RIAUBOOK.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat terjadi inflasi sebesar 0,19 pada April 2018 disebabkan oleh naiknya harga bawang merah.
"Bawang merah pemberi andil inflasi terbesar di ketiga kota penghitung inflasi di Riau yakni Pekanbaru, Tembilan dan Dumai ," kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (NWAS) Riau Joni Kasmuri di Pekanbaru, Selasa (3/5/2018).
Joni Kasmuri menjelaskan harga bawang merah yang alami kenaikan di pasar Riau telah menyumbang inflasi sebesar 0,23 persen.
Ia menjelaskan inflasi di Riau secara umum dikarenakan adanya kenaikan harga pada tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok kesehatan 1,61 persen, diikuti kelompok sandang 0,32 persen, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,20 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16 persen, kelompok bahan
makanan 0,08 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan klain-lain, pendidikan, rekreasi, dan olahraga
masing-masing sebesar 0,03 persen.
"Adapun komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara
lain bawang merah, obat dengan resep, daging ayam ras, bensin,
jengkol, ikan teri, emas perhiasan, telur ayam ras, dan lain-lain," ujarnya.
Dengan sumbangan tersebut sehingga BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) 134,81. Sehingga Inflasi Tahun Kalender (Januari - April 2018) 1,04 persen, dan Inflasi Year on Year (April 2018 terhadap April 2017) 3,63 persen.
"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni
Pekanbaru 0,20 persen, Dumai 0,14 persen, dan Tembilahan 0,17 persen, " tambahnya.
Sebut dia lagi selain inflasi ternyata ada juga komoditas yang mengalami deflasi yakni disumbang cabai merah, beras, tomat sayur, nangka muda, ikan serai, dan lain-
lain.
Data BPS Riau mencatat dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 13 kota mengalami
inflasi, dengan Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar
1,01 persen, diikuti oleh Padang Sidimpuan 0,76 persen, dan Pematang Siantar 0,56 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di
Kota Padang sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, deflasi terjadi di
10 kota, yang terbesar terjadi di kota Sibolga dengan deflasi sebesar 0,64 persen. (RB/ver)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…