RIAUBOOK.COM - Sujono pengusaha pengembang perumahan di Pekanbaru, Riau, membantah telah menyerobot lahan seluas 200 hektare dari Yayasan Ariyaguna di wilayah Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, dan mengakui telah membelinya sejak tahun 2009.
"Tidak mungkin saya berani menyerobot lahan milik Yayasan Ariyaguna, saya mengklaim tanah yang memang benar-benar saya beli secara sah sebelumnya," kata Sujono yang ditemui di Pekanbaru, Rabu (3/6/2019) siang.
Sebelumnya RiauBook.com memberitakan dugaan penyerobotan lahan Yayasan Ariyaguna seluas 800 hektare di wilayah Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, oleh Sujono.
Sujono yang ditemui menyanggal tudingan itu: "Saya membeli lahan itu sejak tahun 2009 secara sah lewat anak kandung Sulaiman yang bernama Faisal Syah Reza. Ketika itu memang Sulaiman memberikan kuasa jual ke anak kandungnya itu," kata dia.
Dia melanjutkan, pembelian lahan seluas 200 hektare itu dilakukan secara bertahap dan lengkap dengan semua bukti-bukti seperti kwitansi dan surat-surat yang sah (SKT) dari pemerintahan setempat.
"Seratus surat untuk lahan seluas 200 hektare itu ada sama saya, dan pemasangan plang itu memang di lahan milik saya" kata Sujono.
Dia menceritakan, bahwa proses jual beli lahan seluas 200 hektare itu terjadi pada 2009 dengan cara bertahap, pertama 150 hektare kemudian ada adendum, dengan tambahan lahan seluas 50 hektare lagi.
"Jadi jumlah seluruhnya 200 hektare," kata dia.
Sujono juga menjelaskan pihaknya juga telah memperbarui perjanjian jual beli itu di Notaris Masrijal, tanggal 28 Maret 2019 dan ditandatangani langsung oleh Sulaiman selaku ayah kandung dari Reza.
"Perbaruan surat perjanjian ini dilakukan karena sebelumnya belum ada tandatangan orang tua dari penjual sebelumnya yang merupakan anak kandung dari Sulaiman," kata Sujono.
Dia katakan, dengan legalitas sah yang dimiliki, maka hak atas kepemilikan lahan seluas 200 hektare itu telah dikelola sejak lama.
"Saya sudah tanami macam-macam tanaman di lahan itu sebelum Yayasan Ariyaguna, bahkan sudah saya bangun empat unit rumah di lahan itu, juga ada portal di depan jalan memasuki kawasan lahan yang saya beli," kata Sujono.
Jadi, lanjut dia, pihaknya sangat menyayangkan ada yang menuding dirinya melakukan penyerobotan lahan di hamparan seluas 800 haktare yang diakui oleh Yayasan Ariyaguna.
"Dan saya yakin yayasan akan memahami situasi ini karena di dalam yayasan itu adalah petinggi-petinggi Polri yang terhormat," kata dia.
Dia juga menjelaskan, bahwa Khairuddin Pulungan yang mengaku-ngaku memiliki lahan tersebut tidaklah benar.
"Yang benar itu, nama Pulungan itu ada dalam surat karena waktu itu adalah karyawan Sulaiman. Dan sudah ada surat pernyataan beliau cuma cantumkan nama bukan pemilik tahun 2004, persisnya tgl 22 September 2004," kata dia.
Sojono juga menyayangkan sikap Khairuddin Pulungan yang berani memberikan pengakuan yang jelas-jelas itu adalah kebohongan.
"Setelah ini, dia (Khairuddin Pulungan) akan jadi urusan saya, karena pengakuannya sudah sangat merugikan saya dan membenturkan saya dengan Yayasan Ariyaguna," demikian Sujono. (rb/dwi)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…