RIAUBOOK.COM - Permintaan sagu di Provinsi Riau meningkatkan, dari sebelumnya rata-rata 4 persen menjadi 20 persen.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada RiauBook.com, Selasa (7/8/2018) di Pekanbaru usai membuka acara Simposium Sagu Asean Tahun 2018.
"Alhamdulillah, dulunya demand lokal ini masih 4 persen sekarang sudah menjadi 15-20 persen, artinya masyarakat sudah mulai mengenal sagu ini," kata gubernur kepada RiauBook.com.
Oleh karena itu, lanjut gubernur, karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi ditambah Provinsi Riau memiliki luas perkebunan sagu yang cukup luas, produk olahan sagu bisa menjadi sebagai alternatif dalam mengurangi ketergantungan terhadap beras dan membantu perekonomian masyarakat sekitar.
"Sagu ini kebetulan komoditi tanaman masyarakat di pesisir, dari dulu turun temurun, sebagian besar masyarakat pesisir terutama di Kab. Meranti, sagu ini merupakan komoditi yang membantu kehidupan mereka," kata dia.
Apalagi, pada tahun 2016 Provinsi Riau juga telah mendapat rekor dari Musim Rekor Indonesia (MURI) karena memiliki menu makanan terbanyak dari olahan sagu.
Dengan potensi tersebut, Papua yang notabene juga merupakan daerah penghasil sagu meminta diajari untuk membuat berbagai olahan sagu untuk dikembangkan.
"2016 kita dapat MURI, ternyata sagu ini bisa kita sajikan dalam berbagai bentuk makanan, ada 396 menu dan kita makin terkenal.
Kawan-kawan dari Papua banyak yang ingin belajar bagaimana mengolah sagu ini, mereka sudah lihat, Riau bisa mengelola sagu ini, dan mereka ingin belajar, dalam seminar ini mereka hadir dari mulai Bupati dan DPRD dan swasta nya," demikian gubernur. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…