RIAUBOOK.COM - Komisi Pemberantadan Korupsi (KPK) bersama dengan Pemerintah Provinsi Riau menggelar acara Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dan Pembahasan Rencana Aksi Sektor Strategis Riau, Selasa (13/3/2018).
Acara yang diadakan di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah, Pekanbaru tersebut dihadiri oleh Korwil Sumatera II Korsubgah KPK RI Adlinsyah Malik Nasution beserta rombongan, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, seluruh Asisten Setdaprov Riau, Sekda dan Inspektur dari tujuh kabupaten di Riau, seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Biro dan Kepala Badan di lingkungan setempat ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan. (13-16/3/2018).
"Kegiatan ini adalah untuk mengamankan diri kita bersama, untuk melangkah bersama, sehingga kita pada posisi yang aman dunia dan akhirat, yang jelasnya ada wrong map, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh kita perbuat," kata Plt Gubernur Wan Thamrin dalam sambutannya.
Apalagi kata Plt Gubernur, Riau punya kenangan-kenagan pahit di masa yang lalu.
"Mari kita dengarkan segala sesuatu yang mesti kita perbuat, apapun bentuk nya, yang namanya kesalahan adalah kesalahan," Imbau dia.
Sementara, Adlinsyah dalam pemaparannya menyampaikan tentang upaya pencegahan yang harus dilakukan pada tingkat Pemda.
"Kita akan bangun sistem, sumberdaya manusia dan komitmen, tapi untuk komitmen memang tidak bisa terukur, buktinya di Jambi, padahal baru saja kita buat kesepakatan yang ditandatangani bersama dan tidak boleh diwakilkan, ini dimaksudkan untuk mengikat moral, tapi masih tetap kejadian OTT," tutur Adlinsyah.
Dia juga mengatakan, KPK banyak menyoroti sektor-sektor yang dinilai strategis seperti Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan, Unit Layanan Pelelangan dan sebagainya.
"Kalau bicara program, sudah cukup lama kita masuk di Riau ini, dalam Monev hari ini bagaimana hasilnya, bagaimana menyelesaikan, gak susah-suah kok, bagaimana planing nya, bugedting nya, tunjangan penambahan penghasilannya, " tutur Adlin.
Artinya kata dia, ini bukan suatu hal baru, dan pihaknya tetap akan mengingatkan, melakukan pembinaan, dan akan membedah secra detail.
"Sekali, dua, tiga kali masih kita bina, kalau udah empat kali kita kita binasakan aja udah, saya gak nakut-nakutin, karena ini fakta yang kita temukan dilapangan, termasuk juga dengan Dewan, karena mesih ada pengaturan Pokir dan bagi-bagi paket dengan Dewan," ujarnya. (RB/Dwi)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…