RIAUBOOK.COM - Seiring dengan kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan yang ditawarkan dalam transaksi niaga, Gubernur Arsyadjuliandi Rachman meminta Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak lagi khawatir dengan pusat perbelanjaan modern seperti super market dan mal.
Kata dia, saat ini pelaku usaha bisa memanfaatkan banyaknya perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pasar online serta mampu memfasilitasi pedagang dalam memasarkan produknya.
Hal tersebut disampaikan gubernur kepada RiauBook.com usai melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dan Bukalapak yang menjadi salah satu perusahaan di bidang pasar online, Rabu (12/9/8/2018) di Kantor Gubernur Riau.
"Hari ini kita dikunjungi APPSI dan Bukalapak, maka kita buka-bukaan tentang potensi Riau, dan kita sangat mendukung, apalagi program yang disampaikan tadi lebih menyentuh UMKM" kata gubernur.
"Apa yang dicemaskan UMKM selama ini dengan begitu pesatnya perkembangan warung-warung modern seperti super market dan mal yang padat modal, ini sudah tidak perlu lagi dikhawatirkan karena Bukalapak bisa mengangkat UMKM ini," kata dia.
Sementara, Associaet Vice President Bukalapak Rahmad Danu Andika mengatakan, saat ini Bukalapak sudah menjadi market place terbesar dengan 4,5 juta lapak.
"Setiap harinya ada 13 juta orang yang keluar masuk Platform Bukalapak dan ada 50 juta pengguna," kata dia.
Khusus di Pekanbaru, kata Dika, per hari ini ada sekitar 5 ribu pedagang yang aktif di Bukalapak.
Selain itu, Dika menjelaskan, pihaknya juga sedang membangun sesuatu yang di dalamnya terdapat berbagai fitur untuk memfasilitasi dan memudahkan warung-warung kelontong dalam mengembangkan usahanya.
"Jadi selain bisa melakukan pembayaran listrik, BPJS dan sebagainya, kita juga berkolaborasi dengan berbagai merek produk untuk memberikan efisiensi terhadap distribusi," kata dia.
Sehingga dalam memenuhi kebutuhan dagangannya, para pedagang tidak perlu lagi keluar meninggalkan warungnya atau bertransaksi dengan salesman dari berbagai produk.
"Sebelumnya warung itu didatangi salesman dari berbagai brand untuk mendapatkan barang, kalau mau order dengan nilai Rp1 juta, itu dibagi-bagi ke beberapa salaesman setiap produk, dengan aplikasi kita, warung kalu belanja barang gak usah kemana-mana, fokus aja layani pelanggan, barang nanti akan datang dihari yang sama," kata Dika.
Dengan teknologi yang didirikan Bukalapak, kata Dika, warung-warung tersebut akan menjadi Hub Of Comunity yang canggih dan bisa memberi peningkatan dampak sosial ekonomi di masyarakat. (RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…