Kedaulatan Ekonomi Digital

Belum lama ini, aplikasi photo dan video sharing Instagram merilis kota paling popular di fitur Insta Story. Siapa yang jadi jawara? Bukan Tokyo yang merupakan kota terpadat di dunia. Bukan pula Bangkok, London atau Paris, tiga besar kota paling banyak dikunjungi di dunia seperti dilansir oleh Global Destination Cities Index.

Instagram ternyata menobatkan Jakarta sebagai kampiun. Jakarta jawara dengan predikat Kota Paling Popular di Insta Story. Capaian tersebut semakin mengukuhkan Jakarta sebagai kota media sosial. Sekadar catatan, Jakarta juga pernah meraih predikat kota paling sibuk di Twitter mengalahkan kota-kota besar dunia lainnya.

Sebagai 'ibu kota Instagram', Jakarta menikmati banyak potensi ekonomi sehingga layak disebut sebagai Kota Instanomi. Kota yang warganya meraup keuntungan ekonomi dari berkah di Instagram. Dari aplikasi berbagi foto dan video, Instagram di Indonesia bertransformasi menjadi mesin bisnis dan penggerak ekonomi.

Mesin Ekonomi

Eksistensi masyarakat Indonesia di Instagram adalah kabar berharga bagi para pelaku industri. Di Indonesia, basis pengguna Instagram mencapai angka 45 juta akun.

Angka itu merupakan yang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Tak heran bila Instagram dipandang sebagai arena penting dalam dunia bisnis. Terutama bagi mereka yang menyasar captive market generasi muda.

Produk-produk terkait anak muda seperti fashion dan gadget, laris terjual di Instagram. Banyak pelajar, mahasiswa, maupun anak muda biasa yang menjelma menjadi sosok jutawan, menuai berkah ekonomi Instagram.

Seorang selebriti Instagram (selebgram) yang menerima jasa endors produk misalnya, per satu postingan atau kotrak dengan sponsor dihargai 10 juta rupiah. Itu jika followernya minimum 20.000 akun.

Jika sudah memiliki ratusan ribu hingga jutaan pengikut, maka harga yang dipasang pun kian tinggi. Bisa mencapai angka 75 juta rupiah per postingan. Patokan harga itu bisa kita lihat secara bebas di beberapa situs dan aplikasi penyedia jasa endors selebgram.

Instagram merupakan arena tumbuhnya gerakan ekonomi digital yang sarat kreativitas. Instagram adalah rumah bagi ekosistem bisnis.

Berbagai barang atau jasa dalam bentuk fisik hingga karya-karya kreatif berbasis digital seperti art work, lukisan digital, hingga grafis audio visual untuk keperluan iklan komersial, diproduksi di aplikasi tersebut. Mungkin cuma di Indonesia kita bisa menemukan riuhnya praktik jual beli di akun-akun Instagram.

Potensi Pajak

Gemuruh ekonomi Instagram menarik kita kaji dalam pendekatan penegakan kedaulatan ekonomi digital. Instagram adalah bagian dari wilayah kedaulatan digital Indonesia. Instagram dan semua media sosial yang kita gunakan sehari-hari, adalah perusahaan Over The Top (OTT). Beroperasi dengan menggunakan jaringan internet milik operator seluler di wilayah NKRI.

Instagram dan elemen-elemen di dalamnya tentu saja harus tunduk pada aturan di negara ini. Termasuk dalam hal kewajiban membayar pajak.

Pemerintah sudah menyatakan kepincut dengan besarnya potensi pajak dari ekonomi digital. Pajak tersebut akan sangat berarti bagi penerimaan negara. Ditjen Pajak memperkirakan potensi penerimaan pajak dari bisnis ini mencapai 1,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 15,6 triliun. Angka itu tergolong tidak kecil untuk mengisi pudi-pundi negara di tengah defisit APBN yang semakin melebar.

Untungnya, Facebook sebagai induk Instagram menyatakan kesediaan menunaikan kewajiban. Apalagi Facebook telah membuka kantor perwakilan secara resmi di Indonesia. Ini merupakan kabar baik bagi upaya pemerintah menegakkan kedaulatan digital, khususnya yang terkait dengan sektor ekonomi dan penerimaan negara.

Pemasukan negara dari Instagram ini, bukan saja menyasar Instagram sebagai institusi bisnis. Yang juga tak kalah manis potensinya adalah pajak dari para pelaku bisnis yang berkecimpung di Instagram.

Seperti pajak dari seorang pengguna Instagram yang jadi publik figure di aplikasi tersebut (selebgram) ataupun dari aktivitas bisnis toko online di Instagram.

Skema pajak untuk pelaku ekonomi digital kreatif di Instagram di di berbagai platform digital saya kira tidak sulit diformulasikan. Cukup mengacu pada Pajak Penghasilan pasal 23 (PPh 23).

Sejauh pengalaman saya sebagai praktisi ekonomi digital, pembayaran yang saya terima dari klien selalu dipotong PPh 23. PPh 23 ini bahkan masuk dalam klausul purchase order.

Disiplin pengenaan PPh 23 ini tentu juga karena status klien saya yang merupakan perusahaan terbuka sehingga semua transaksinya harus tercatat secara rapi.

Ekosistem Digital

Instagram telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup generasi masa kini. Instagram hanya bagian kecil dari bongkahan harta karun yang bersemayam yang terbawa arus gelombang ekonomi digital. Selain Instagram, masih ada media sosial, instant messanger dan berbagai platform ekonomi digital yang membentuk ekosistem bagi industri ini.

Catatan yang perlu digaris bawahi dari fenomena ini adalah pentingnya gerak cepat pemerintah untuk hadir sepenuhnya di wilayah kedaulatan digital kita. Tanggungjawab pemerintah memperkuat ekosistem digital tanah air. Pemerintah dituntut berkontribusi nyata bagi pengembangan dan mendorong akselerasi aktivitas pelaku industri ekonomi digital.

Telah ada payung hukum Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Ecommerce 2017-2019 sebagai panduan untuk mencapai misi Indonesia sebagai kampiun ekonomi digital.

Perpres tersebut sebagai modal bagi pemerintah untuk mendorong pelaku ekonomi digital lokal, anak-anak bangsa agar Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ekonomi digital adalah primadona.

Terbukti, pemain besar macam Alibaba atau Tencent dari Tiongkok mulai menancapkan kuku-kukunya di Indonesia. Ini satu kagembiraan.

Bahwa ekonomi digital di tanah air punya prospek cerah. Namun di saat bersamaan, mesti disadari bahwa kita diperhadapkan pada tantangan untuk tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hanya dengan cara demikian, kita percaya diri berbicara tentang kedaulatan digital. (RB/yp)

*Oleh Jusman Dalle, penulis adalah Praktisi Digital Branding & Marketing.

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau

foto

Terkait

Foto

Menanti Calon Independen Pilgubri 2018

Meski Pemilihan Gubernur baru akan di selenggarakan pada bulan Juni tahun 2018, tetapi hingar bingar, propaganda, dan suhu politik di…

Foto

Menelisik Gagalnya Pengesahan Perda RTRWP Riau

Provinsi Riau hingga detik ini, menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang belum memiliki Rencana Tata Ruang (RTRWP). Mengapa terjadi,…

Foto

Berebut Berteduh di Pohon Beringin

Oleh : Bagus Santoso, Praktisi Politik, Anggota DPRD Provinsi Riau.Mendekati tahapan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri ), angin semakin kencang menerpa…

Foto

Di Balik Berkah dan Musibah Dana Desa

Oleh : Bagus Santoso, Anggota DPRD Provinsi RiauPemerintah Republik Indonesia telah mengalokasikan dan mendistribusikan dana desa untuk seluruh kabupaten dengan…

Foto

Menghayati 'Menghulu Budaya Melayu, Menghilir Riau Berintegritas'

Di hari jadi ke-60 tahun Provinsi Riau kabar menghebohkan muncul. Pada Selasa (8/8/2017) Kantor Bupati Bengkalis digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi…

Foto

Kasak-kusuk hingga Posisi Basah-Kering (Rencana Mutasi) Pejabat Pemprov Riau

Ibarat bola salju yang menggelinding kencang. Begitulah perumpamaan derasnya kabar menyeruak tentang rencana mutasi pejabat eselon di lingkup Pemprov Riau.Rencana…

Foto

Perubahan Iklim Lingkungan

MANUSIA dan bumi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari alam semesta. Bumi merupakan tempat hidup dari komunitas kehidupan yang unik.…

Foto

Catatan Penting dari Kedatangan Jokowi ke Riau

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Riau pada Minggu (23/7/2017) lalu menyisakan sejumlah catatan penting yang patut kita cermati.Pertama,…

Foto

Bangsa Cakap Indonesia

Jika kita diminta untuk membicarakan tentang Negara "Indonesia" apa yang terlintas dalam benak pikiran kita. Tentunya pertama kalinya ketika kita…

Foto

Bangkit Pemuda Indonesia

Dirgahayu Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke 44. Mengelola anak muda adalah PR besar kabinet Jokowi, anak muda saat ini…

Foto

Nasihat Hukum untuk Presiden PKS

Rasanya perlu memberikan pemahaman kepada presiden PKS Sohibuliman tentang negara hukum. Sebab pernyataan yang bersangkutan tentang status saya di partai…

Foto

Demokrasi Kita Terancam

Kelak, Kita akan menyimpulkan bahwa kompleksitas demokrasi ini memerlukan akumulasi kearifan. Bukan tangan besi atau tirani. Kearifan itu buah dari…

Foto

Setya Novanto Tersangka, Hadiah atau Musibah?

Ketika Fokus saat ini terkuras dengan Pro-Kontra kasus diterbitkannya Peraturan Pemerntah Pengganti Undang-Undang (PERPU) tentang Ormas oleh Pemerintah, rakyat dikejutkan…

Foto

Konferprov PWI Riau; Asa Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Wartawan

Perhelatan Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (Konferprov PWI) Riau telah usai. Pesta demokrasi wartawan Riau yang berlangsung di Pangkalan Kerinci,…

Foto

'Mati Suri' Pembangunan Daerah

Pemotongan anggaran kembali menghantui daerah dalam penyusunan APBD Perubahan 2017. Kondisi ini terjadi salah satunya karena kebijakan pemerintah pusat yang…

Foto

Surat Terbuka untuk Para Guru Besar Pendukung KPK

RIAUBOOK.COM - Ingin mengirim surat terbuka kepada Guru Besar KPK sebut saja demikian namanya. Sebagian mereka memakai Forum Rektor :Para…

Foto

Kembali Beraktivitas dengan Semangat Fitri

Setelah merayakan suasana Idul Fitri 1438 H, kini tiba saatnya kita semua menjalankan aktivitas keseharian seperti biasa.Berdasarkan Keputusan Presiden RI,…

Foto

KPK, Supermen dan Mitos Orang Pacaran

RIAUBOOK.COM - Lebih baik kita percayakan. Bahwa jika lembaga negara dibedah akan banyak peluang perbaikan kita lakukan.Jangan percaya lagi doktrin…

Foto

Pemberantasan Korupsi Harus Bersanding dengan Perlindungan Hak-hak Sipil

RIAUBOOK.COM - Saya cicil sedikit tulisan kecil soal Indonesia, Korea Selatan dan Korea secara umum. Setelah itu saya akan menceritakan…

Foto

Mukjizat Terbesar

RIAUBOOK.COM - Alquran sebagai mukjizat terbesar melewati tantangan para penyair, ahli retorika dan sastrawan Arab, seperti Musailamah, Lubaid bin Rabiah…

foto

Pendidikan