RIAUBOOK.COM - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyosialisasikan fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) untuk membantu investor Riau agar terhindar dari kerugian dan penipuan saat transaksi saham.
Kepala Unit Pengelolaan Rekening Efek KSEI, Mohammad Awaluddin mengatakan, pemanfaatan fasilitas AKSes membantu para investor mendapat perlindungan di Pasar Modal Indonesia.
Selain itu, PT KSEI juga memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur yang tengah dilakukan KSEI.
"Fasilitas AKSes kami sediakan agar investor dapat memantau portofolio investasinya secara Iangsung pada lembaga yang memang diberikan mandat untuk menyimpan data portofolio investor sesuai Undang-undang Pasar Modal, yaitu KSEI," kata Awaluddin dalam gathering bersama media di Pekanbaru, (7/12/2018) kemarin.
Per akhir November 2018 lalu, pihaknya mencatat, jumlah investor yang ada di Kota Pekanbaru sudah mencapai 14.582 investor.
Hal itu kemudian menempatkan Riau dengan jumlah investor terbanyak di urutan ke-9 dari 34 Provinsi se-Indonesia.
Sementara, sampai akhir November2018, total jumlah keseluruhan investor yang masuk dalam Pasar Modal Indonesia sudah mencapai sekitar 1.583.888 investor, mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.
"Sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran investor untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas AKSes untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab," tuturnya.
Dari total tersebut, Awaluddin menerangkan, jumlah investor yang memanfaatkan fasilitas AKSes masih berkisar 11% saja.
Karena itu, sebagai salah satu solusi, KSEI tengah mengembangkan fasilitas AKSes menjadi AKSes Next Generation (AKSes Next-G) dengan fitur-futur yang semakin menarik dan semakin mudah digunakan.
"Nantinya yang dapat memanfaatkan fasilitas AKSes Next-G tidak hanya investor tapi juga Perusahaan Efek, Bank Kustodian, bahkan masyarakat umum," kata dia.
Tambahnya lagi, KSEI sudah bekerja sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan data kependudukan untuk layanan di pasar modal, "sehingga nanti untuk menggunakan fasilitas AKSes Next-G cukup dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan saja," papar Awaluddin.
Ditahun 2018, KSEI merencanakan penerapan electrothing Voting untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor secara fisik.
Dengan adanya hal itu, diharapkan hal tersebut dapat memudahkan investor, khususnya investor yang memiliki Iebih dari satu Efek, maupun investor di daerah dan investor asing yang tidak berdomisili di tempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS.
Dengan adanya salah satu proyek strategis yang telah terwujud, yakni pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G), dapat meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal.(RB/Dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…