Miris, Saat Indonesia Darurat Gizi, Jumlah Perokok Justru Meningkat Tajam

Riau Book - Melihat bayi yang terbaring lesu, tubuhnya kurus dengan tulang terbungkus daging lusu karena kekurangan gizi, "ini tanggung jawab negara". Termasuk mereka yang miskin karena 'membakar' uang untuk rokok yang sebabkan kematian, "juga tanggung jawab negara".

Kalimat itu terungkap pada seminar "Gizi Kurang, Kemiskinan dan Konsumsi Rokok" di Jakarta, Selasa (23/2). "Indonesia telah darurat gizi," kata Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Jakarta (LDUI) Abdillah Ahsan yang menjadi salah satu pemateri.

Pernyataan Abdillah tersebut bisa jadi ada benarnya. Setidaknya, apa yang disampaikan ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Diah Mulyawati Utari mendukung hal itu. Posisi masalah gizi di Indonesia memenuhi seluruh kategori yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Terdapat tiga kategori masalah gizi. Kategori A meliputi kurang energi protein sehingga tubuh anak-anak kurus dan pendek, kategori B meliputi kurang vitamin A dan zat besi, serta kategori C adalah gizi lebih yang menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.

"Semua masalah gizi ada di Indonesia, yaitu kurang energi protein, kurang vitamin A, anemia akibat kurang zat besi, gizi lebih dan kekurangan yodium," kata Diah.

Diah mengatakan kebanyakan permasalahan gizi terjadi pada keluarga rumah tangga miskin. Namun, yang menjadi ironi, kepala rumah tangga miskin tetap merokok meskipun anak-anaknya kurang gizi.

"Padahal, dua batang rokok saja bisa dibelikan satu butir telur. Itu sudah cukup untuk memenuhi gizi balita. Namun, ternyata belanja rokok rumah tangga miskin menempati urutan kedua setelah beras," tuturnya.

Menurut Diah, paparan asap rokok juga terbukti memengaruhi asupan gizi anak dan balita sejak dari dalam kandungan.

Paparan asap rokok akan menyebabkan paru-paru anak terinfeksi. Infeksi tersebut akan mengurangi nafsu makan anak sehingga asupan gizinya kurang.

Kondisi tersebut diperparah oleh fakta bahwa lebih dari setengah populasi balita di Indonesia terpapar asap rokok, tujuh dari 10 anak usia 13 tahun hingga 15 tahun terpapar asap rokok dan lebih dari setengah perokok pasif adalah kelompok rentan, yaitu balita dan perempuan.

"Penelitian yang dilakukan Semba di Indonesia sepanjang 1999 hingga 2003 yang menyurvei 175.000 keluarga miskin di perkotaan Indonesia menunjukkan bahwa tiga dari lima kepala keluarga adalah perokok aktif," tuturnya.

Menurut penelitian tersebut, perilaku merokok kepala rumah tangga memiliki hubungan bermakna terhadap gizi buruk balita. Belanja rokok telah menggeser kebutuhan makanan bergizi untuk tumbuh kembang balita.

"Padahal, risiko kematian balita keluarga perokok mencapai 14 persen di perkotaan dan 24 persen di perdesaan. Bahkan, satu dari lima kasus kematian balita berhubungan dengan perilaku merokok orang tua," katanya.

Sementara itu, Kepala Subdit Statistik Kerawanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Ahmad Avenzora mengatakan rokok merupakan salah satu jebakan kemiskinan. Pasalnya, rokok merupakan salah satu komponen yang memengaruhi kemiskinan.

Menurut Ahmad, angka kemiskinan di Indonesia bisa berkurang bila konsumsi tembakau dikendalikan dan orang miskin tidak lagi merokok.

"Bila uang untuk membeli rokok digunakan memenuhi gizi keluarga, rumah tangga miskin bisa lebih sejahtera," katanya.

Ahmad mengatakan bahwa konsep kemiskinan yang digunakan BPS adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.

Kebutuhan dasar makanan ditentukan sebesar 2.100 kilokalori per kapita per hari berdasarkan 52 jenis komoditas makanan dan minuman serta tembakau.

Kebutuhan dasar bukan makanan ditetapkan berdasarkan 51 jenis komoditas di perkotaan dan 47 jenis komoditas di perdesaan.

"Tembakau dan rokok sama sekali tidak memiliki nilai kalori sehingga tidak menyumbang apa pun dalam mengangkat rumah tangga miskin dari garis kemiskinan. Tentu sangat berbeda bila uang untuk membeli rokok digunakan untuk membeli telur," tuturnya.

Ahmad mengatakan bahwa rokok kretek filter berada pada posisi kedua sebagai komoditas yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan.

Berdasarkan survei BPS pada bulan September 2015, rokok kretek filter menyumbang kemiskinan 8,08 persen di perkotaan dan 7,68 persen di perdesaan.

Tujuan SDGs

Kemiskinan dan kesehatan masyarakat sangat berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang telah ditetapkan negara-negara di dunia.

Karena itu, Aliansi Pengendalian Tembakau Asia Tenggara (SEATCA) mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengefektifkan sistem pajak dan cukai tembakau untuk mengurangi konsumsi tembakau dan mengurangi kemiskinan serta mencapai tujuan SDGs.

"Penggunaan tembakau menghalangi pembangunan dan memperburuk kemiskinan," kata Manajer Program Pajak Tembakau SEATCA Sophahan Ratanachena.

Sophahan mengatakan konsumsi tembakau di Indonesia terus meningkat dan telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Saat ini, dua per tiga laki-laki Indonesia adalah perokok.

Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2013, prevalensi merokok laki-laki Indonesia meningkat dari 53,4 persen pada 1995 menjadi 64,9 persen pada 2013, disebabkan oleh harga rokok yang murah dan terjangkau.

Sophahan menilai harga rokok di Indonesia yang murah dan terjangkau juga disebabkan oleh interferensi industri tembakau dalam kebijakan pengendalian tembakau yang menyebabkan konflik agenda pemerintah.

"Menurunkan konsumsi tembakau penting bagi Indonesia untuk memperkuat komitmen dalam melaksanakan 17 tujuan SDGs. Indonesia masih memiliki sistem pajak dan cukai tembakau yang rumit dan tidak efisien yang menyebabkan harga rokok murah dan terjangkau," tuturnya.

Karena itu, Wakil Kepala LDUI Abdillah Ahsan mendesak pemerintah untuk mengambil posisi pro-kesehatan masyarakat untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam mengurangi konsumsi rokok.

"Kesehatan masyarakat diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar 1945," kata Abdillah.

Selain dalam Undang-Undang Dasar 1945, kesehatan masyarakat juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam Undang-Undang tersebut juga diatur tentang pengendalian konsumsi rokok.

Dalam Pasal 113 Undang-Undang Kesehatan disebutkan pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif, termasuk tembakau, diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungan.

"Pengendalian tembakau juga diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Sebagai barang terkena cukai, maka tembakau harus dikendalikan konsumsinya dan diawasi peredarannya karena pemakaiannya berdampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup," tuturnya.

Menurut Abdillah, konstitusi dan peraturan perundang-undangan sudah jelas mengamanatkan pengendalian konsumsi rokok. Karena itu, semua pihak harus taat.

Pemerintah juga seharusnya memiliki kebijakan yang tegas mengatur pengendalian tembakau melalui pengenaan cukai yang tinggi, larangan iklan rokok, peringatan kesehatan bergambar dan kawasan tanpa rokok.

"Yang ironis adalah banyak perokok adalah orang miskin yang pembelanjaan untuk rokok menempati posisi kedua. Bila orang miskin bisa dicegah untuk membeli rokok, uang mereka bisa digunakan untuk meningkatkan gizi keluarga," katanya. (RB/ant)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Tingkatkan Layanan, Pelalawan Usulkan 2 Puskesmas Terakreditasi

Riau Book - Sebagai pelayanan kesehatan tingkat dasar, Puskesmas dituntut mampu memberikan pelayanan dan penanganan kesehatan yang profesional kepada masyarakat.…

Foto

Buat Menyenangkan, Ini Posisi Seks Tergantung Usia Anda

Riau Book -Seperti halnya anggur merah dan kejuistimewa, beberapa hal menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia. Dan karena usia juga,…

Foto

'Kartu Sakti' Jokowi di Puskesmas Bangko Rohil Dikembalikan

Riau Book - Puskesmas Bangko, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau terpaksa mengembalikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada pihak BPJS Cabang Bagansiapiapi,…

Foto

18 Makanan Ini tak Sehat Lagi Kalau Lama-lama Disimpan di Kulkas

Riau Book -Hampir semua rumah tangga memiliki satu kulkas untuk menyimpan bahan makanan, minuman ringan, makanan yang tak habis disantap,…

Foto

Ini Bahayanya Kelamaan Menelpon dan Pakai Ponsel Bagi Kualitas Sperma

Riau Book -Bila sebelumnya para ahli kesehatan melarang penyimpanan ponsel di saku karena mempengaruhisperma. Belum lama ini para ilmuwan Israel…

Foto

Korban Banjir Diserang Penyakit, Malah Ada yang Ispa, Dinkes Beri 5 Jurus Tahan Sakit

Riau Book - Banjir yang melanda beberapa kabupaten di Provinsi Riau mengakibatkan masyarakat terkena berbagai penyakit. Bahkan diinformasikan, puluhan ribu…

Foto

Peduli Kesehatan Mata Balita, Ini yang Dilakukan PIA Lanud Pekanbaru

Riau Book - Bertempat di Posyandu Cendrawasih Lanud Roesmin Nurjadin, Ketua PIA AG Cabang 12/D.I Lanud Roesmin Nurjadin Ny Santi…

Foto

Ketahuilah, Tujuh Alasan Ini Buat Wanita Ogah Bercinta

Riau Book -Ada berbagai alasan mengapa istri tidak tertarik lagi melakukan hubungan seksualdengan suami. Tapi jangan terburu-buru mengambil kesimpulan tentang…

Foto

Ini Cara Mengatasi Sakit Pinggang Karena Banyak Duduk

Riau Book -Nyeri pinggang memang banyak penyebabnya. Misalnya karena terlalu lama duduk di depan komputer. Cara duduk yang tidak tepat…

Foto

Info Penting untuk Ibu-ibu di Kuansing, Diskes Siapkan 32 Ribu Vaksin Polio

Riau Book - Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi menargetkan 32 ribu bayi dan balita mendapatkan vaksin polio pada tahun 2016…

Foto

'Air Untuk Kehidupan', Chevron Bangun Sumur Air Bersih di Siak

Riau Book - PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron) resmikan pembangunan sumur air bersih hari ini di Desa Pinang Sebatang Barat,…

Foto

Bupati Inhu Cicipi Makanan Pasien RSUD Indrasari Rengat

Riau Book - Tidak hanya sekedar meninjau fasilitas dan pelayanan kesehatan di RSUD Indrasari Rengat, pada inspeksi mendadak (sidak) yang…

Foto

Sidak, Bupati Inhu Sebut Pelayanan RSUD Indrasari Rengat Tak Berubah

Riau Book - Hari pertama kerja usai dilantik dan serah terima jabatan, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto langsung…

Foto

Usai Banjir Kampar, Eva Yuliana: Puskesmas Buka 24 Jam Ekstra Layani Masyarakat

Riau Book - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kampar, Riau, Hj Eva Yuliana meminta Kepala Puskesmas Kecamatan Kampar Timur…

Foto

RSUD Bangkinang Targetkan Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

Riau Book - Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Kampar terus berbenah, selain memberikan pelayanan kesehatan prima kepada pasien, juga…

Foto

Bupati Jefry Noer Mulai Antisipasi Penyakit Korban Banjir Kampar, TNI Bergotong Royong

Riau Book - Seluruh instansi dipimpin TNI melakukan gotong royong bersama untuk mengantisipasi penyakit masyarakat seperti yang disampaikan Bupati Kampar,…

Foto

Tiga Makanan Yang Buat Sperma Anda Sehat

Riau Book -Sperma adalah bagian terpenting dalam tubuh pria, modal utama untuk meneruskan keturunan. Sperma yang sehat memudahkan pria untuk…

Foto

Lima Bahan Makanan Ini Ampuh Muluskan Wajah Anda

Riau Book -Untuk mendapatkan tampilan yang sempurna, seseorang tidak perlu menggunakan banyak makeupdi wajah mereka. Pertama, kulit harus bersih dan…

Foto

Penderita Buta Katarak Tembus 240.000

Riau Book - Penderita buta katarak di Indonesia saat ini masih tertinggi di kawasan negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah 240.000…

Foto

Delapan Hal Ini Menandakan Wanita Sering Bercinta

Riau Book -Hubungan seks disebut memiliki sejumlah manfaat kesehatan, tapi ternyata ada sejumlah hal lain yang dapat terjadi sebagai akibat…

Wisata dan Gaya Hidup

Foto

Tiga Pemenang Duta Muslimah Preneur Riau 2026 Resmi Terpilih, Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

RIAUBOOM.COM - Pengurus Wilayah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PW IPEMI) Provinsi Riau sukses menggelar puncak pemilihan Duta Muslimah…

Foto

Ini Cara Orang Pekanbaru Sambut Ramadan, SF Hariyanto: Dengan Hati Bersih Jiwa Lapang

RIAUBOOK.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka rangkaian perayaan tradisi Petang Belimau Kota Pekanbaru yang…

Foto

Tari Zapin 6 Ribu Peserta Pecah Rekor Dunia, Plt Gubernur: Riau Memilih Untuk Maju Tanpa Tercerabut

RIAUBOOK.COM - Sebanyak 6.000 penari menyatu dalam satu denyut nadi, mempersembahkan Tari Zapin Masal yang bukan sekadar tarian,…

Pendidikan