PADLI AR. (net)

Jumat, 29 Desember 2017 - 23:33 WIB 55310000

Abdul Somad, Alternatif Baru untuk Calon Pemimpin Riau

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Oleh Padli AR, Ketua KAMMI Wilayah Riau

UAS, Ustad Abdul Somad menjadi publik figur paling diminati saat ini. Sedikit tendensius sih. Tapi boleh lah ya. Paling tidak ada tiga alasan kenapa ia diminati. Pertama, ceramahnya disampaikan dengan rincian dalil yang kuat dan komprehensif. Kedua, hampir setiap hari penuh dengan aktifitas dakwah mulai dari kampung-kampung, keliling nusantara sampai diminta ke beberapa negara tetangga. Dan tidak ada alasan bagi UAS menolak undangan dari manapun kecuali memang sudah tidak ada space lagi.

Ketiga, Tidak takut dengan ancaman yang datang terus menerus mengganggu aktifitas dakwahnya. Gaya bicara yang kental melayunya menjadikan UAS punya karakter tersendiri. Menurut Jonru (aktifis media sosial) UAS mampu menggabungkan ilmu dengan kejenakaan dalam memberikan ceramah.

Kebanyakan orang mengenalnya sebagai ustadz yang tak punya karisma karena penampilannya yang lugu, tetapi didengar karena ilmu. Setiap yang mendengar ceramah UAS pasti ingin datang atau sekedar mengulang di banyak media audio/audio visual. Itulah yang menurut saya, kenapa beberapa bulan belakangan ini UAS memenuhi wall Facebook kita.

Sebagai da'i pasti punya misi menegakkan agama islam. Walaupun tantangan begitu hebat, dari luar maupun didalam agama ini sendiri. Masih ingatkan dengan pernyataan UAS yang keukeuh untuk tidak memilih ahok sebagai calon gubernur Jakarta kurang lebih setahun yang lalu. Ragam sikap ustadz menyambut keinginan ahok (seorang tionghoa kristiani), ada ustadz yang dukung, ada yang ragu, dan UAS salah seorang ustadz yang tegas menolak ahok sebagai gubernur (tidak boleh didukung sebagai gubernur) di komunitas yang mayoritas muslim.

Penolakan ini bagi saya adalah sikap konsisten UAS sebagai ustadz yang memahami dan menjalankan nilai-nilai agamanya. Di lain waktu, baru-baru ini kita mendengar UAS juga ditolak oleh sebagian kecil "benalu" ummat ketika beliau sempat akan berceramah di negara bagian Hongkong.

Padahal bulan lalu ia dibawakan parang segelintir manusia primitif sebagai bentuk penolakan dakwahnya di pulau yang katanya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Bagi kita, mungkin berpikir dua kali berdakwah di tempat yang mayoritas non muslim apalagi sudah mendapatkan ancaman yang bisa menghilangkan Nyawa.

Tetapi UAS lebih memilih bertahan dalam dakwahnya sebagai salah satu jalannya menegakkan agama Allah. Sudah dibully, dibawakan parang, dianggap teroris, tapi tetap dengan sikap yang tegas dan selalu menasihati jemaahnya dengan pernyataan "berani tak mempercepat mati dan takut tak memperlambat hidup".

Alternatif baru gubernur Riau

Saya tidak mau terlalu jauh berandai-andai. Tapi tak ada salahnya UAS yang kita (ummat) dorong sebagai salah satu alternatif gubernur Riau. Banyak kelompok masyarakat menerima dakwah dan nasihatnya terutama masyarakat muslim dan tidak menutup kemungkinan juga kelompok lain.

Sebagai ustadz, UAS juga pernah menyampaikan bahwa ia bukan orang yang tepat menjadi nahkoda negeri lancang kuning ini. Salah satu landasan nya adalah sabda nabi Muhammad, "sesuatu hal harus diserahkan pada ahlinya". Bercocok tanam serahkan pada petani, mencari ikan/melaut kerjaan para nelayan, mendidik anak serahkan pada pendidik/guru dan memimpin serahkan pada ahli pemerintahan.

Kira-kira begitulah analoginya. UAS memahami bahwa kerjanya sekarang adalah berdakwah Ditengah-tengah masyarakat yang hedonis, kapitalis, dan juga sebagiannya adalah individualis. Disaat yang sama juga muncul kelompok-kelompok masyarakat (kelompok terdidik) yang ingin mendoktrin nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kaidah didalam agama dan kehidupan bernegara kita.

Sebutlah, komunis, ahmadiyah, syiah, dan (islam) liberal. Kehadiran dakwah UAS menjadi angin segar dan mudah diterima oleh banyak orang yang belum paham dengan islam.

Walaupun UAS menyatakan masih ada yang lebih cocok dibandingkan dirinya, tapi saya pikir dia tak menolak kalau didukung sebagai calon gubernur. Bukankah konsep para selalu soleh juga demikian.

Tidak meminta amanah, tetapi kalau diminta orang-orang soleh (kalau sistem demokrasi; orang soleh semua masyarakat), seorang UAS harus siap. Toh, kapasitas nya dalam memahami pemerintahan walau secara teori tak perlu diragukan lagi. Bahkan, pemahamannya mengenai negara juga sudah cukup.

Beberapa kali saya dengar ceramahnya membahas al ahkam al sulthoniyah karangan al mawardi yang mengupas tuntas tentang negara. Di lain kesempatan saya juga mendengar beliau bercerita sejarah panjang bangkit dan runtuhnya negara-negara islam. Dan kadang kadang juga berkomentar mengenai pendidikan, pembangunan, SDM, SDA, kepedulian terhadap Palestina, perlawanan terhadap trump dan masih banyak hal yg dibahas oleh seorang UAS yang paradoksnya seorang ustadz hanya menyampaikan akidah dan ibadah.

Lalu, pantaskah UAS menjadi gubernur atau wakil gubernur? Bagi saya itu bisa saja terjadi. (RB/yopi)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

Share ke BBM

100000000
Yopi Pranoto

Berita Terkini
Opini:

Dimulai Dari yang Kecil

Jumat, 29 Desember 2017 - 16:59 WIB

Persatuan Bangsa-Bangsa Dalam Perspektif Psikologi Hukum

Selasa, 26 Desember 2017 - 23:48 WIB

Gubri Ideal

Minggu, 24 Desember 2017 - 01:32 WIB

Para Pembebek Nabi

Minggu, 24 Desember 2017 - 21:33 WIB
Opini:

LGBT Itu Penyimpangan Fitrah

Kamis, 21 Desember 2017 - 18:18 WIB
Opini:

Membaca Arah Penguasa Zaman Now

Kamis, 21 Desember 2017 - 10:31 WIB
Opini:

Toleransi Muslim Terhadap Hari Raya Ummat Lain

Kamis, 21 Desember 2017 - 09:37 WIB

Ramalan Shio untuk Karir Masa Depan

Kamis, 21 Desember 2017 - 07:46 WIB
Opini:

Anti-LGBT Itu Alami

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:57 WIB
Opini:

Narasi Tanpa Orasi

Rabu, 20 Desember 2017 - 23:38 WIB
Opini:

Andi Rachman Berpotensi Menang Pilgubri 2018

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:36 WIB
Opini:

PDIP Untung, Andi Rachman Rugi

Rabu, 20 Desember 2017 - 11:16 WIB
Opini Fahri Hamzah:

The Real People Power

Senin, 18 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Aksi Cuma Omong Doang

Senin, 18 Desember 2017 - 21:38 WIB
Tausyiah Ustad Felix Siauw

Al-Aqsha di Hatimu

Senin, 18 Desember 2017 - 20:57 WIB

Baca Garis Tangan, Konon Katanya Menentukan Masa Depan

Minggu, 17 Desember 2017 - 23:30 WIB
Dunia Islam:

Bela Al-Aqsha

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:48 WIB
Opini:

Polemik Putusan MK

Jumat, 15 Desember 2017 - 23:31 WIB
Opini:

Tuntaskan Kasus Begal Sekarang Juga

Jumat, 15 Desember 2017 - 00:19 WIB
Opini:

Tapak Kilas Kemesraan Indonesia, Mesir dan Palestina

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Kelak Di Hadapan Allah

Kamis, 14 Desember 2017 - 23:40 WIB
Al-Aqsha Menunggumu

Perhatian dan Perhatikan

Kamis, 14 Desember 2017 - 00:54 WIB
Opini:

Membalik Logika

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:04 WIB
Opini Fahri Hamzah:

Ustad Abdul Somad, Tadzikrah Bagi Bangsa

Selasa, 12 Desember 2017 - 21:24 WIB
Dunia Islam:

Abdul Hamid II dan Baitul Maqdis

Selasa, 12 Desember 2017 - 13:30 WIB

Riau dan Yogyakarta

Selasa, 12 Desember 2017 - 10:35 WIB

Atas Nama NKRI dan Pancasila

Senin, 11 Desember 2017 - 23:46 WIB
Dunia Islam:

Baitul Maqdis Pusat Negeri Mukmin

Senin, 11 Desember 2017 - 23:41 WIB
Opini:

Antara Mengaku dan Diakui Berbhineka

Senin, 11 Desember 2017 - 14:57 WIB
Dunia Islam:

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Jumat, 08 Desember 2017 - 10:51 WIB
Opini:

Efek Doa

Rabu, 06 Desember 2017 - 21:09 WIB
Dunia Islam

Allah Pemberi Hidup

Selasa, 05 Desember 2017 - 19:35 WIB
Reuni 212

Persatuan Atas Rahmat Allah

Minggu, 03 Desember 2017 - 14:22 WIB

Keris 'Sakti' Rahasia Dinasti

Sabtu, 02 Desember 2017 - 11:19 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize