RIAUBOOK.COM - Proyek Pipanisasi untuk persawahan Desa Bungaraya Kecamatan Bungaraya mendapat keluhan dari masyarakat setempat, Pasalnya, proyek tersebut terkesan merusak aset yang ada di wilayah proyek tersebut.
Aduan itu langsung direspon anggota DPRD Siak H Azmi, Jumat (14/7/17) pagi, beliau langsung turun ke lapangan meninjau lokasi proyek yang menjadi keluhan masyarakat tersebut.
"Mendapat laporan dari masyarakat, kita langsung turun meninjau lokasi proyek tersebut. Setelah kita lihat memang benar proyek tersebut terlihat banyak yang merusak aset yang ada saat ini, yakni hasil timbunan galian pipa itu, merusak base jalan dan pengerjaan itu juga merusak gorong-gorong yang ada saat ini," kata H Azmi.
Bekas galian yang di badan jalan untuk memasukkan pipa didalam tanah, hanya ditimbun menggunakan tanah bekas galian pendalam parit, dan tidak ditimbus menggunakan base kembali.
"Yang menjadi masalah, penggalian pipa di badan jalan, sehingga merusak base jalan. Karena timbunannya itu hanya tanah," kata Azmi.
"Kita meminta kepada pihak terkait, untuk memperbaiki seperti semula jalan tersebut, jangan aset yang ada di rusak," kata Azmi.
Azmi juga menyoroti bentuk pengawasan Dinas, yang terkesan tidak peduli dengan keluhan masyarakat, sehingga pihak kontraktor terkesan semena-mena dalam bekerja.
"Untuk Dinas PU Tarukim Siak selalu kontrol proyek ini, karena kebanyakan proyek pusat, setelah selesai mereka tinggalkan saja tanpa memperbaiki kembali apa yang dirusaknya," kata Azmi.
Azmi mengatakan, pihaknya tidak mau menghambat atau menghalangi proyek yang masuk, tetapi ia ingin perusahaan tersebut menjaga aset yang ada, jangan di rusak. Karena kedepan akan menimbulkan masalah baru. (RB/Agus)
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau



Riau Pesisir: Merancang Garis Depan Kemakmuran
SAYA menulis catatan ini bukan dari ruang seminar, tapi dari jalan lintas ke Dumai yang hampir tiap pekan saya lewati.…