RIAUBOOK.COM - Ustadz Abdul Somad dianugerahkan gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara oleh Majelis Penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Melayu Riau, Selasa (20/2/2018) di Kantor LAM, jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Turut hadir, Sekertaris Daerah Prov Riau Ahmad Hijazi, Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Kapolda Riau Irjen. Nandang, Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, para Tokoh Masyarakat, para Pimpinan Perusahaan dan tamu undangan lainnya.
Selain itu, acar tersebut juga turut dihadiri oleh Sultan Pelalawan, Pimpinan Kekerabatan Kerajaan Siak, Kerajaan Indragiri dan Kerajaan-kerajaan yang ada di Rokan.
Pada surat keputusan yang dibacakan, penganugerahan tersebut diberikan atas dasar memperhatikan aspirasi masyarakat Melayu Riau dan hasil rapat Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau pada tanggal 31 Januari.
Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh ketua umum Majelis Kerapatan Adat LAM Datuk Seri Al Azhar dan Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Syahril Abubakar tersebut, menyatakan bahwa Ustdaz Abdul Somad juga berhak untuk menyandang gelar yang telah dianugerahkan selama hidupnya dan diserahkan kepadanya seperangkat kebesaran adat Melayu berupa tanjak, selempang dan keris Prosesi penganugerahan yang dilakukan, diawali dengan pembacaan warkah penabalan gelar, dilanjutkan dengan pemasangan tanjak, kemudian pemasangan selempang dan penyematan keris.
Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan upacara adat tepung tawar, makan bejamaba dan ditutup dengan acara buka silah. Saat membacakan bait panjang pasca penganugerhan gelar tersebut, Abdul Somad sempat menceritakan perjalan hidupnya dan tuduhan anti Bhineka terhadap dirinya memalui sajak.
"Adapula yang menuduh fitnah anti Bhineka Tunggal Ika, diusir dari pulau Dewata, Deportasi dari Negeri Cina, tapi hati tak terasa hina, semua belum ada apa-apa dibanding Nabi Besar kita, gigi patah, kaki terluka, namun tetap berbalas doa," kata Abdul Somad.
Dia juga menyatakan bahwa orang Melayu cinta kepada negara dibuktikan dengan derma yang telah diberikan oleh kerajaan Siak Seri Indrapura.
"Orang Melayu cinta negara, 13 juta Gulden Belanda diderma untuk membela bangsa, Sultan Syarif Kasim orang mulia dari kerajaan Siak Seri Indrapura, berdaulat ke Jogjakarta jangan kau ajar kami tentang cinta negara, bukan karena kami tak dapat berbahasa, engkaupun tak dapat bertutur sapa," kata Abdul Somad. (RB/ Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…