ketua Harian Partai Golkar Kabupaten Siak, Indra Gunawan yang lebih nyaman dengan kondisi Dapil satu Siak tetap enam kecamatan dan ditanbah satu kursi tambahan sehingga menjadi 11 Kursi. Penyampaiannya pun mendapat dukungan dari sejumlah parpol lainnya.
"Karena sudah beberapa kali format enam kecamatan di Dapil Satu Siak ini dipakai, maka kita dari Golkar lebih nyaman posisi itu tetap dipertahankan. Apalagi ada tambahan dengan satu porsi kursi di Dapil Siak I," dia berujar. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…