RIAUBOOK.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mencatat, jumlah hotspot (titik panas) di Kabupaten Pelalawan pada Sabtu (3/8/2019) pukul 16.00 WIB telah mengalami penurunan, dari 23 titik (pagi hari) menjadi 10 titik (sore hari).
Dari pantauan BMKG, 10 titik panas ini tersebar di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Langgam 1 titik dan Pangkalan Kuras 9 titik.
Analis BMKG Satsiun Pekanbaru, Sanya Gautami mengatakan, titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen sebagai indikasi terjadinya kebakaran itu terpantau melalui citra satelit Terra dan Aqua, Sabtu sore.
"Titik panas terbanyak berada di Kecamatan Pangkalan Kuras yang mencapai 9 titik," ujarnya.
Ditambahkannya, titik panas yang terdeteksi di Pangkalan Kuras merupakan yang terbanyak dalam beberapa hari belakangan ini.
"Pelalawan masih menjadi salah satu penyumbang titik panas dengan jumlah 10 titik. Angka itu berkurang dibanding pagi tadi dimana sempat menyentuh angka 23 titik," ungkapnya.
Sementara itu, dari 10 titik panas di Kabupaten Pelalawan, BMKG menyatakan 9 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya Karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.
Selain di Pelalawan, BMKG juga menyatakan keberadaan titik panas juga terdeteksi di Kabupaten/Kota. Siak 5, Indragiri Hilir 13.
Akibat dari maraknya kebakaran yang melanda hutan dan lahan hingga puluhan hektar, mengakibatkan ibukota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci dan sekitarnya sore ini, diselimuti kabut asap dengan jarak pandang sekitar enam kilometer.
"Kalau sore jarak pandang di Pangkalan Kerinci membaik daripada pada pagi hari," kata Sanya. (RB/ton)


Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…