Ribuan karyawan RAPP menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau. (san)

Senin, 23 Oktober 2017 - 16:40 WIB 6080000

Foto-foto Demonstrasi Karyawan RAPP dan Tuntutannya

Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

  • Firdaus-Rusli
  • Syamsuar-Edy Nasution
  • Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno
  • Lukman Edy-Hardianto


RIAUBOOK.COM - Ribuan karyawan APRIL Group dari penjuru daerah kabupaten di Riau menggelar aksi unjuk rasa di titik nol Kota Pekanbaru, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (23/10/2017).

Mereka memprotes Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 17 tahun 2017, atau 17/MENLHK/SETEJEN/KUM.1/2/2017. Peraturan itu akan berimbas pada Pemutusan Hubungan Kerja secara bersar-besaran.

rb

Berikut tiga pernyataan sikap yang disampaikan Sekjen DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia KSPSI Rudi Prayitno dalam orasinya.

rb

Pertama, pendemo menolak kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta kebijakan pemerintah lainnya yang dapat mengancam kelangsungan hidup industri Pulp kertas, dan meminta pemerintah agar memberikan jaminan serta perlindungan kepada pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja.

rb

Kedua, meminta Kemen LHK agar mencabut keputusan nomor: SK.SK.5322./MenLHK-PHPL/UHP.1/10/2017 tentang pembatalan keputusan Menteri Kehutanan nomor SK.137/IV-BPHT/2010 dan keputusan Menteri Kehutanan nomor SK.93/IVIBUHT/2013 tentang persetujuan revisi rencana kerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri (RKUPHHK-HTi) untuk jangka waktu 10 tahun atas nama PT RAPP. Agar operasional HTI berjalan kembali sehingga tidak menimbulkan kecemasan dan keresahan pekerja karena akan berdampak terhadap PHK.

rb

Point ketiga, meminta Menteri LHK RI agar tidak tunduk pada intervensi dunia internasional yang terus melakukan tekanan melalui Non Govermental Organization (NGO) dengan cara melakukan kampanye hitam terhadap industri Pulp dan kertas.

rb

"Bagaimana menyekolahkan dan menghidupinya jika tidak bekerja, belum lagi masalah sosial lainnya. Cabut Peraturan Menteri LHK," teriak Sekjen KSPSI Rudi Prayitno dalam orasinya.

rb

Hingga kini, ribuan massa masih bertahan menyampaikan aspirasi mereka di jantung Kota Pekanbaru itu. Ratusan polisi, dan Satpol PP tampak mengamankan demonstrasi.

Deretan parkir bus di sepanjang jalan Gajah Mada, dan Jalan Diponegoro serta sebagian ruas jalan lainnya membuat polisi lalu lintas mengatur pengalihan arus, untuk menghindari kemacetan. (RB/san)

Follow News : Riau | Kampar | Siak | Pekanbaru | Inhu | Inhil | Bengkalis | Rohil | Meranti | Dumai | Kuansing | Pelalawan | Rohul | Berita Riau


Siapakah Yang Layak Memimpin Riau 5 Tahun Ke Depan?

Firdaus-Rusli 33.8 %
Syamsuar-Edy Nasution 18.0 %
Arsyadjuliandi Rahman-Suyatno 3.7 %
Lukman Edy-Hardianto 44.5 %
Hasil berdasarkan dari 7100 orang responden.
*sebaran sampel hanya penggiat medsos dan belum berdistribusi normal mewakili populasi atau DPT, jumlah orang responden akan terus bertambah

100000000
Fazar Muhardi

Berita Terkini

Fraksi PKB Bingung dengan LPJ APBD 2016 Pemkab Inhil

Senin, 18 September 2017 - 15:05 WIB

Selatpanjang Kota Tanah Jantan yang Mulai Menggeliat

Kamis, 19 Oktober 2017 - 08:23 WIB

Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru Mulai Bersih

Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:41 WIB

Banyak Legislator yang 'Sakit', Biar Sehat Pakai Sepeda

Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:46 WIB

Ini Bandara Paling Tak Berguna di Dunia

Senin, 16 Oktober 2017 - 12:13 WIB

Hukum, Tanah dan Pemerintah

Minggu, 15 Oktober 2017 - 23:00 WIB

Target Meranti 4.000 Haktera Lahan untuk Padi

Kamis, 12 Oktober 2017 - 23:43 WIB

Cegah Korupsi di Inhil, Bupati Wardan Bilang Ini Baik

Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:39 WIB

Bupati Inhil Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2016

Selasa, 05 September 2017 - 09:42 WIB

Cari Judul Berita




Galeri Riau Pustaka Lingkungan Dunia