Riau Book - Musyawarah Daerah ke-11 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Pekanbaru, telah resmi dibuka pada Sabtu (27/2/2016) sore, bertempat di Ballroom Grand Jatra Hotel.
Seribuan warga Muhammadiyah antusias memadati tempat acara. Para hadirin terhibur dengan penampilan atraksi Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Hadir dalam acara pembukaan itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau Drs H Wan Abu Bakar MS MSi, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau DR H Mubarak MSi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekanbaru Drs Rasyad Zein MM, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Pekanbaru Midawati. Ortom tingkat daerah dan Amal Usaha Muhammadiyah Kota Pekanbaru juga turut meramaikan acara pembukaan.
Undangan yang hadir antara lain Walikota Pekanbaru DR Firdaus ST MT, yang didaulat memukul gong sebagai tanda dibukanya musyawarah daerah secara resmi. Kemudian Dandim 0301 Pekanbaru, anggota DPRD Provinsi Riau Ade Hartati, anggota DPRD Kota Pekanbaru Nofrizal dan undangan lainnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekanbaru Drs. Rasyad Zein, MM mengatakan tema Musda ini adalah 'Gerakan Pencerahan Menuju Pekanbaru Madani Berkemajuan'. "Untuk mencapai pencerahan berkemajuan itu, gerakan dakwah Muhammadiyah di Kota Pekanbaru harus dilaksanakan dengan kebersamaan dan program unggulan. Diantara program itu tertib administrasi dalam rangka melakukan penyelamatan dan pengembangan aset," ujar Rasyad.
Dirinya menyebutkan, Muhammadiyah selama kepemimpinannya lima tahun terkahir telah melaksanakan peningkatan kualitas SDM dengan cara meningkatkan mutu pendidikan melalui PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Untuk perguruan tinggi tambah Rasyad, terlaksana dengan berdirinya UMRI melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau dan STKIP 'Aisyiyah melalui PW 'Aisyiyah Riau.
Bahkan Rasyad juga menegaskan dalam waktu dekat ini, PDM akan menghadirkan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Bisnis (Stikombis) Ahmad Dahlan di kota madani ini.
Rasyad menuturkan, bahwa perkembangan Muhammadiyah tidak terlepas dengan adanya sinergiritas dengan Pemerintah. Menurutnya perhatian pemerintah Kota Pekanbaru cukup besar, sehingga lembaga pendidikan Muhammadiyah menjadi pilihan alternatif lembaga pendidikan bermutu.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru, Firdaus mengatakan bahwa tema musda yang diangkat panitia selaras dengan Visi Kota pekanbaru yaitu Menuju Kota Metropolitan Madani.
Firdaus juga memuji muhammadiyah, ia mengatakan bahwa Muhammadiyah telah berhasil mengembangkan sektor pendidikan. Namun, selain sektor pendidikan, Firdaus berharap bahwa Muhammadiyah juga turut mengembangkan sektor kewirausahaan.
"Kita harus berdaulat secara politik dan ekonomi, karena delapan puluh lima persen sektor ekonomi kita masih dikuasai asing," ujar Firdaus mengutip kata-kata Bung Karno.
Ke depan Muhammadiyah diharapkan dapat menjalin kerjasama yang lebih baik untuk membangun Pekanbaru yang lebih maju.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau Wan Abu bakar mengatakan, untuk mencapai tujuan gerakan pencerahan yang berkemajuan, gerakan dakwah harus dilaksanakan dengan hikmah dan bijkasana.
Ia bertekad amal usaha muhammadiyah agar bersatu padu untuk menwujudkan Riau yang berkemajuan. Wan juga berkeinginan dakwah Muhammdiyah lebih berkembang dengan pola pendekatan akar rumput dengan mengembangkan cabang dan ranting di kota Pekanbaru, agar visi Pekanbaru sebagai kota Madani tercapai. Wan ingin lembaga pendidikan Muhammadiyah lebih maju sebagaimana lembaga pendidikan swasta lainnya.
Menimpali apa yang dikatakan Wan Abu Bakar, Ketua PP Muhammdiyah Dahlan Rais mengatakan untuk mencapai gerakan dakwah pencerahan yang berkemajuan itu harus dilakukan dengan ikhlas sebagaimana filosofi logo Muhammadiyah dan Aisiyah yaitu matahari yang selalu menyinari bumi.
"Ber-Muhammadiyah lah dengan memberikan manfaat kepada manusia," tandasnya.
Menutup sambutannya Dahlan mengatakan, selamat melaksanakan Musda dengan tertib dan demokratis sebagaimana tertib dan demokratisnya pelaksanaan Muktamar Makassar.
Sementara itu, Ketua Panitia Abdul Rais, SE mengatakan bahwa Musyda ke-11 Muhammadiyah dan Aisyiah kota Pekanbaru ini disemarakkan dengan berbagai rangkaian kegiatan.
"Kita telah melaksanakan rangkaian kegiatan diantaranya Kejuaraan Daerah Silat Tapak Suci kategori Usia Dini, kegiatan Jalan Sehat oleh IPM, Seminar Pendidikan oleh Majelis Dikdasmen, Muhammadiyah Fair yang dirangkai dengan Talkshow dengan menghadirkan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Fashion Show serta Hijab Competition oleh IMM," katanya.
Dalam Musyawarah Daerah ke-11, akan dilakukan pemilihan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan 'Aisyiyah kota Pekanbaru periode 2016-2021 dengan jumlah masing-masing tiga orang. Jelang pemilihan pada Minggu sore (28/2/2016), rangkaian sidang yang akan dilakukan antara lain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pimpinan Daerah periode 2010-2015, tanggapan atas laporan pertanggungjawaban dari cabang se-Kota Pekanbaru serta beberapa agenda lainnya.(RB/yan/rls)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Popularitas Film Adaptasi Game dan Komik Meningkat, Penonton Global Semakin Antusias
Riaubook.com-Industri film global terus mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tren yang semakin menonjol adalah meningkatnya…