Donald Trump. (net)

Minggu, 11 November 2018 - 09:23 WIB 10870000

Ribuan Tahun Petani Jaga Kesuburan Sawah Bali, Donald Trump Malah Bangun Hotel yang Ancam Krisis Air

Share ke BBM

RIAUBOOK.COM - Presiden Amerika Serikat membangun hotel megah di Bali, namun sayangnya hal itu justru akan mengancam kehidupan karena potensial memicu terjadinya krisis air.

Padahal, selama ribuan tahun, para petani di Bali menjaga kesuburan sawah dengan menerapkan sistem irigasi subak, yang masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO.

Dengan sistem ini, musim hujan mengisi kembali akuifer dengan air yang cukup untuk bertahan sepanjang tahun, menjaga populasi manusia dan memungkinkan flora dan fauna untuk berkembang.

Tapi, sektor pariwisata dianggap oleh beberapa orang telah merusak sistem yang dikalibrasi dengan teliti ini. Lebih dari setengah air tanah Bali dikonsumsi oleh industri pariwisata dan tidak cukup lagi untuk berotasi. Demikian seperti dikutip dari DW Indonesia, Minggu (12/11/2018).

Pembangunan hotel baru di Tabanan, yang merupakan milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bisa menjadi ancaman terburuk bagi Pulau Dewata. Trump International Hotel akan mencakup vila dan kolam renang mewah, serta lapangan golf yang luas.

Pembangunan hotel tersebut diprotes penduduk setempat karena dianggap berdampak buruk bagi lingkungan dan sumber air tanah di Tanah Lot.

Trump Hoteltidak menanggapi pertanyaan DW, tentang apakah ada rencana untuk meminimalisir dampak pembangunan terhadap lingkungan dan pasokan air.

Para ilmuwan dari Politeknik Bali mengatakan sumur yang dibor oleh hotel, resor dan industri pendukung, telah mengakibatkan air laut bocor ke dalam air tanah. Setelah ini terjadi, kerusakan tidak dapat diubah dan pertaniann yang merupakan sumber kehidupan masyarakat terancam kelangsungannya.

Komang Arya Ganaris adalah manajer program Bali Water Protection (BWP), sebuah proyek organisasi IDEP di Bali. Dia mengatakan perlu ada pengelolaan yang tepat atas sumber daya di Bali.

"Bali adalah pulau tropis," kata Ganaris kepada DW. "Bagaimana mungkin kita bisa punya krisis air? Kita punya masalah pengelolaan air. Belum ada pemantauan penggunaan air tanah."

Teknologi sederhana bisa mengatasi masalah itu. BWP ingin membangun 136 sumur "isi ulang" berdasarkan gravitasi atau sumur hujan di titik-titik strategis di pulau. Demikian hasil tiga tahun penelitian Politeknik Negeri Bali.

Sistem ini memiliki rekam jejak yang terbukti di Afghanistan, Bangladesh dan India, dan proyek pilot di Denpasar sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pemerintah daerah mendukung proyek pilot dengan 100 juta rupiah per tahun. Namun hanya cukup untuk membiayai dua atau tiga sumur.

Dana Besar

Untuk membiayai proyek di seluruh Bali, BWP mengatakan membutuhkan dekitar US$ 1 juta --nilai yang kecil bila dibandingkan dengan jumlah besar yang mengalir melalui sektor pariwisata pulau itu setiap tahun. Sedangkan resor Trump sendiri dikabarkan membutuhkan biaya US$ 1 miliar.

Tapi Ganaris mengatakan pemerintah Indonesia tidak akan mendanai proyek tanpa bukti lebih lanjut bahwa sistem tersebut akan benar-benar berfungsi. BWP kemudian beralih ke crowdfunding, donor swasta, komunitas lokal dan bisnis.

Lilik Sudiajeng, ilmuwan yang bertanggung jawab atas proyek pilot di Denpasar, menulis dalam laporannya bahwa semua pembangunan baru dan bahkan rumah pribadi harus memiliki sumur resapan mereka sendiri.

Ganaris berpikir bahwa pemerintah juga perlu mengenakan tarif pada penggunaan air oleh industri seperti pariwisata. "Bisnis industri sangat besar. Kami membutuhkan langkah besar dan kebijakan besar," katanya.

Sumber Liputan6

Share ke BBM

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Gunakan Perahu, Polisi Inhu Bantu Korban Banjir

Sabtu, 10 November 2018 - 09:26 WIB

Banjir di Indragiri Hulu Meluas, 41 Sekolah Terendam

Sabtu, 10 November 2018 - 09:11 WIB

Ratusan Rumah di Bengkalis Terendam

Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:38 WIB

36 Titik Panas di Sumatera, Tersisa 3 di Riau

Kamis, 04 Oktober 2018 - 13:25 WIB

Kebakaran Lahan di Inhil Meluas, Kemarin Ada 49 'Hotspot'

Sabtu, 29 September 2018 - 08:53 WIB

Asap Tipis Selimuti Pekanbaru

Kamis, 27 September 2018 - 12:21 WIB

36 'Hotspot' di Indragiri Hilir, Terbanyak di Sumatera

Rabu, 26 September 2018 - 12:03 WIB

Sudah Lebih 5.000 Hektare Lahan di Riau Terbakar

Rabu, 26 September 2018 - 01:06 WIB

Ada 23 Titik Panas Muncul, Setengahnya di Riau

Selasa, 25 September 2018 - 09:41 WIB

Hi... Harimau Sumatera Masuk Kawasan Pemukiman Penduduk

Sabtu, 22 September 2018 - 23:55 WIB

Dumai Kebagian Rp2,3 Miliar untuk Restorasi Gambut

Sabtu, 22 September 2018 - 22:55 WIB

4 Kabupaten di Riau Serentak Gelar World Clean Up Day 2018

Senin, 17 September 2018 - 16:18 WIB

Waspada, Riau Masih Berpotensi Hujan dan Angin Kencang

Sabtu, 15 September 2018 - 13:42 WIB

Riau Sudah Bebas Kebakaran Lahan

Senin, 10 September 2018 - 11:14 WIB

Sumatera Kembali Munculkan Puluhan Titik Panas

Sabtu, 01 September 2018 - 08:49 WIB

BMKG: Riau Potensi Hujan Ringan

Jumat, 24 Agustus 2018 - 11:57 WIB

Cari Judul Berita

Populer



hut kota dumai riauboook

Galeri Pemkab Siak

galeri menanam padi siak


Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia



Banner

Socialize