RIAUBOOK.COM - Bank Indonesia Provinsi Riau berinisiatif melatih 170 ibu rumah tangga yang merupakan anggota PKK di wilayah setempat membuat sabal kemasan dengan menghadirkan pakar yang sudah sukses dan malang melintang didunia bisnis Mujiati "sambal cuk" asal Surabaya.
"BI ingin kaum ibu faham mengolah cabai keriting menjadi aneka sambal yang berpotensi untuk dikemas dan tahan lama," kata Kepala BI Provinsi Riau Siti Astiyah di Pekanbaru, Senin.
Siti menyebutkan kegiatan ini masih rangkaian dari kemandirian pangan BI beberapa waktu lalu yang mengupayakan rumah tangga mampu menanam bibit cabai di lingkungan masing-masing sehingga tidak lagi tergantung kepada pasar.
Selanjutnya sebut Siti ketika cabai keriting berproduksi maka kaum ibu mampu dan bijak memanfaatkan produksi cabai berlimpah untuk memenuhi kebutuhan sendiri, dan berpotensi untuk dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga.
"Tujuan dari pelatihan ini supaya masyarakat dapat memperpanjang masa manfaat cabai keriting tidak hanya dalam bentuk bahan baku tetapi sudah menjadi sambal yang awet dan tahan dalam kemasan," ucap Siti.
Sebab selama ini sambung dia pasokan cabai keriting di Pekanbaru terbatas dan selalu tergantung kepada musim di sentra penghasil. Dengan adanya pelatihan ini maka kaun ibu akan menyikapinya dengan membuat sambal dengan aneka resep saat produksi cabai berlimpah dan murah.
Kemudian menyimpannya saat stok banyak, lalu digunakan saat stok pasar mulai menipis, sehingga ini akan membantu menghemat biaya belanja cabai kala harga mahal.
Setidaknya beberapa persen ibu rumah tangga tidak lagi mengeluh atau membeli cabai ke pasar, dan otomatis menekan inflasi yang disumbang oleh cabai.
"Stok ini atau sambal cabai kemasan ini juga bisa di pasarkan ketika pasokan cabai berkurang dan mulai mahal," sarannya. (RB/vera)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…